Denpasar (Atnews) - Konsulat Jenderal (Konjen) India dan Pusat Kebudayaan Swami Vivekananda, Bali (SVCC Bali) bekerja sama dengan Balinese & Indian Friendship Association (BIFA) menyelenggarakan perayaan Holi - Festival Warna bertema "Gulal".
Perayaan Holi Festival warna yang dibuka oleh Konsulat Jenderal India di Bali Dr. Shashank Vikram berlangsung sangat meriah bertempat di lapangan Puputan Badung, Minggu (24/3).
Konsul Jendral India Shanshank Vikram mengatakan, holi festival salah satu upacara sangat penting dirayakan setiap tahun oleh masyarakat India yang beragama Hindu. Acara ini mirip dengan upacara peringatan hari raya Galungan kemenangan kebaikan melawan kebatilan, datangnya musim semi.
Lapangan dipenuhi 500 masyarakat yang ingin bermain Holi jauh sebelum perayaan dimulai.
Lapangan Puputan Badung memiliki hubungan dengan India yaitu pada tahun 1950, Perdana Menteri (PM) pertama India Pandit Jawaharlal Nehru memberikan sambutan kepada masyarakat Bali selama kunjungan kenegaraannya ke Indonesia.
Pada hari Minggu, 24 Maret 2024, lapangan ini kembali menjadi tempat untuk menegaskan kembali hubungan antara India dan Indonesia dan dengan Bali pada khususnya. Selain itu, acara Holi yang dirayakan tahun ini juga menandai 75 tahun hubungan diplomatik India-Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, perayaan diawali dengan penyalaan lampu oleh Konsul Jenderal, Direktur SVCC Bali dan tokoh setempat. Dr. Shashank Vikram, Konsul Jenderal India di Bali memberikan sambutan festival kepada seluruh tamu dan masyarakat. Beliau memberikan penjelasan tentang asal mula perayaan Holi dalam mitologi Hindu dan mengatakan bahwa Holi juga membawa serta semangat kegembiraan, cinta, antusiasme dan kedamaian serta hari untuk menghidupkan kembali persahabatan dan membangun persahabatan baru.
Ia juga menjelaskan bahwa India sebagai negara multikultural, memiliki beberapa negara bagian yang merayakan Holi dengan cara dan nama yang berbeda.
Sejumlah penampilan budaya tiga kelompok tari memberi warna pada acara istimewa yang jatuh pada bulan purnama tersebut, termasuk rombongan tari rakyat India Pratibha Kala Kendra.
Kelompok ini terdiri dari penari dan penyanyi yang dipimpin oleh Pratibha Sharma, seorang ahli tari Charkula dan tarian rakyat terkenal di wilayah Braj, negara bagian Uttar Pradesh.
Kelompok ini menampilkan tarian Bavayii, Mayur Ras, Kaalbeliya, phoolon ki Holi dan Barsane ki Latthmaar Holi yang menyoroti festival perayaan warna di Rajasthan dan Uttar Pradesh serta kisah cinta antara Radha dan Krishna.
Penampilan lainnya dari guru tari bersama siswi SVCC Bali dan ISI Denpasar menampilkan tarian sukacita tari rakyat Holi dan Sambalpuri dari negara bagian Odisha. Selain itu, grup tari India di Bali juga membuat acara semakin seru dengan penampilan tari Bollywood mereka yang hidup dan dinamis.
Acara ditutup dengan penampilan DJ yang membawakan lagu-lagu Holi yang penuh semangat dan enerjik. Acara ini dimeriahkan dengan kehadiran para pejabat pemerintah daerah, anggota korps diplomatik, serta perpaduan warna-warni warga India, Indonesia, dan ekspatriat yang menikmati hiburan yang disuguhkan, selain ikut bersenang-senang dan bermain-main dengan mengaplikasikan warna-warna Holi secara bebas. satu sama lain sebagai tanda persahabatan dan persaudaraan universal.
Sementara itu, Ida Rsi Putra Manuaba mengemukakan adanya perayaan Holi festival di Bali diharapkan, masyarakat kita di Bali juga mengenal sedikit tradisi yang ada di India.
Seperti juga di Bali ada tradisi Nyepi di Bali, beberapa masyarakat India juga merayakannya di Ashram-ahsram yang ada di India.
Jadi terjadi kolaborasi dan integrasi yang kita bangun dengan umat manusia semoga menjembatani diantara kita.
Dengan acara Holi ini warna-warni juga akan menimbulkan kebahagiaan serta menimbulkan jiwa persaudaraan karena kita lupa dengan sekat-sekat yang ada. Melalui warna warni yang kita taruh sedikit-sedikit di rambut, pipi dan lainnya tentu menjadi banyak karena ada ratusan orang.
Ida Rsi Putra Manuaba berharap, mudah-mudahan acara ini bisa menjadi perjalanan panjang untuk menjalin persahabatan antara Bali (Indonesia) dengan India.
Sedangkan, Pj. Gubernur Bali diwakili staf ahli Gubernur Ir. I Made Sudarsana M.Si mengatakan. hubungan pemerintah Bali dengan India sudah terjadi sejak lama. Karena India dan Bali sama-sama penduduknya mayoritas beragama Hindu.
Selain itu agama Hindu yang ada di Bali berasal dari India. Banyak pengaruh India yang dirasakan oleh masyarakat Bali tidak saja dibidang agama tetapi juga dibidang kehidupan lainnya.
Perayaan holi merupakan kemenangan kebaikan melawan kejahatan serta timbulnya musim semi dan berakhirnya musim dingin dan berawalnya musim panen merupakan sebuah tradisi yang mempunyai filosopi yang nilainya sangat mulia.
Selain itu hal ini ungkapan rasa syukur masyarakat India terhadap Hyang Pencipta bahwa telah mampu menghadapi berbagai rintangan terhadap kenyataan hidup selama satu tahun serta memohon anugrah yang lebih baik untuk tahun yang akan datang.
Menurut Pj. Gubernur Bali, masyarakat Bali ikut berbahagia dan mendukung Holi Festival warna ini. Sehingga ikatan persaudaraan antara masyarakat India yang ada di Bali tetap terjaga dengan baik.
"Saya berharap ikatan hubungan masyarakat India dan Bali semakin erat dan baik," ucapnya.
Perayaan Holi Festival warna di Bali menampilkan berbagai tarian khas India yang dikolaborasikan dengan tarian Bali. Acara itu juga dihadiri Arya Weda Karna dan undangan penting lainnya. (Mur/001).