Nindihin Semeton Bali dalam Pilkada Lampung Tengah
Admin - atnews
2024-09-22
Bagikan :
Tokoh Masyarakat Made Wardana dari Desa Sanggar Buana SB17 (ist/Atnews)
Lampung Tengah (Atnews) - Tokoh Masyarakat Made Wardana dari Desa Sanggar Buana SB17, menekankan pentingnya konsep "nindihin semeton Bali" sebagai salah satu strategi untuk menjaga solidaritas, identitas, dan pengaruh positif komunitas Bali dalam proses politik lokal.
Hal itu disampaikan dalam konteks Pilkada Lampung Tengah, peran budaya dan nilai-nilai tradisional Bali sering kali menjadi hal penting bagi komunitas Bali di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan, dalam tradisi Bali, "nindihin" memiliki arti menjaga atau melindungi, sementara "semeton" merujuk pada saudara atau keluarga besar di Lampung Tengah, Minggu (22/9).
Konsep itu menekankan pentingnya solidaritas di antara orang Bali, terutama ketika berhadapan dengan situasi penting seperti pemilihan kepala daerah.
Menurut Made Wardana, nindihin semeton dalam konteks Pilkada berarti menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta memastikan bahwa kepentingan dan nilai-nilai komunitas Bali tetap terjaga di tengah dinamika politik lokal.
Dikatakan,
Komunitas Bali di Lampung Tengah memiliki peran signifikan dalam pembangunan daerah ini. Mereka tidak hanya berperan sebagai pelaku ekonomi dan budaya, tetapi juga menjadi bagian penting dalam politik lokal.
Oleh karena itu, menjaga persatuan semeton Bali dalam Pilkada sangat penting untuk memastikan bahwa suara dan aspirasi komunitas ini dapat tersalurkan dengan baik.
Wardana menekankan bahwa dengan nindihin semeton, komunitas Bali dapat menjaga kesatuan suara mereka, sehingga memiliki kekuatan kolektif dalam mendukung calon yang memiliki visi yang sejalan dengan kepentingan masyarakat Bali.
Pilkada bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga memastikan bahwa nilai-nilai kearifan lokal dan kontribusi komunitas Bali tetap dihargai dan dilindungi dalam kebijakan daerah.
Selain itu, perpecahan suara dan ketidakkompakan dalam mengambil sikap politik. Padahal dalam Pilkada, kekuatan suara komunitas Bali bisa menjadi penentu dalam proses demokrasi, tetapi hanya jika mereka mampu menjaga kebersamaan dan solidaritas.
Oleh karena itu, nindihin semeton menjadi kunci untuk menghindari perpecahan yang bisa melemahkan posisi tawar komunitas Bali.
Dengan nindihin semeton, Wardana berharap bahwa semethon Bali akan saling mendukung dan bersatu dalam mendukung calon yang dipilih bersama, berdasarkan nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal.
Hal itu juga penting untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa komunitas Bali di Lampung Tengah memiliki kekuatan dan kebersamaan yang tidak bisa diabaikan.
Selain menjaga solidaritas, Made Wardana juga mengharapkan pentingnya memilih pemimpin yang memahami dan menghargai kearifan lokal, termasuk budaya dan tradisi Bali.
Pemimpin daerah yang dipilih haruslah seseorang yang dapat merangkul semua elemen masyarakat, termasuk komunitas Bali, serta berkomitmen untuk mendukung pelestarian budaya dan nilai-nilai tradisional.
Menurut Made Wardana, Pilkada Lampung Tengah bukan hanya sekadar ajang politik, tetapi juga kesempatan untuk memastikan bahwa kearifan lokal, termasuk tradisi Bali, tetap mendapatkan tempat yang penting dalam kebijakan pembangunan daerah.
Oleh karena itu, semeton Bali harus cerdas dalam memilih calon yang mampu mengakomodasi kepentingan mereka.
Dengan semangat solidaritas dan kebersamaan, komunitas Bali dapat berperan aktif dalam menentukan masa depan Lampung Tengah melalui pemilihan yang tepat.
"Pada akhirnya, nindihin semethon adalah cerminan dari komitmen untuk menjaga warisan budaya sekaligus memainkan peran penting dalam proses demokrasi yang adil dan inklusif," pungkasnya. (GAB/001)