Banner Bawah

Mangku Pastika; Anak Muda Pewaris Masa Depan Bumi, Perkenalkan Eco Enzyme - Tempe Sehat Bertepatan Hari Lahir Bung Karno

Admin - atnews

2024-06-07
Bagikan :
Dokumentasi dari - Mangku Pastika; Anak Muda Pewaris Masa Depan Bumi, Perkenalkan Eco Enzyme - Tempe Sehat Bertepatan Hari Lahir Bung Karno
Slider 1

Denpasar (Atnews) - Anggota DPD RI Dapil Made Mangku Pastika mengajak generasi muda lebih mencintai lingkungan sebagai pewaris masa depan bangsa dan planet bumi.

Mangku Pastika didampingi Tim Ahli Ketut Ngastawa dan Nyoman Baskara merasa khawatir alam makin rusak apabila generasi muda tidak menghiraukan kerusakan lingkungan maupun diam tidak melakukan upaya penyelamatan.

"Kita-kita sudah senja, mereka inilah yang mewarisi planet bumi ini, sangat penting kerlibatan anak - anak muda. Apabila mereka acuh tak acuh terhadap lingkungan, bahaya sekali," kata Mangku Pastika ketika Kudapil di Denpasar, Kamis (6/6).

Acara itu diselenggarakan oleh Gerakan Bersih -Bersih Bali dan Enzyme Bakti Indonesia bertemakan "Pemanfaatan Eco Enzym sebagai Refleksi Peduli Lingkungan" di Agro Learning Center (ALC)  - Rumah Pemberdayaan Bersih - Bersih Bali yang dikunjungi siswa Kelas XII Cahaya Bangsa Classical School dari Bandung.

Mereka diberikan workshop pembuatan Eco Enzym, Sabun Eco Enzym, Tempe Sehat (organik) dan Biopori.

Dengan pembicara Leader World Clean Up Day Gus Norma yang juga Gerakan Bersih - Bersih Bali sejak Tahun 2018, Relawan Enzim Bakti Indonesia Ketut Weda Sugama. Dihadiri Kepala Cahaya Bangsa Classical School, Bandung Abednego Abraham, hadir pula berbagai Leader Komunitas Peduli lingkungan yang turut serta berbagi pengalaman langsung praktek.

Anak-anak pelajar mengikuti workshop penuh antusias, mereka pun diajak praktek langsung. Bahkan diujung acara mereka diberikan makanan blayag khas Buleleng dengan racikan tempe organik.

Mangku Pastika menilai acara itu penuh makna dalam menjaga lingkungan sesuai filosofi Tri Hita Karana dalam memperingati Hari Tempe Nasional, Hari Lingkungan Hidup se-Dunia dan Hari Lahir Bung Karno.

Diharapkan, Bung Karno sebagai Bapak Pendiri Bangsa memberikan semangat generasi muda menjaga alam dan mengisi kemerdekaan menuju Indonesia Emas 2045.

Anak SMA Cahaya Bangsa Classical School Bandung jauh-jauh datang ke Bali untuk belajar. Mangku Pastika berpesan, bagi Bung Karno, Bandung memiliki peranan penting bagi sejarah Indonesia, apalagi Dia lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sementara itu, Leader World Clean Up Day Gus Norma menyambut baik kedatangan Cahaya Bangsa Classical School Bandung yang sudah peduli lingkungan.

Ia mengaku tertarik dengan jargon sekolah itu, "Belajar Sambil Jalan - Jalan". Hal itu diharapkan memberikan inspirasi bagi sekolah yang lain dalam meningkatkan kecintaanya kepada alam.

Gus Norma baru bisa memberikan materi workshop karena terbatas waktu. "Kalau ada waktu, Kita ajarkan bikin bibit dan kompos," ungkapnya.

Dirinya menekankan, urusan sampah, pihaknya memiliki gerakan peduli sampah sejak 2018, sebelum ada terbit Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

"Bukan saja memilah tetapi sudah mengolah sampah," ujarnya.

Gerakan itu sudah dilakukan sebelum masa Kepemimpinan Gubernur Wayan Koster. Pihaknya pernah menurunkan massa 10 ribu orang di Besakih dan 1500 orang di Pura Lempuyang. "Kami punya tagline Sing Kedas Sing Mulih," ungkapnya.

Sedangkan, Relawan Enzim Bakti Indonesia Ketut Weda Sugama membuka pemikiran masyarakat dengan memperkenalkan tempe sehat dan organik.

Apalagi tempe tersebut merupakan produk lokal Indonesia dan memiliki kandungan protein yang tinggi. Budaya tempe resmi diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO yand diajukan melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemenristekdikti).

Tempe telah menjadi makanan khas Indonesia yang mendunia. Tempe terbuat dari kedelai ini jadi primadona di kalangan vegan dan vegetarian.

Weda memperkenalkan produk tempe dari kedelai organik yang menggunakan eco enzyme, tanpa pupuk kimia dan ragi dibuat sendiri dari tempe tersebut.

Kepala Cahaya Bangsa Classical School, Bandung Abednego Abraham mengajak muridnya ke ALC untuk belajar mencintai lingkungan.

"Betapa pentingnya menjaga lingkungan dengan cara eco enzyme, diharapkan buat biopori bisa ditularkan ke keluarga. Semoga ketika kembali Bandung bisa cerita ke orang tuanya, sehinga orang tuanhlyaa terinspirasi, mau di rumahnya bisa bikin eco enzyme dan biopori agar tidak banjir," harapnya.

Sebelumnya mereka berkunjung ke Pura Besakih, Samsara Living Museum belajar tentang budaya, kepercayaan. Serta datang ke Anand Ashram Foundation dan bertemu langsung dengan Anand Krishna, seorang humanis spiritual, budayawan dan penulis lebih dari 170 buku.

"Disana belajar bagaimna cara hidup, mencintai sesama dan mengasihi sesama," tutupnya. (ART/001)


Baca Artikel Menarik Lainnya : Kasum TNI Keynote Speech Rakornas Penanggulangan Bencana di Surabaya

Terpopuler

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata