Badung (Atnews) - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mitra kerjanya Dinas Kebudayaan bertempat di ruang Gosana II Gedung DPRD Badung di Mangupura, Selasa (18/3).
Rapat ini dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana B.Com. MM didampingi anggota I Gde Suraharja, SH dan I Nyoman Dirgayusa, SE.
Graha Wicaksana mengatakan, RDP dilaksanakan sebagai evaluasi atas pelaksanaan Festival Ogoh-Ogoh yang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung.
Mengingat gelaran Festival Ogoh-Ogoh yang baru pertama kali dilaksanakan ini banyak menuai kritikan dari Yowana (Seka Teruna). Bahkan menjadi viral dengan kritikan yang terkadang menohok.
"Kami dari Komisi IV DPRD mengapresiasi Dinas Kebudayaan yang sudah memfasilitasi festival ogoh-ogoh ini. Tentu dalam pelaksanaan di lapangan tidak ada yang sempurna," ucap Wicaksana.
Untuk itu pihaknya berharap agar ada kesepahaman bersama dalam menanggapi kritik dari masyarakat atas ketidak sempurnaan pelaksanaan festival ogoh-ogoh ini.
Wicaksana minta ke depan pelaksanaan festival ogoh-ogoh bisa ditingkatkan menjadi lebih baik. Jangan kalah dengan Kabupaten lainnya. Dan jangan pula melihat dana yang mungkin tidak begitu besar.
Mengenai dana pembuatan ogoh-ogoh ini pihaknya akan meningkatkan di masa yang akan datang. Karena dalam pembuatan Ogoh - Ogoh diperlukan dana yang lumayan besar.
" Kami harapkan dana yang diberikan untuk tahun depan bisa ditingkatkan lagi," ujar Wicaksana. Sembari menambahkan, festival ogoh-ogoh salah satu upaya dalam pelestarian adat dan seni budaya Bali. Bahkan ke depannya bisa menjadi festival unggulan Badung.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung Gde EKa Sudarwitha mengakui kegiatan festival ogoh-ogoh yang pertama kali di Kabupaten Badung yang dipusatkan di Puspem Badung belum sempurna.
Ia pun tidak menyangka animo masyarakat yang datang ke Puspem membludak jauh dari perkiraan.
Pihaknya siap menyempurnakan berbagai kekurangan yang ada. Terutama banyak ditanyakan kreteria perlombaan serta penilaian oleh dewan juri.
"Kami mengapresiasi secara kelembagaan Dewan sudah menunjukkan perhatiannya kepada kami. Sehingga apa yang menjadi kekurangan dapat kami sempurnakan demi suksesnya ajang tahunan yang paling menjadi perhatian masyarakat luas," demikian Sudarwitha. (Mur).