Banner Bawah

Bandara Bali Utara, Soroti Penutupan Sementara, Demer: Jangan sampai Ekonomi Pariwisata Bali Lumpuh karena Satu Bandara

Admin - atnews

2025-03-11
Bagikan :
Dokumentasi dari - Bandara Bali Utara, Soroti Penutupan Sementara, Demer: Jangan sampai Ekonomi Pariwisata Bali Lumpuh karena Satu Bandara
Anggota Komisi VI DPR RI dari Dapil Bali, Gde Sumarjaya Linggih  (ist/Atnews)

Denpasar (Atnews) - Penutupan Sementara Bandara I Gusti Ngurah Rai yang memiliki satu runway akibat kendala teknis pada pesawat Airfast Sabtu (8/3/2025), tengah mendapatkan sorotan publik.

Untuk itu, penambahan Bandara Bali Utara sudah menjadi kebutuhan mendesak dalam melengkapi Bandara Ngurah Rai.

Anggota Komisi VI DPR RI dari Dapil Bali, Gde Sumarjaya Linggih dikenal Demer, menilai insiden ini sebagai alarm bahwa Bali tidak bisa terus bergantung pada satu bandara saja. 

Ibarat kata pepatah, jangan menaruh telur pada satu keranjang. Jadi ada risiko sangat besar bagi pariwisata dan ekonomi Bali jika terus bergantung pada Bandara Ngurah Rai tanpa adanya bandara baru di Bali Utara.

"Jangan sampai ekonomi dan pariwisata Bali lumpuh hanya karena satu bandara mengalami gangguan," tegas politisi Golkar ini, Minggu (9/3/2025).

Akibat insiden tersebut, sebanyak 31 penerbangan domestik dan internasional terdampak karena runway tidak bisa digunakan. Menurut Demer, kejadian ini bukan yang pertama dan memperlihatkan betapa rentannya perekonomian Bali yang bertumpu pada satu akses udara. Ia mengingatkan bahwa erupsi Gunung Agung beberapa tahun lalu juga pernah memaksa Ngurah Rai tutup total, menyebabkan kerugian besar bagi pariwisata Bali.

Lebih dari sekadar tambahan infrastruktur, pembangunan Bandara Bali Utara dipandang sebagai langkah strategis dalam transformasi ekonomi dan pariwisata. Dengan bandara baru, arus wisatawan tidak lagi terganggu oleh faktor teknis maupun bencana alam.

"Suka atau tidak, kita harus beradaptasi. Bandara baru berarti ekonomi yang lebih kuat, pariwisata lebih maju, dan kesejahteraan masyarakat meningkat," ujar Demer.

Menurutnya, kesejahteraan masyarakat saat ini jauh lebih baik dibanding masa lalu, sehingga peluang investasi swasta untuk membangun bandara baru harus disambut dengan tangan terbuka. Jika ada investor yang berminat, pemerintah sebaiknya segera memberikan izin, terutama jika anggaran negara masih dialokasikan untuk proyek lain.

Demer menekankan bahwa bandara bukan hanya tentang transportasi, tetapi juga infrastruktur vital yang menentukan kelangsungan ekonomi Bali. Ia menyoroti bagaimana destinasi wisata lain di Indonesia seperti Labuan Bajo, Danau Toba, dan Manado mengalami penurunan jumlah wisatawan akibat sulitnya akses penerbangan.

"Kalau sulit dijangkau, wisatawan akan berkurang. Jangan sampai Bali mengalami hal yang sama hanya karena kita menunda pembangunan bandara baru," pungkasnya.

Sebagai wakil rakyat dengan pengalaman panjang dan latar belakang sebagai pengusaha, Demer optimistis bahwa Bandara Bali Utara akan menjadi solusi strategis untuk memastikan pariwisata Bali tetap tumbuh tanpa hambatan.

Sebelumnya, Pengelana Global Putu Suasta mengalami delay pesawat yang akan berangkat ke Jakarta dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Oleh karena pesawat Airfast dengan nomor registrasi DH PK OAM 6 dari Benete, Sumbawa Barat mengalami kendala teknis saat melakukan pendaratan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Sabtu, 8 Maret 2025 pada pukul 09.26 WITA.

"Pantesan, semua pesawat delay," kata Putu Suasta yang juga Alumni UGM dan Cornell University.

Dirinya masih di Bandara Ngurah Rai,  seharusnya sudah berangkat tadi. Selama satu jam sudah delay yang dirasakan. "Masih di Bandara, harusnya sudah berangkat tadi," ujarnya.

Bahkan Suasta mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut awalnya, sebelum ada pemberitaan dari media online. 

"Ndak ada, cuma di layar monitor dibilang delay. Dan pesawat akan diberangkatkan pukul 12.50 WITA," bebernya. 

Untuk itu, Suasta meminta Bali memiliki Bandara Internasional yang memiliki 2 atau 3 runway. Maka Bandara Bali Utara memang jadi kebutuhan mendesak. Ia menilai  Bandara Ngurah Rai sudah tua dan letih, banyak alami keluhan.

"Sudah saatnya lapangan terbang punya 2 atau 3 run way. Melihat kesibukan, satu runway masalah yang lain bisa dipakai. Lapangan terbang Bali Utara mendesak untuk dibangun," tegasnya.

Sementara itu, General Manager (GM) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Ahmad Syaugi Shahab pesawat Airfast dengan nomor registrasi DH PK OAM 6 dari Benete, Sumbawa Barat mengalami kendala teknis saat melakukan pendaratan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Sabtu, 8 Maret 2025 pada pukul 09.26 WITA, 

Terdapat 7 orang penumpang yang semuanya telah dievakuasi dan tidak mengalami cedera serius.

Akibat kendala tersebut pesawat sempat berada di runway sehingga untuk alasan keselamatan dan keamanan operasional penerbangan, untuk sementara runway tidak dapat didarati dan digunakan untuk lepas landas berdasarkan NOTAM Nomor A0668/25 NOTAMN perihal penutupan runway dari pukul 10.15 WITA sampai dengan 12.10 WITA. 

Hal ini dilakukan untuk mengevakuasi penumpang dan pesawat ke apron, serta memeriksa dan memastikan tidak ada objek asing yang tertinggal di runway krena peristiwa ini, yang dapat berpotensi membahayakan keamanan keselamatan penerbangan.

Atas peristiwa ini terdapat 31 penerbangan berdampak, terdiri dari 10 penerbangan keberangkatan terdampak penundaan keberangkatan atau delayed yang terdiri dari 5 penerbangan domestik dan 5 internasional.

Sementara terdapat 21 penerbangan kedatangan yang terdampak, terdiri dari 9 penerbangan domestik dan 12 internasional. 

Penerbangan kedatangan mengalami pengalihan pendaratan atau divert ke beberapa bandara alternatif seperti Lombok sebanyak 6 penerbangan, Surabaya (5), Makassar (3), Semarang (2), Jakarta (1), dan Banyuwangi (1). Terdapat 3 penerbangan kedatangan yang kembali ke bandara asal atau Return To Base (RTB) yakni di bandara Lombok, Jakarta, dan Singapura.

"Saat ini semua pihak sedang berupaya melakukan yang terbaik agar runway dapat segera beroperasi kembali," pungkasnya. (GAB/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : PVMBG Tetapkan Zona Berbahaya Sektoral Gunung Karangetang

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius