Banner Bawah

Kampanye Pilkada Serentak, Pembedaan Politik Mendidik (Pedagogi) dengan Politik Sedakar Umbar Janji (Demagogi)

Admin - atnews

2024-10-27
Bagikan :
Dokumentasi dari - Kampanye Pilkada Serentak, Pembedaan Politik Mendidik (Pedagogi) dengan Politik Sedakar Umbar Janji (Demagogi)
I Gde Sudibya (ist/Atnews)

Oleh I Gde Sudibya
Dari perspektif sejarah, bangsa ini dibangun oleh para "guru" politik yang mumpuni di zamannya, memberikan visi dan motivasi besar untuk: melawan penghinaan penjajah, membangun masa depan dengan filsafat kehidupan yang kaya nan dalam, visi dan motivasi masa depan yang hendak dibangun dalam sebuah negara bangsa yang dibayangkan/dianggit (imagined the nation), meminjam istilah Indonesianist ternama Ben Anderson. 

Guru bangsa ini, menyebut beberapa: Tan Malaka, HA Salim, Soekarno, Hatta, Soetan Sjahrir. Pendiri Bangsa ini, adalah guru politik dalam artian sebenarnya, Demagog Politik.

Mereka guru politik buat rakyat dan bangsanya, tentang hak-hak politik yang harus diperjuangkan, bersama rakyat  untuk menggapai cita-cita bersama. Kontras dengan prilaku politik zaman NOW, yang sarat diwarnai politik umbar janji, yang untuk sebagian besar tidak akan dilaksanakan. 

Dengan ungkapan ke kinian: "pagi ngomong tempe, sore bicara kedele". Kritik satire, yang menggambarkan ambivalensi, kemenduaan, dan bahkan kemunafikan dari sebagian politisi, terlebih-lebih politisi "kutu loncat"  yang marak dalam "musim" Pilkada.

Muatan kampanyenya menjadi kontras, antara para pedagog politik dengan demagog politik.

Para demagog politik dengan berapi-api berkampanye tentang: deretan proyek dengan janji "sorga", aneka ragam proyek mercu suar, janji "dasa muka" bantuan sosial, termasuk menggosok "lampu aladin"  memutihkan hutang pemda.

Jangan ditanyakan kepada mereka: basis pilihan politik pembangunan, ukuran teknokratis: kelayakan lingkungan, dampak sosial ekonomi, ketersediaan pendananaan, risiko terpinggirkannya masyarakat lokal secara ekonomi dan kultural. 

Muatan kampanye yang sarat, meminjam istilah antropolog ternama UI Prof.Koentjoroningrat, sarat dengan sikap mental menerabas (ingin cepat, tidak menghargai proses, ingin cepat dapat untung), plus sikap politik AJI PUMPUNG.

Pesan politik yang tidak mencerdaskan, antara "Bumi dengan langit" dibandingkan dengan edukasi politik mencerahkan yang dilakukan oleh Tan Malaka, Soekarno dan Soetan Sjahrir. 

Kampanye politik yang "menjebak" bahkan membodohi, bagi 80 persen pemilih yang rata-rata pendidikannya setingkat kelas 7 (tidak tamat SMP), dengan rata-rata IQ yang menurut penelitian Bank Dunia dengan skor 78, jauh di bawah Vietnam dan juga Singapura.

Jebakan kampanye demagog ini, perlu dicerna lebih waras dan lebih cerdas oleh masyarakat pemilih, sehingga tidak mudah termakan, tamsilnya jargon politik "musang berburu ayam", yang membuat Bali dan masa depannya tetap "tidak baik-baik" saja.

Tantangan besar yang menghadang Bali: semakin rusaknya alam, konversi lahan pertanian yang tidak terkendali, "serbuan" tenaga kerja luar, kegagapan penguasa dalam mengelola "public utilities", potensi keterpinggiran masyarakat secara ekonomi dan kultural.

*) I Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi politik dan kecenderungan masa depan.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Presiden Jokowi Minta Edukasi Kebencanaan Segera Dilakukan

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng