Banner Bawah

Sumber Air di Bali, Permasalahan dan Solusinya

Admin - atnews

2025-03-22
Bagikan :
Dokumentasi dari - Sumber Air di Bali, Permasalahan dan Solusinya
Danau Batur (ist/Atnews)

Oleh I Gusti Bagus Wijaya Kusuma
Teologi dan Etika Air merupakan cermin kearifan lokal dalam pengelolaan air yang menegaskan peran lembaga masyarakat dalam manajemen air. 

Pengelolaan sumberdaya air dilakukan melalui pendekatan teologik-teknologis-teknokratis, karena air bersifat tangible-intangible. Teologi dan Etika mempunyai landasan akademik terhadap pendekatan sektoral pemanfaatan sumberdaya alam. 

Para ilmuwan dan pengambil kebijakan harus berhati – hati dalam mengambil keputusan pengelolaan sumberdaya alam. Pengambil kebijakan hendaknya jangan memandang rendah pada kearifan lokal dan jangan pula berasumsi bahwa hanya pengetahuan modern yang valid dalam memecahkan masalah pengelolaan air.

Visi pengelolaan air dalam UU No. 7 Tahun 2004 mengamanatkan bahwa air harus dikelola melalui penataan seluruh ekosistemnya dalam satu kesatuan pengelolaan. 

Keseimbangan kedudukan air sebagai benda sosial, lingkungan hidup dan ekonomi. Mengakui air sebagai satu karunia dimana keberadaan sumberdaya air diatur oleh mekanisme alam yang bersifat sangat adil dan fleksibel.

Karakteristik air telah memberi inspirasi masyarakat Bali memahami nilai skala- niskala, rwa-bhinneda dan rekonsliatif air. Sistem pengelolaan secara transparan, demokratis dan tercermin dalam pengambilan keputusan melalui forum dialog kelompok masyarakat Bali dilaksanakan dalam sistem pertanian dan subak sebagai sistem budaya yang didukung oleh norma, kelembagaan dan artofak sebagai berikut:

1) Karakteristik sebaran keberadaan air menunjukkan bahwa air selalu bergerak mencari
jalannya secara bertahap dalam bentuk tetes, aliran, gelombang dan dapat berubah wujud menjadi uap ataupun salju, namun dapat berbalik kembali dalam bentuk badai dan tsunami. Air memberikan kehidupan ekonomi, sosial yang adil dan transparan. Secara etika moral, sistem pengaturan memungkinkan setiap orang untuk dapat memenuhi kebutuhan air. Kegagalan memperoleh kebutuhan air secara etik menggambarkan kegagalan sistem distribusi, juga menggambarkan ketidakberhasilan sistem ekonomi untuk mencapai konsumen, karena air tidak diproduksi. Karakter air karenanya dapat memberi pembelajaran politik yang demokratis dan bermoral.

2) Perjalanan air yang melintas tanpa batas negara karena sifatnya yang dapat berubah dari padat, cair dan gas. Keajaiban siklus hidrologis di alam dinyatakan dalam Weda (Rig. 2.35.3) Water collects together, others join them as rivers and they flow together to a common reservoir. The pure water has gathered round the hydrodynamic power. Keberadaan air pada semua tempat dan makhluk secara dinamik sehingga dapat memberikan pembelajaran keanekaragaman, rekonsiliatif, toleransi dan konsistensi.

3) Tubuh manusia berawal dan dihidupi oleh aliran air, air kehidupan (narayan). Air di alam semesta dimana sebarannya diibaratkan sebagai tujuh sungai kehidupan di India (Saptanadi). Distribusi air dalam seluruh kehidupan dan sistem penyangganya memiliki spirit dan etika pemeliharaan yang bersahaja dan damai seperti sifat keibuan. Saraswati sebagai wanita danau penyedia air susu sumber kehidupan. Saraswati, Air susu-Nya yang melimpah-limpah sebagai sumber kesejahteraan, diberikan kepada semua yang baik. Saraswati, sebagai Ibu yang paling utama, sungai yang paling mulia. Dewi yang paling mulia yang memberi kemasyuran. Itu sebabnya kita harus belajar tentang Air pemberi dan penjaga kehidupan.

4) Eksistensi Pekaseh, Sedahan Agung dan Sabhantara sebagai kelembagaan subak bersifat otonom dan memiliki aturan dan hukum tersendiri. Kehadiran sistem subak telah mampu menghasilkan terasering penampungan air yang tersimpan dalam sistem lanskap. Ayunan simpanan energi analog dengan Pelungan Ida Bhatara yang menghubungkan semua titik sebagai perjalanan suci kehidupan. Keajaiban perjalanan air telah mampu menghasilkan kelembagaan tradisional pengairan yang mandiri. Perlu adanya upaya bersama dalam pengaturan kelembagaan tersebut sesuai dengan dinamika masyarakat.

5) Air telah tersedia dalam berbagai tingkatan potensi, terdistribusi secara ajaib dan menakjubkan melalui mekanisme abadi siklus hidrologi. Ganet Hardin mengungkapkan bahwa ketidakarifan pengelolaan sumberdaya menghasilkan suatu tragedy of common, akibat tidak jelas dan tidak dipatuhinya aturan main. Lebih baik hati – hati mengelola konflik sumberdaya air agar tidak membayar dengan biaya sosial yang sangat tinggi. Perlu diupayakan forum – forum dialog sebagai pemberdayaan dan kajian strategis untuk mengelola sumber daya air tersebut.

Pada millenium ketiga ini air menjadi Sumber Daya Alam (SDA) yang lebih penting dibandingkan dengan minyak, gas dan pertambangan alam lainnya. Pentingnya air sebagai sumber daya alam dapat ditinjau dari segi ekonomi maupun nilai untuk menunjang kehidupan manusia, dan diperkirakan pada dua generasi mendatang dunia akan menghadapi masalah air yang serius, karena pada masa itu penduduk dunia diprediksikan akan mencapai tiga miliar dimana sebagian besar bermukim di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sejalan dengan pertambahan penduduk dan industrialisasi di Indonesia, kebutuhan akan air (terutama air bersih) akan cenderung semakin meningkat. Akan tetapi, meningkatnya kebutuhan air ini justru diikuti dengan berkurangnya sumber-sumber air itu sendiri, baik itu sumber air tanah ataupun air permukaan.

Permasalahan yang kompleks terhadap sumber-sumber air dewasa ini berpengaruh terhadap persediaan air.

Pertambahan jumlah penduduk yang sangat cepat merupakan suatu masalah serius yang dihadapi kota-kota besar, termasuk kota Denpasar. 

Meningkatnya jumlah penduduk berarti semakin meningkatkan pemenuhan akan kebutuhan air bersih. Sehingga keberhasilan dalam melayani kebutuhan akan air bersih bagi masyarakat adalah tergantung dari sistem perencanaan jangka panjangnya seiring dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk namun berkurangnya sumber air yang ada.

Perencanaan jangka panjang proses penyusunannya secara hirarkis dimulai dari perumusan visi dan misi perusahaan (corporate vision and mission) yakni suatu yang dicita-citakan yang nantinya akan menjadi arahan jangka panjang bagi pengelolaan perusahaan. 

Suatu misi haruslah dirumuskan oleh pendiri atau pemilik perusahaan selama waktu berjalan, namun bisa saja suatu kelompok manajemen atau masyarakat ditugaskan untuk meninjau kembali misi yang telah dirumuskan terdahulu dengan menimbang adanya dinamika (perubahan) dan perkembangan yang terjadi. 

Disinilah peran serta masyarakat (dalam hal ini para pemikir) diharapkan dapat terlibat untuk bersama-sama mengemban misi kedepan, sehingga dapat memecahkan masalah yang ada. 

Dalam menentukan kebutuhan penduduk atau konsumen terhadap air bersih terlebih dahulu ditentukan standar konsumsi air.

Saat ini standar konsumsi air untuk daerah perkotaan adalah sebesar 160 liter per orang per hari. Namun untuk standar konsumsi seluruh masyarakat adalah 200 liter per orang per hari, dengan ketentuan pelayanan sebagai berikut: 1) Pemenuhan pelayanan domestik sebesar 80% dari jumlah penduduk. Pelayanan domestik mencakup pelanggan rumah tangga dan kran umum; 2) Pemenuhan pelayanan nondomestik sebesar 23% dari pelayanan domistik. Pelanggan nondomistik mencakup instansi pemerintah/sosial, industri dan perdagangan , pelabuhan dll; 3) Kehilangan air sebesar 20% dari pelanggan domestik dan nondomestik. 

Jumlah penduduk 4.300.000 jiwa dengan prosentase 80% dari jumlah penduduk yang terlayani. Dengan prosentase 23% dari kebutuhan domistik serta prosentase 20% dari kebutuhan domistik dan non domistik.

Berdasarkan perhitungan diatas terdapat kesenjangan antara proyeksi produksi dalam melayani kebutuhan penduduk akan air bersih. Dalam mengatasi meningkatnya permintaan akan air bersih (dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk, perubahan pola konsumsi air masyarakat, terbatasnya sumber air) serta untuk mengantisipasi peningkatan tersebut, maka telah dilakukan pembuatan sumur – sumur dalam (bor) baru.

Pengunaan sumur bor (sumur dalam) semakin lama akan sangat membahayakan lapisan bumi dimana penggunaannya yang semakin meluas akan dapat menurunkan permukaan bumi secara bertahap, sehingga dampaknya akan sangat berbahaya bagi keselamatan mahkluk hidup yang ada dipermukaan bumi termasuk umat manusia, walaupun dampaknya tidak terasa sekarang akan tetapi suatu saat kedepan akan dirasakan oleh generasi berikutnya. 

Hal ini terjadi karena air tanah (ground water) memiliki kecepatan masuk yang lebih rendah dibandingkan kecepatan pemompaan keluar, sehingga berakibat pada kosongnya lapisan ground water. Sebagai akibatnya maka permukaan bumi akan menurun secara bertahap.

Penurunan debit air saat ini telah terjadi di beberapa sumber mata air. Berdasarkan pada penelitian yang dilakukan di Danau Buyan (Buleleng), maka air di danau Buyan telah mengalami penyusutan yang sangat drastis dalam dua tahun belakangan ini.
  
Berkurangnya volume air di danau Buyan banyak disebabkan karena berubahnya topografi di sekitar danau Buyan. Telah terjadi ketidakseimbangan antara kecepatan evaporasi air danau dengan perembesan air permukaan yang mengalir menuju danau Buyan.

Yang pertama, dalam penelitian ini disampaikan bahwa beda temperatur, kelembaban dan kecepatan angin sangat mempengaruhi terbentuknya hujan di sekitar danau Buyan. Telah terjadi peningkatan temperatur di sekitar danau Buyan sekitar 40C, kelembaban yang semakin tinggi dan kecepatan angin yang semakin lemah.

Ketiga parameter tersebut mendorong meningkatnya evaporasi air di danau Buyan namun mengurangi potensi terjadinya hujan sehingga secara langsung akan berakibat pada menurunnya volume air danau Buyan.

Yang kedua, apabila memperhatikan topografi yang ada di sebelah selatan danau Buyan, maka tampak dengan jelas adanya perubahan pada jenis tanaman/pepohonan, dimana tidak ada lagi pohon yang mampu menyerap air permukaan. Sebagai akibatnya maka ketika turun hujan dengan lebat, seluruh air yang mengalir di permukaan tanah akan hanyut dalam bentuk sedimentasi menuju ke danau. Hal ini secara langsung akan menutup permukaan danau dan menyebabkan menyusutnya volume air danau Buyan. Terbukti juga bahwa debit aliran sungai yang mengalir baik ke arah selatan maupun ke utara mengalami penyusutan akibat tertutupnya aliran ke sungai – sungai sebagai hasil dari proses sedimentasi tersebut.

Yang ketiga, telah terjadi eksploitasi yang berlebihan terhadap air danau Buyan. Dalam satu setengah tahun ini telah terjadi pemakaian air sebesar 20.000 m3.

Yang keempat adalah, diduga terjadi kebocoran di sekitar danau Buyan. Hal ini bisa dilakukan dengan sengaja maupun tidak disengaja. Tidak disengaja adalah akibat adanya pergeseran pada permukaan bumi, sehingga mengakibatkan terjadinya celah di dasar ataupun di bibir danau. Sedangkan yang disengaja adalah akibat adanya kegiatan ekslpoitasi terhadap permukaan bumi, yang secara tidak disadari berakibat pada retaknya permukaan bumi, tepat di sisi yang sama dengan dasar danau. Apabila penyusutan air danau Buyan disebabkan oleh eksploitasi air untuk perkebunan, sedimentasi dan peningkatan evaporasi, maka kecepatan penyusutan tersebut tidak akan mencapai angka 4.029.675,8418 m3 dalam kurun waktu satu setengah tahun ini. 

Sehingga perlu ditengarai adanya retak dan kebocoran baik di dasar maupun bibir danau. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan tracer (pencacah) isotop radiokatif, sehingga akan diketahui bagaimana penyusutan air danau Buyan terjadi secara drastis.

Peningkatan temperatur dan menyusutnya air di danau Buyan tidak bisa ditoleransi lagi, karena sudah menjadi komitmen kita bersama untuk mempertahankan kenaikan temperatur sebesar 10C dalam waktu seratus tahun dan menjaga volume air tidak melebihi 20.000 m3 per tahun. 

Untuk mengatasinya maka perlu: 1) Pemercepatan penghijauan kembali di lereng – lereng gunung yang mengelilingi danau Buyan. Untuk bisa mencapai temperatur sebesar 10C dalam waktu seratus tahun, maka luas hutan yang harus dibuat adalah lima kali dari luas hutan yang ada sekarang. Hal ini selain akan mengurangi perubahan temperatur juga akan mengurangi laju evaporasi air danau dan mempercepat proses kondensasi di permukaan. Dengan demikian kapasitas dari aliran air akan senantiasa konstan dan setimbang serta akan mengembalikan volume air danau Buyan.

2) Lahan sayuran yang saat ini ada di sekitar danau Buyan perlu pembudidayaan secara benar. Diperlukan metoda dan teknik penanaman yang baik sehingga tidak memerlukan banyak air untuk pembudidayaannya.

3) Sumur bor yang ada di sekitar danau Buyan juga perlu dihentikan serta diuji dengan isotop radioaktif, untuk membuktikan bahwa tidak ada kebocoran di bibir dan dasar danau akibat pemboran tersebut.

4) Penegasan kembali terhadap sempadan, hak dan kewenangan masyarakat sekitar danau, peran pemerintah dan upaya penanggulangan secara terpadu. One island one gate policy.
Perlu diketahui, bahwa semakin banyak sedimentasi yang terjadi di danau Buyan
akan berakibat pada menurunnya volume air di danau Buyan dan menurunnya debit aliran ke sungai – sungai. Serta bagi penduduk di sekitar danau Buyan juga akan menimbulkan masalah bagi pompa mereka, karena akan memerlukan daya yang lebih besar (berarti perlu bahan bakar yang lebih banyak dan waktu yang lebih panjang) untuk memperoleh jumlah air yang sama, serta akan berakibat pada terjadinya kavitasi pada pompa mereka.

Solusi kebutuhan air bersih (minum) di Bali yakni; 1) Untuk dapat memenuhi kebutuhan akan air bersih maka masyarakat dapat
memanfaatkan limbah air yang terbuang secara cuma – cuma ke lautan. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat estuary di daerah hilir di sekitar muara. Hasil pengolahan air limbah ini bisa digunakan untuk kebutuhan sehari – hari; 2) Menyetop pemakaian sumur bor; 3) Menggunakan sumber air laut untuk konsumsi air minum bagi masyarakat
Bali. (*)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Koster: Laporkan Jika Ada Oknum Minta Uang Mengatasnamakan Pimpinan

Terpopuler

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif