Oleh Dr Gede Ngurah Wididana
Berbagai teori tentang keberuntungan dijelaskan oleh Max Gunther dalam bukunya "faktor Keberuntungan". Semua keberuntungan bisa terjadi karena puluhan bahkan bisa sampai ratusan faktor yang saling memengaruhi.
Salah satu teori yang dijelaskan adalah teori tentang Takdir dan Tuhan. Ada dua teori tentang peranan takdir Tuhan dijelaskan, teori yang pertama bahwa Takdir dan Tuhan sangat berperan bahwa keberuntungan seseorang ditentukan sejak janin; teori yang kedua bahwa seseorang harus berusaha gigih, dengan kekuatan dirinya sendiri, dua menentukan keberuntungannya sendiri tanpa campur tangan Tuhan.
Teori yang manapun bisa diambil atau dijelaskan, silakan diambil sesuai rasa dan selera. Dalam buku Faktor Keberuntungan tersebut diceritakan tentang seorang ibu rumah tangga, bercerai, beranak satu dan hidupnya pas-pasan dan prihatin di Ridgefield, Connecticut, bahwa keberuntungannya sudah ada yang mengatur, oleh Tuhan, yang di Atas.
Hidupnya yang prihatin dia tulis dalam bentuk humor, seni merayakan hidup, dan bukunya dijual laris. Di tempat lain ada seorang artis pembawa acara humor sedang bingung mencari penulis naskah humor. Mereka bertemu setelah artis tersebut membaca buku humornya. Akhirnya mereka sukses membuat acara TV humor dalam ratusan episode, dan menghasilkan banyak uang. Keberuntungan yang didapatkannya tersebut diyakini seperti sudah ada yang mengatur.
Masyarakat Indonesia yang dikenal sangat dekat dengan Tuhannya, sangat mudah memahami teori keberuntungan "Seperti sudah ada yang mengatur" tersebut.
Lain halnya dengan masyarakat Barat yang serba logis, kejadian keberuntungan harus dijelaskan dengan teori yang rumit-rumit. Tentu, kerja keras dan usaha gigih yang dilakukan sebagai tanggung jawab pribadi setiap manusia, juga menentukan keberuntungan seseorang.
Kesimpulan dari teori keberuntungan sudah ada yang mengatur tersebut adalah: ikhlas menjalani hidup, berusaha tekun dan gigih, berani dan waspada, selalu siap menerima dan menghadapi peluang, serta selalu bergembira bekerja dan menjalani hari.
Intinya adalah, kita harus selalu sabar dan bersyukur dalam bekerja, dan selalu ingat bahwa hidup sudah ada yang mengatur, kita hanya menjalani dengan gembira, hasilnya terserah Yang di Atas.
*) Dr Gede Ngurah Wididana, Direktur Utama PT. Pak Oles Tockcer