Banner Bawah

Danau Batur: Ancaman Lingkungan dan Vibrasi Kesucian, Tantangan Desa Lintang Danu untuk Menyelamatkannya

Admin - atnews

2025-02-15
Bagikan :
Dokumentasi dari - Danau Batur: Ancaman Lingkungan dan Vibrasi Kesucian, Tantangan Desa Lintang Danu untuk Menyelamatkannya
Jro Gde Sudibya (ist/Atnews)

Oleh Jro Gde Sudibya
Pengoperasian cruise di Danau Batur, yang telah dipasarkan secara global, kembali membuktikan prinsip dasar Pariwisata Budaya diingkari, kapitalisme pariwisata yang "memuja" laba dimenangkan. 

Prinsip dasar pengaturan ruang Tri Mandala, Danau sebagai kawasan hutama mandala yang seharusnya disucikan, kembali diingkari.

Danau Batur terus mengalami tekanan, lingkungan alam dan rasa kesucian, mirip dengan danau lainnya, Beratan, Buyan, Tamblingan. 

Dalam perspektif lingkungan, tekanan terhadap Danau Batur: banjir dari arah Timur  Tukad Balingkang yang lumpurnya masuk ke Danau, pendangkalan terus berlangsung, budi daya perikanan yang tidak terkendali, usaha wisata di sekitar danau yang "sekali tiga uang" tidak terkontrol. 

Usaha pertanian yang tidak ramah lingkungan, penggunaan pupuk kimia dan pestisida sudah melewati takaran. Akibatnya, air danau Batur, di beberapa tempat, konon tidak lagi layak dikonsumsi secara langsung. 

Tantangan bagi Desa Lintang Danu: Songan, Trunyan, Buahan, Kedisan, Batur, menyusun program aksi untuk menyelamatkan danau, yang dalam prasasti disebut "segara danu tan metepi" sebutan lain dari Tuhan itu sendiri. 

Tempat yang secara berkala dikunjungi, tempat "metirtha yatra" raja besar Bali Ida Dalem Waturenggong. Sekadar berbagi, Bali akan terus  berubah, karena perubahan adalah sebuah keniscayaan. Yang sepatutnya dijaga termasuk oleh semeton ring Desa Pakraman Lintang Danu, perubahan yang tetap dalam poros Catur Purusa Artha: Dharma, Artha, Kama, Moksha. 

Kearifan Lokal dalam menjaga Alam yang ada, menyebut beberapa: ring Bubung Songan, "bentang alas" ring Trunyan, Kearifan pengaturan ruang ring Buahan dan Kedisan, kekayaan sastra ring Toya Mampeh (bagian dari palebahan Desa Batur), hubungan "simetri" Danau Batur - Gunung Batur yang "terwadahi" ring Pura Jati dan Pura-Pura lainnya, tetap dijaga kelestariannya.

Dengan berat hati harus dikatakan, sudah tentu tidak diinginkan Danau Batur mengalami kehancuran kembali, seperti kehancuran di masa lalu, dalam sebuah kepemimpinan, yang dalam bahasa kultur Jawa "mikul duhur, mendem jero". Tidak bermaksud untuk mengungkapkan aib lama, sekadar "pewungu" untuk sejarah tidak kembali terulang.

Kita sudah terlalu banyak bicara "Ajeg Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali", termasuk Danu Kertih, sekarang tantangannya, bagaimana eksekutif  dan legislatif Bangli, Bali dan semua "stake holders" pariwisata  yang memperoleh manfaat  dari pemandangan Danau Batur dan Gunung Batur, bahu membahas "ngerombo" Desa Lintang Danu, dalam penyelamatan dan pelestarian Danau Batur.

*) Jro Gde Sudibya, intelektual Bali, bermukim di Desa Tajun, di  Kaja Kangin Bukit Sinunggal.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Dukungan TNI di Wilayah Bencana Untuk Wujudkan Stabilitas Sosial Masyarakat

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng