Banner Bawah

Ida Rsi Putra Manuaba Kunjungi Sarnath Temple Varanasi, Tempat Ziarah Buddha di Dunia

Admin - atnews

2024-04-09
Bagikan :
Dokumentasi dari - Ida Rsi Putra Manuaba Kunjungi Sarnath Temple Varanasi, Tempat Ziarah Buddha di Dunia
Slider 1

India (Atnews) - Sarnath bersama dengan Bodhgaya dan Kushinagar (India) serta Lumbini (Nepal) merupakan salah satu dari empat tujuan ziarah Buddhis terpenting di dunia.

Sarnath ditempat itu memiliki arti khusus karena merupakan tempat di mana Sang Buddha memberikan khotbah pertamanya.  Namun, tidak harus menjadi penganut Buddha untuk menikmati mengunjunginya karena tempat yang sudah ditata rapi, indah.

"Sarnath juga menjadi bagian kita melakukan perjalanan yang damai dan menyegarkan dari Varanasi.  Banyak orang terkejut saat mengetahui Sarnath juga memiliki koneksi Jain dan Hindu," kata Ida Rsi Putra Manuaba, Peraih Padma Shri 2020 di India, Selasa (9/4). 

Dijelaskan, sejarah Sarnath dimana dahulu kala, sekitar abad  ke-5 SM, lahirlah seorang pangeran muda bernama Siddhartha Guatama di Lumbini.  

Dia menjalani kehidupan yang sangat terlindung dan mewah. Namun, sebelum dia berusia 30 tahun, dia berkelana ke pedesaan, di mana dia menghadapi penyakit dan kematian.  Hal ini mendorongnya untuk menyerahkan segalanya dan mencari pembebasan dari penderitaan.

Akhirnya, dia menyadari bahwa kebebasan datang dari mendisiplinkan pikiran.  Dia kemudian duduk untuk bermeditasi di bawah pohon ara suci dan memutuskan untuk tidak bangun sampai dia mencapai pencerahan.  Itu terjadi secara mendalam pada suatu malam bulan purnama.  

Pohon tersebut (yang kemudian dikenal sebagai pohon Bodhi sebagai cerminan kebangkitannya) terletak di lokasi kuil Mahabodhi yang megah di Bodhgaya.

Namun Sang Buddha tidak mulai berkhotbah di Bodhgaya.  Ada lima orang yang ingin dia ajar terlebih dahulu. Dia sebelumnya berlatih disiplin fisik dengan mereka sebagai sarana menuju pembebasan.  

"Mereka meninggalkannya dengan rasa putus asa setelah dia memutuskan bahwa itu bukanlah jalan yang benar menuju pembebasan. Sang Buddha mendengar mereka tinggal di taman rusa di Sarnath, maka Beliau menuju ke sana. Mereka begitu terkesan dengan kebijaksanaan barunya dan Empat Kebenaran Mulia sehingga mereka menjadi murid pertamanya," imbuhnya.

Agama Buddha berkembang di Sarnath karena kedekatannya dengan Varanasi. Namun, sebagian besar bangunan dibangun oleh Kaisar Maurya Ashoka beberapa abad setelah agama tersebut didirikan.  

Rasa bersalah atas invasi brutalnya ke Kalinga (sekarang Odisha di pantai timur India) menyebabkan dia berpindah agama ke agama Buddha dan mempraktikkan nir-kekerasan.  Dia dengan antusias membangun stupa dan pilar di seluruh India untuk menyebarkan agama.

Ida Rsi Putra Manuaba menjelaskan Pilar yang paling terkenal adalah yang ada di Sarnath sekarang menjadi Lambang Nasional India, yang menampilkan empat singa dan cakra dharma (roda yang melambangkan ajaran Buddha), dimana Replikanya sekarang indah dibangun di Parlemen Hause di New Delhi berasal dari tempat ini idenya. Cakra juga muncul di bendera India.

Penguasa selanjutnya menambah stupa dan biara yang dibangun Ashoka di Sarnath.  Pada masa pemerintahan dinasti Gupta pada abad ke-4 M, Sarnath merupakan pusat seni dan patung Buddha yang aktif.  

Pada abad ke-7, Sarnath telah menjadi pusat utama studi agama Buddha, dan ribuan biksu tinggal di biara-biara di sana sampai sekarang termasuk kembali beberapa Biara berasal dari Thailand, Srilanka dan dimana Agama Buddha berkembang. 

Dari dialog bersama sahabat Scholar menyampaikan Sayangnya ketika penjajah Muslim Turki tiba pada abad ke-12 dan menghancurkan sebagian besar Sarnath dan banyak situs Buddha lainnya di India Utara.  

Sebagian besar sisa Stupa Dharmarajika, yang dibuat oleh Ashoka, dihancurkan lebih lanjut pada akhir abad ke-18 oleh Jagat Singh (Dewan dari Raja Chet Singh dari Banaras) dan digunakan sebagai bahan bangunan.  

Namun, penemuan kembali Sarnath ini mendorong para arkeolog Inggris untuk menggali situs tersebut pada abad ke-19 dan ke-20. Sehingga rekonstruksi ulang dilakukan sampai saat ini. 

Tentunya kekuatan Sarnath ini sekarang masih terus bertumbuh Biara baru yang menopang dan melahirkan Scholar Buddhis bertemu mampu menarasikan kembali jejak masa lampau yang bisa diingat dan dibayangkan kembali. 

Ida Rsi Putra Manuaba salut dan atas usaha Pemerintah India kini sedang dalam proses mendaftarkan Sarnath secara permanen sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan berencana mengembangkan fasilitas kelas dunia bagi peziarah dan wisatawan dari Koridor menuju Temple ditata indah dengan menempatkan berapa relief di sepanjang koridor menuju Temple yang sekarang dikunjungi ratusan penekun spiritual berbagai negara. (GAB/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Amlapura Terpapar Hujan Abu Erupsi Gunung Agung

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng