Banner Bawah

Ziarah Spiritual Camino de Santiago Track Bilbao

Admin - atnews

2024-10-06
Bagikan :
Dokumentasi dari - Ziarah Spiritual Camino de Santiago Track Bilbao
Pengelana Global Putu Suasta (ist/Atnews)

Spanyol (Atnews) - Pengelana Global Putu Suasta kembali melakukan perjalanan ziarah Camino de Santiago yang sudah berjalan selama 600 tahun.

Para peziarah dapat melakukan dari mana saja, dengan titik akhir di Catedral Santiago de Compostela di Provinsi Galicia Spanyol.

Pada Abad Pertengahan, Kota Santiago de Compostela menjadi tempat peziarahan yang ramai. Para peziarah berdatangan untuk mengunjungi Katedral Santiago de Compostela yang menjadi tempat pemakaman sekaligus tempat penghormatan bagi Rasul Santo Yakobus, murid Jesus. 

Mereka yang berziarah untuk meminta pengampunan dosa, mengadakan penebusan kaul dan berdoa untuk harapan kehidupan yang lebih baik. 

Kedatangan para peziarah menjadikan Kota Santiago de Compostela sebagai oasenya para Peziarah yang baru datang menyelesaikan perjalanannya dari berbagai negara. Mereka kumpul ada doa-doa, ada sharing pengalaman dari peziarah dari berbagai bangsa. Tempat menjadi ramai. Tempat jadi pusat penjualan, dan jasa. 

Produk yang dijual antara lain obat mujarab, tasbih, medalion, lonceng, sutra, buku yang berisi doa ajaib, dan botol berisi air suci serbaguna. 

Sedangkan jasa yang ditawarkan ialah pemanduan jalan. Kondisi ini menghasilkan keuntungan hingga jutaan mata uang emas bagi penduduk Kota Santiago de Compostela. 

Ibadah ziarah ini tersebut penuh dengan perjuangan dan ketekunan batin, dengan mengalami penderitaan fisik dengan berjalan kaki sekitar 200 km.

"Saya berangkat sebagai peziarah lintas kultural dari Indonesia dengan teman - teman Valentino, Milda, Sapto, dan Aryawati. Perjalanan ini kalau dijumlahkan bisa mencapai sekitar 200 km. Setiap jalan dan sering hujan terus dan suhu bisa sampai 11 derajat selsius," kata Putu Suasta yang juga Alumni UGM dan Cornell University di Spanyol, Minggu (6/10).

Spanyol adalah negeri dengan watak penjelajah dari masa dari masa 1000 tahun yang lalu, bangsa yang berani, ulet dan tangguh. Lihat dan baca saja sejarah dunia mereka menaklukkan Amerika Latin sebagian Asia, Filipina, Afrika dll. Bahkan Spanyol pernah menjajah Indonesia.

Untuk itu, Spanyol sebagai salah satu imperium terbesar dalam sejarah dan salah satu imperium global pertama.

Bahasa Spanyol dan Gereja Katolik Roma dibawa ke Amerika dan Hindia Timur Spanyol (Negara Federasi Mikronesia, Guam, Kepulauan Mariana, Palau dan Filipina) oleh penjajah Spanyol yang bermula pada abad ke-15. 

Bersama dengan Imperium Portugis, Imperium Spanyol meletakkan dasar bagi pembangunan perdagangan global dengan membuka jalur perdagangan lintas samudera besar. 

Hukum internasional modern berakar dari ekspansi koloni Spanyol dan juga pengalaman buruk akan penjajahan. 

Memunculkan Budaya Hispanik di hampir seluruh bekas koloninya, bahkan Bahasa Spanyol masuk dalam bahasa Resmi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Pada abad ke-15 dan 16, Spanyol adalah pusat eksplorasi global, ekspansi kolonial, dan pembukaan jalur perdagangan seberang lautan di Eropa, dengan perdagangan melintasi Samudera Atlantik antara Spanyol dan Amerika dan sepanjang Samudera Pasifik antara Asia-Pasifik dan Meksiko melalui Filipina. 

Para penjelajah Spanyol menghancurkan peradaban Aztek, Maya, Inka dan banyak menguasai daerah di Amerika Utara dan Selatan.

