Banner Bawah

Meet and Great with Maudy, DPD PUTRI dan HIPMI Bali Gelar Nonton Bareng & Charity Film 1 Kakak 7 Ponakan Bersama

Admin - atnews

2025-02-01
Bagikan :
Dokumentasi dari - Meet and Great with Maudy, DPD PUTRI dan HIPMI Bali Gelar Nonton Bareng & Charity Film 1 Kakak 7 Ponakan Bersama
Ketua DPD PUTRI Bali IGAA Inda Trimafo Yudha dikenal Gek Inda (Artaya/Atnews)

Denpasar (Atnews) - DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia Bali (PUTRI Bali) kerjasama dengan BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali menggelar Nonton Bareng & Charity Film "1 Kakak 7 Ponakan Bersama" di ICON Mall Denpasar, Jumat (31/1).

Acara itu sekaligus Meet and Great with Maudy Koesnaedi kelahiran 8 April 1975 sebagai artis film tersebut.

Maudy juga seorang model, dan pembawa acara Indonesia keturunan Sunda. Maudy memulai kariernya dari modeling dengan mengikuti pemilihan Abang None Jakarta pada tahun 1993. Ia terpilih sebagai None Jakarta Utara dan None Jakarta pada pemilihan tersebut.

Pada kesempatan itu hadir Ketua DPD PUTRI Bali IGAA Inda Trimafo Yudha dikenal Gek Inda, Ketua Umum BPD HIPMI Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih dikenal Ajus Linggih yang juga Ketua Komisi II DPRD Bali, Ketua Bali Tourism Board (BTB) / GIPI Bali IB Agung Partha Adnyana.

Hadir pula Ni Putu Putri Suastini Koster istri Gubernur Bali Terpilih Wayan Koster, IA. Selly Mantra istri dari Anggota DPD RI Dapil Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra yang juga Mantan Walikota Denpasar, President IABC Bali Branch yaitu Ida Bagus Rai Budarsa, yang juga Founder ICON Mall dan Hatten Wines, Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali Anak Agung Bagus Tri Candra Arka alis Gung Cok yang juga Anggota Komisi IV DPRD Bali.

Ketua PUTRI Bali Gek Inda mendukung industri kreatif karya anak bangsa. Sekaligus membumikan gerakan cinta film nasional di tengah gempuran film-film produksi negara lain.

Film "1 Kakak 7 Ponakan" yang disutradarai oleh Yandy Laurens. Film tersebut menampilkan Chicco Kurniawan, Amanda Rawles, Ringgo Agus Rahman, Niken Anjani, Kiki Narendra, Maudy Koesnaedi, Freya JKT48, Fatih Unru, Ahmad Nadif, dan Kawai Labiba. Film tersebut telah dirilis pada 23 Januari 2025.

Dengan sinopsis film, setelah kematian mendadak kakak-kakaknya, Hendarmoko (Chicco Kurniawan) seorang arsitek muda yang sedang berjuang, tiba-tiba menjadi orangtua tunggal bagi keponakan-keponakannya. Ketika kesempatan untuk kehidupan yang lebih baik muncul, dia harus memilih antara kehidupan cintanya, karier atau keponakan-keponakannya.

Dengan kehadiran film itu dapat menambah gairah orang tua atau pecinta film untuk menyaksikan karya tersebut yang memberikan pesan kepada keluarga.

Dalam dunia pariwisata, sektor industri kreatif tidak dapat dipisahkan. Untuk itu, pihaknya mengucapkan terima kasih Maudy Koesnaedi yang sudah berkenan hadir.

"Kebetulan anak Maudy Koesnaedi satu sekolah dengan anak saya," ujar Gek Inda.

Dirinya tidak lupa menegaskan, bahwa hasil nonton bareng tersebut digunakan sebagai Charity.

Sementara itu, Ketua BPD HIPMI Bali Ajus Linggih mendukung penuh acara itu agar karya anak bangsa semakin dicintai oleh masyarakat.

Apalagi Bali sebagai daerah pariwisata ditopang oleh industri kreatif kriya dan kerajinan Bali. Sekaligus acara itu dapat menularkan semangat kewirausahaan kepada anak-anak muda.

"Disini mewakili teman-teman HIPMI Bali mendukung apa yang menjadi program PUTRI, apalagi Ketua DPD PUTRI Bali (Gek Inda-red) Mantan Ketum HIPMI sekaligus Tante Saya," ungkapnya.

Untuk itu, diperlukan kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha dan pelaku industri film dalam memajukan industri kreatif tersebut dalam menopang perekonomian Bali dan nasional.

Putri Koster mengharapkan produksi film-film nasional bisa mengangkat budaya nusantara yang lebih luas.

Kekayaan budaya nusantara mampu memberikan warna menarik dalam produksi film sehingga semakin dikenal dunia.

"India punya Bollywood, Amerika punya Hollywood dan Bali harap punya Baliwood," harapnya.

Sedangkan, Maudy Koesnaedi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan dukungan produksi film tersebut.

Film itu menyoroti kehidupan generasi sandwich dalam kehidupan berkeluarga.

Generasi sandwich merupakan istilah untuk orang dewasa yang harus menanggung hidup tiga generasi, yaitu orang tua, diri sendiri, dan anak. 

Bahkan film itu sudah diberikan pendapat dari berbagai pihak. Menariknya lagi, seberapun kuat menahan air mata tetap jatuh juga. "Seberapun kuat menahan air mata tetap jatuh juga," pungkasnya. (GAB/ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Gubernur Otomatis Jadi Komandan Satgas Darurat Bencana

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng