Banner Bawah

Maha Kumbh Mela Tiap 144 Tahun, Perjalanan Ritual Ke India

Admin - atnews

2025-01-28
Bagikan :
Dokumentasi dari - Maha Kumbh Mela Tiap 144 Tahun, Perjalanan Ritual Ke India
Direktur Utama PT. Pak Oles Tockcer Dr Gede Ngurah Wididana (ist/Atnews)

India (Atnews) - Direktur Utama PT. Pak Oles Tockcer Dr Gede Ngurah Wididana yang dikenal dengan Pak Oles yang juga tekun Yoga mengatakan, lautan manusia menghadiri ritual Maha Kumbh Mela 2025 di Triveni Sangam yang terdiri dari tiga Sungai yakni Gangga, Yamuna dan Saraswati.

Ritual suci Maha Kumbh Mela yang berlangsung setiap 12 tahun sekali, dilakukan di empat tempat, yaitu di Haridwar, Ujjain, Nashik, Prayagraj.  

Pada tahun 2025, Maha Kumbh Mela dirayakan selama 45 hari dari 13 Januari sampai 26 Februari, yang merupakan tahun yang sangat spesial, karena hanya terjadi setiap 144 tahun, saat planet matahari (Surya), bulan (Chandra) dan Jupiter (Brihaspati) dalam satu garis lurus, sehingga memberikan vibrasi positif yang sangat kuat bagi perkembangan spiritual manusia.  

Kejadian selarasnya posisi ketiga planet tersebut, khususnya planet Jupiter yang merupakan planet terbesar, sebagai planet penyelamat bumi, yang mampu menyedot planet atau benda-benda angkasa lain, seperti asteroid dan komet yang mencoba menabrak bumi secara acak, untuk masuk ke dalam planet Jupiter, sehingga planet bumi menjadi terselamatkan dari benturan dan goncangan.  

Vibrasi Planet Jupiter juga sangat mempengaruhi kemajuan kehidupan spiritual dan material umat manusia, tentu semuanya itu berkat kuasa dari kemaha-kuasa Tuhan Sang Pencipta. 

Setiap hari diprediksi 10 juta orang melakukan ritual suci di tepi Sungai Gangga, dan sampai akhir acara pada 26 Februari, mencapai sebanyak 400 juta orang.  

"Mereka datang dengan naik kendaraan, mobil, motor, truk, kereta, pesawat terbang ke kota tujuan dan berjalan puluhan kilometer sampai di tepi sungai Gangga," kata Pak Oles didampingi istri bersama Sayoga, Putu Suasta, dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, Sp.KK di India, Selasa (28/1).

Para peziarah dari tua, muda, anak-anak, bahkan ada yang naik kursi roda atau digendong ikut berhimpitan berjalan menyusuri jalan beton selebar 12 meter sepanjang 10 kilometer.  

Mereka datang dengan penuh harapan dan doa untuk kesejahteraan dan kedamaian umat manusia.  

Ribuan polisi, tentara dan pengaman swadaya bahu - membahu mengamankan acara ritual tersebut.  

Kemacetan berpuluh-puluh kilometer di jalan raya menuju kota menjadi sangat parah. Para peziarah yang terjebak macet tidak terlihat mengeluh, mereka masih bisa tersenyum dan tertawa menikmati panasnya udara dan debu di pinggir jalan.  

Kemiskinan dan penderitaan hidup yang mereka lakukan setiap hari sudah menjadi bagian dari kehidupan yang harus dijalani.  

Ritual suci ke Sungai Gangga, Yamuna dan Saraswati dalam Maha Kumbh Mela yang mereka lakukan menjadi energi baru untuk bangkit dan kuat, memiliki spirit yang mantap, tangguh dan gigih untuk melanjutkan perjuangan hidup.  

Mereka yang datang ke Maha Kumbh Mela merasakan getaran kekuatan spiritual yang positif, karena mereka percaya, tulus, dan berusaha dengan penuh semangat untuk bekerja, berdoa, dan berserah diri. (GAB/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Gubernur Otomatis Jadi Komandan Satgas Darurat Bencana

Terpopuler

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Soroti Kasus Kekerasan Anak, Seniasih Giri Prasta Tekankan Pentingnya Ikatan Emosional Orang Tua dan Anak

Soroti Kasus Kekerasan Anak, Seniasih Giri Prasta Tekankan Pentingnya Ikatan Emosional Orang Tua dan Anak

Dugaan Kekerasan Terhadap Anak, Pengelola Panti Asuhan di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali Ditahan Polisi

Dugaan Kekerasan Terhadap Anak, Pengelola Panti Asuhan di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali Ditahan Polisi

Ribuan Siswa Kodiklatal Gelar Lattek Wira Jala Yudha, dan Aksi Bersih Pantai di Pantai Mertasari Sanur Denpasar Bali

Ribuan Siswa Kodiklatal Gelar Lattek Wira Jala Yudha, dan Aksi Bersih Pantai di Pantai Mertasari Sanur Denpasar Bali