Denpasar (Atnews) - Mantan DPR dan DPD RI Dapil Bali Gede Pasek Suardika yang juga Pendiri Utama Widya Pasraman Astika Dharma menegaskan pentingnya memilih pemimpin dalam menyambut Pilkada Serentak 2024.
"Pentingnya memilih pemimpin yang benar dan baik untuk kemajuan kita bersama. Tampaknya renungan belajar dari Ethiopia dimana sebuah negara paling miskin dan kelaparan paling akut dan bisa disimak dari lagu Iwan Fals tentang ini, dan kini telah menjelma menjadi negara yang maju," kata Gede Pasek Suardika di Denpasar, Kamis (20/6).
Ethiopia merupakan negara merdeka tertua di Afrika, dan tiga warna utama bendera Ethiopia telah banyak diadopsi oleh negara-negara Afrika lainnya dikarenakan Ethiopia merupakan satu-satunya negara di Afrika yang tidak pernah dijajah. Tiga warna tersebut terkenal sebagai warna Pan-Afrika; lambang bulat berwarna biru muda dan pentagram yang berada di tengah bendera, baru ditambahkan pada tahun 1996.
Sebelumya, kontribusi sektor pertanian mencapai hampir 80% dari ekonomi negara. Kini meskipun masih menjadi kontributor terbesar, porsinya hanya di bawah 40%. Ethiopia juga menjadi pelopor di Afrika dalam pembanguan industrial parks (kawasan indutri) untuk menarik investasi di bidang manufaktur ringan, terutama tekstil dan pakaian jadi, dan merangsang ekspor.
Hubungan antara Indonesia dan Ethiopia merupakan salah satu yang terpenting di kawasan Afrika. Kedekatan hubungan kedua negara tersebut tercermin dengan antara lain kehadiran utusan Ethiopia sebagai delegasi pada Konperensi Asia - Afrika di Bandung pada tahun 1955 dan kerjasama erat kedua negara di forum Gerakan Non - Blok sejak didirikannya pada tahun 1961.
Bahkan pada tahun yang sama kedua negara secara resmi membuka hubungan diplomatik. Pada tahun 1964 pemerintah Republik Indonesia membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia di Addis Ababa.
Saat ini banyak produk Indonesia yang telah beredar dan dikenal luas di pasaran Ethiopia karena harga dan mutu yang baik (mass cheap production), seperti garment, tekstil, batu baterai, baterai kendaraan, kertas/ produk kertas, bahan kimia, tissue, sabun mandi, sabun cuci, glassware, benang, furniture, enamelware, barang-barang plastik, bahan kimia, farmasi, alat kesehatan, makanan (mie instant).
"Mari fanatik tetapi bukan fanatik pada orang tetapi fanatik pada semangat mencari pemimpin yang benar dan baik," ujarnya.
GPS menekankan, belajar dari Ethiopia maka dalam cakupan provinsi, Bali juga harus bisa cerdas memilih pemimpin.
Sebab Bali sebenarnya semua syarat daerah maju dan sejahtera telah dimiliki. Tinggal manajemen pemerintahan yang berpihak pada rakyat saja yang belum maksimal.
Pemimpin Bali 2024 diharapkan mampu mengatasi berbagai permsalahan baik macet, sampah, WNA nakal, ketidakhorminsan hingga kasus bunuh diri.
"Tentu tidak boleh lagi ada angka bunuh diri yang tinggi akibat kemiskinan. Tidak boleh lagi ada kebijakan yang memotong upaya short cut orang miskin bisa sekolah dan lebih sukses lewat pendidikan," tegasnya.
Selain itu, pemerintah tidak boleh juga mengelola anggaran daerah ugal-ugalan sampai defisit serta tidak boleh lagi para ASN dijadikan sapu perahan kekuasaan politik.
"Kita harus cermati dengan cermat dan analisa dengan cerdas sosok - sosok pemimpin Bali ke depan. Saat ini baru muncul yang ingin, semoga nanti antara yang ingin dan yang pantas bisa ikut pementasan resmi Pilgub 2024. Kita doakan saja," pungkasnya. (GAB/001)