Terima Tamu Spesial Mangku Pastika, GPS Getol Kritik Tapi Sama - Sama Peduli Urusan Peningkatan SDM Bali
Admin - atnews
2024-09-16
Bagikan :
GPS (kiri) dengan Mangku Pastika (kanan) (ist/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Advokat Gede Pasek Suardika (GPS) Ketua Majelis Agung Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) yang juga Mantan Ketua Komisi III DPR dan Anggota DPD RI kedatangan tamu penting dan spesial Anggota DPD RI yang juga Gubernur Bali dua kali periode 2008-2018 Made Mangku Pastika di kantor hukumnya di Denpasar, Senin (16/9).
"Hari ini Saya merasa sangat bahagia sekali karena kedatangan tamu penting sekaligus senior yaitu anggota DPD RI yang juga mantan Gubernur Bali dua kali Bapak Made Mangku Pastika," ujar GPS.
Pada kesempatan yang langka itu, pihaknya memanfaatkan untuk menimba sebanyak mungkin ilmu dari Mangku Pastika. "Tanpa terasa tiga jam berlalu dengan berbagai tema kami berdiskusi dari urusan parlemen, kondisi Bali, hingga kisah penanganan Bom Bali," ujarnya.
GPS pun meveritakan kisah menarik interaksi dengan Mangku Pastika di bidang politik. "Saya sangat getol mengkritik dan mengkoreksi kebijakan Pak Mangku yang menurut saya tidak tepat. Mirip seperti hari ini Saya mengkritik Koster sebagai Gubernur," ungkapnya.
Tetapi ketika pihaknya melakukan kunjungan saat jadi DPR atau DPD RI ke Bali selalu Mangku Pastika menyempatkan diri menyambut.
Tidak hanya itu, perbedaan pendapat membuat kami kadang bersitegang pendapat. Uniknya walau berbeda pendapat, setiap pihaknya bertemu dimana saja selalu berdialog hangat.
"Kami bisa membedakan perdebatan kebijakan untuk rakyat dengan merawat hubungan pribadi atau dasar kekeluargaan," ujarnya.
Ada juga yang mempersamakan GPS dengan Mangku Pastika yaitu sama-sama peduli urusan peningkatan SDM Bali dan juga keberanian berkompetisi secara kualitatif dilevel nasional.
Dimana Mangku Pastika membangun sekolah swasta SMA Taruna Mandara di Buleleng sedangkan GPS membangun SMA Hindu (Utama Widyalaya) Astika Dharma di Karangasem Bali.
"Terimakasih atas segala ilmu dan pengalaman yang diberikan hari ini. Luar biasa dan bermanfaat sekali," ujarnya.
Pada kunjungan itu mereka sempat berdiri di depan Kantor Berdikari Law Office di Jalan Ciung Wanara No 36 B Niti Mandala Denpasar. Berdiri Dewi Keadilan dengan kearifan lokal Bali. Simbol perjuangan Keadilan dengan Dewi Keadilan hanya khusus ini dimodifikasi agar perjuangan khas Bali-nya kelihatan.
Sebelumnya sempat menjelaskan keadilan dipersonifikasikan dalam mitologi Dewi Keadilan. Di Romawi disebut Lustisia dan di Yunani disebut dengan Themis.
Secara esensial, keadilan sebenarnya pancaran nyata dari Konsep ajaran Satyam Siwam Sundaram.
Satyam yang bermakna Kebenaran merupakan bentuk nyata perjuangan keadilan memang untuk menemukan dan menegakkan kebenaran.
Siwam bermakna kesucian dimana perjuangan keadilan adalah memuliakan nilai nilai suci sehingga yang teratas adalah Tuhan Yang Maha Adil.
Sundaram bermakna keindahan dimana perjuangan keadilan jika berhasil akan memberikan keindahan kecantikan kebahagiaan dan pancaran energi positif bagiansiapa saja yang memiliki hati nurani.
"Sayangnya, kebanyakan dari kita tidak peduli, apatis bahkan seringkali mendahului menjadi hakim sosial tanpa melihat fakta kebenaran yang sebenarnya. Selain itu, kita seringkali baru merindukan keadilan setelah merasakan langsung perlakuan yang tidak adil. Kita baru memerlukan dan meminta pertolongan jika dirinkita menjadi korban ketidakadilan," paparnya.
Jika masih menimpa orang lain ada kecenderungan cuek tidak peduli.
Namun fenomena no viral no justice mulai membangun kesadaran partisipatif untuk merasakan bahwa kerinduan hadirnya keadilan adalah dambaan bersama dan tidak mesti harus menunggu diri kita diperlakukan tidak adil.
"Yadyapi nyāyadarśanaṁ sulabham nāsti tathāpi yatnena ānetavyam. Keadilan tidak mudah dihadirkan tetapi harus tetap diperjuangkan," pungkasnya. (GAB/001)