Namun penduduk desanya hangat dan ramah selama melakukan perjalanan Camino de Santiago.

"Kami peziarah dalam perjalanannya sering diberi air, anggur buah apel, Kami tentu akan selesaikan perjalanan ini sampai akhir Oktober 2024," ujarnya.

Sebelumnya tahun 2022,  sudah berhasil menyelesaikan jalan kaki sepanjang 170 km dari PORTO Portugal ke Santiago di Spanyol Tengah. Jalan kaki nonstop menembus hutan, gunung, dan pedesaan yang tradisional dengan keramahan penduduk pedesaan yang original. Itulah ziarah klasik Camino de Santiago.

Dengan menempuh jarak 170 Km dari PORTO-Valanca-Tui-porinho-rodedela -pedron menuju titik Akhir di Katedral Santiago. Perjalanan Camino de Santiago,jalur Portuguese ,Dirinya tidak menyangka bisa berjalan sejauh itu dan menyelesaikan sampe akhir. 

Dijelaskan, Camino de Santiago merupakan ziarah spiritual jalan kaki menuju Santiago. Kata Camino dalam bahasa Spanyol artinya jalan kaki,  Santiago adalah nama sebuah kota di Spanyol Tengah. 

Sedangkan, nama lengkap Camino de Santiago adalah Camino de Santiago de Compostela, di mana Santiago de Compostela adalah nama katedral yang ada di kota Santiago tersebut. 

Perjalanan Ziarah itu bisa ditempuh antara 200 hingga 850 km tergantung titik mulainya. Waktu yang ditempuh selama antara 25-32 hari, melalui 3 Negara Eropa: Prancis, Portugis, Spanyol. 

Perjalanan retret camino de Santiago ternyata tidak dari kalangan Katolik saja tetapi dari umat beragama lain, dari seantero suku bangsa sejagat bahkan juga dari kaum tidak beragama.

Mereka mencoba dekat dengan alam, berjalan melewati hutan maupun perumahan masyarakat yang tinggal disana. Pergaulan dari berbagai kalangan itu untuk berdialog dengan diri, berdialog dengan kebudayaan yg berbeda dan berdialog dengan Alam, untuk menemukan spiritual yang universal.

"Tidak dikotak - kotakan oleh keyakinan tertentu. Tetapi spiritualitas itu di atas agama yang mengedepankan kebhinekaan, keberagaman, persaudaraan global (vasudhaiva kutumbakam adalah konsep kesatuan seluruh dunia dalam satu keluarga), toleransi," ujar Putu Suasta kepada Atnews bertepatan pada Hari Tumpek Landep di Denpasar, Sabtu (5/11).

Menurut sejarah kekristenan, seorang tokoh Kristen terkenal  bernama Yakobus meninggal di Yerusalem, dan jasadnya dibawa oleh para pengikutnya dari Yerusalem menuju Santiago dengan berjalan kaki.

Maka sejak 800 tahun yang lalu rute tersebut menjadi ramai oleh para peziarah yang ingin mengunjungi makam Yakobus di katedral Santiago .

Rutenya bukan cuma satu namun tersebar dari segala penjuru. Ada yang dari Portugis, Perancis, dan berbagai titik di Spanyol.

Semangat acara itu sejalan dengan agenda Forum Agama G20 atau dikenal dengan R20 secara resmi dibuka di Hotel Grand Hyatt Nusa Dua, Bali pada  (02/11/2022), 

Dalam forum tersebut, setidaknya ada dua pembahasan utama yang didiskusikan oleh tokoh-tokoh agama yang hadir. Pertama, potensi konflik yang muncul akibat pemahaman ekstrem yang dipahami oleh penganut agama-agama.

Adapun permasalahan kedua yang dibahas dalam forum tokoh agama dunia itu adalah tawaran nilai luhur dari agama sebagai bagian dari ekonomi dan politik global. Hal ini sejalan dengan semangat Santo Jacobus untuk perdamaian , rekonsiliasi dan kemanusiaan. 

Diceritakan, dirinya ke ziarah Spanyol bukan sekadar ziarah dan wisata ke tempat suci atau apalagi sekadar hollyland tour. Camino de Santiago adalah retret berjalan kaki ( benar-benar jalan kaki, seperti arti terjemahannya jalan kaki ke Santiago!) Dan berjalan kakinya tidak kira-kira : ratusan kilometer! .

Ziarah jalan kaki  bersama teman-teman satu rombongan yakni Valentino, Mildawani, Sapto dan Aryati Lukas. 

Mereka jauh - jauh datang ke negeri orang untuk menemukan kedamaian, tidak melulu disibukan pada hal - hal memenuhi indria - indria (kesenangan duniawi).

Namun bagaimana mendalami implementasi Tri Hita Karana dalam tingkatan global dari berbagai suku bangsa. 

Putu Suasta juga sedang menghindari hiruk pikuk politik tanah air yang bakal pasti mengganggunya mengingat ia dikenal  sebagai politisi intelektual tingkat nasional dari Bali, dimasa lalu dia juga pernah jadi tokoh Penting di Pusat  dari sebuah parpol yang pernah menjadi the rulling party?.

Namun kini, kesehariannya tengah menikmati “laku kabudayan”-nya sebagai pecinta budaya. Boleh jadi ia, seperti biasa, memikirkan dan mencari celah buat sahabat-sahabatnya yang sangat ia pedulikan untuk bisa eksplorasi di Eropa. 

Maka dengan berziarah spiritual dapat diduga Putu sedang memperkuat trend kehidupan beragama abad modern ini, yakni agama bukan lagi dianut sebatas iman doktriner yang cenderung saling tidak mengakui melainkan agama sebagai kekayaan bersama umat manusia yang semua merasa wajib saling menjaganya.

Sedangkan pada catatan kedua, boleh jadi Putu bukan menghindar dari kegaduhan parpol tapi justru sedang memberi sinyal betapa terjadinya krisis etika politik di Indonesia saat ini dan sebentar lagi puncaknya untuk menyambut kepemimpinan nasional yang baru yang menggantikan Presiden Jokowi. 

“Ini ziarah spiritual masa depan. Semua ras dan agama manusia saat ini berkumpul secara fisik maupun spirit untuk diri dan dunia yang lebih baik,” ujarnya.

Pengalamannya di Camino de Santiago, Putu hendak mengajak pula berkaca atas apa yang sedang terjadi di Negeri ini : Polarisasi ideologi di skala nasional dan (masih) pertikaian identitas seperti yang terjadi di Bali!., dimana kebudayaan Bali ditunggangi oleh kepentingan sesaat, dari para tokoh dan pemuka masyarakat

Pulau Dewata sebagai pusat spiritual Hindu banyak dikunjungi wisatawan dari mancanegara. 

Hingga saat ini, Bali mendapatkan berbagai julukan yakni Pulau Bali terkenal dengan julukan sebagai Pulau Dewata atau The Island of Gods karena kentalnya budaya Hindu.

Selain itu, The Island of Paradise (Pulau Surga karena memiliki keindahan alam yang tidak akan ditemui di tempat lain), The Island of Thousand Temples (Pulau Seribu Pura  karena hampir tiap pekarangan rumah penduduk yang beragama Hindu terdapat sebuah pura), The Morning of The World, The Last Paradise on Earth.

Apalagi sejak aktris Hollywood Julia Robert menjadikan Pulau Bali sebagai lokasi syuting film Eat Pray Love, nama Bali makin bersinar di dunia. 

Disamping dijadikan sebagai lokasi syuting, Pulau Bali juga digunakan sebagai tempat kunjungan dan liburan dari beberapa kepala negara, misalnya kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz (Raja Arab Saudi), Barack Hussein Obama (mantan presiden Amerika Serikat), Ratu Elizabeth.

Bahkan kegiatan bertaraf internasional juga pernah diadakan di Pulau Bali seperti IMF-World Bank. Miss World 2013, Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic (APEC) 2013.

Namun yang menarik dalam acara G20, dimana Presiden Jokowi gilirannya sebagai Presidensi G20, selanjutnya tahun 2023  digelar di India, kini tuan rumahnya Brasil. (GAB/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Manfaatkan Tol Laut, Pastikan Stabilitas Harga Bahan Pokok

Terpopuler

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif