UGM - TSEA Siapkan Kerjasama, Hadirkan Mahasiswa Tsinghua University KKN UGM di Indonesia
Admin - atnews
2024-08-10
Bagikan :
Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D, Kepala Biro Manajemen Strategis UGM (ist/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan Tsinghua Southeast Asia Center (TSEA) tengah menyiapkan kerjasama dalam bidang pengabdian masyarakat.
Hal itu dalam upaya menghadirkan mahasiswa dari Tsinghua University, China untuk ikut serta dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UGM di Indonesia.
“Kita harapkan tahun depan sudah bisa dimulai dan diawali di Bali,” kata Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D, Kepala Biro Manajemen Strategis UGM yang juga menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UGM dalam kunjungannya ke kampus Tsinghua TSEA di kawasan Kura-kura Bali, Serangan di Denpasar, Selasa (6/8).
Wirastuti mengatakan, kerjasama itu telah diawali pertemuan antara Rektor UGM dengan Rektor Tsinghua University untuk edukasi, riset dan pengabdian masyarakat.
Untuk itu, Bali menjadi titik penting karena disini sudah ada Tsinghua TSEA yang bekerjasama dengan United in Diversity Foundation.
Diharapkan pula program itu mampu memperluas jaringan kerjasama UGM dalam proses belajar mengajar. Sekaligus mahasiswa mampu berinteraksi dengan mahasiswa asing sehingga siap bersaing secara internasional.
Selain itu, mahasiswa KKN UGM di Bali diberikan pembekalan yang akan mengambil lokasi di Desa Kerambitan dan Baturiti di Tabanan.
Dalam Pembekalan di kampus Tsinghua SEA, mahasiswa KKN UGM mengelaborasi topik Transformasi Digital dan Digital Marketing UMKam oleh Direktur Akademik Tsinghua SEA, Michael Torin.
Adapun topik yang diangkat adalah mengenai digitalisasi UMKM serta ekowisata desa sesuai dengan pendampingan yang sedang dilakukan oleh mahasiswa KKN.
Digitalisasi diperlukan untuk memperluas pemasaran produk pertanian melalui website, aplikasi dan media sosial.
Sementara ekowisata dikembangkan dengan merintis jalur trekking dengan atraksi wisata edukasi untuk pelestarian lebah hutan.
Selanjutnya, pihak Tsinghua memberikan masukan-masukan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa.
Usai pertukaran pengalaman, Mahasiswa yang ditemani 7 dosen dan guru besar UGM diajak meninjau perkembangan Kura-Kura Bali sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang di masa depan diharapkan dapat menjadi centre of excellence yang mengedepankan proses pembangunan yang humanis, harmonis dengan lingkungan dan sekaligus berdaya saing. (GAB/001)