Banner Bawah

Turis Berlimpah, Hotel Kosong, Nginap di Mana?

Admin - atnews

2025-03-26
Bagikan :
Dokumentasi dari - Turis Berlimpah, Hotel Kosong, Nginap di Mana?
Wisatawan ke Bali (ist/Atnews)

Oleh Wayan Suyadnya
Di dunia yang seharusnya linier, jumlah wisatawan yang meningkat seharusnya berbanding lurus dengan tingkat hunian hotel.

Namun, di Bali, hukum keseimbangan itu seolah patah. Baru-baru ini, Ketua PHRI Bali, Prof. Tjokorde Ardana Sukawati, yang akrab disapa Cok Ace, mengungkapkan kebingungannya—wisatawan bertambah banyak, tapi kamar-kamar hotel kok malah  banyak yang kosong.

Dunia paradoks sungguh-sungguh  terbentuk. Seperti gelombang pasang yang tak membasahi pantai, arus wisatawan mengalir deras ke Bali, tetapi tidak membanjiri hotel berbintang maupun non-bintang yang ada di pulau Dewata itu.

Hotel-hotel bintang hanya terisi 63 persen, sementara hotel non-bintang lebih sepi lagi, hanya 33–35 persen. Jika wisatawan tak tidur di hotel, lantas di mana mereka bermalam? Di jalanan pastilah tidak mungkin, di rumah-rumah penduduk lebih tidak mungkin lagi. Lalu mereka di mana?

Dugaan pun mengarah ke vila-vila yang tumbuh bak jamur di musim hujan yang diduga banyak tak berizin alias bodong, terutama di wilayah Badung dan Gianyar, Kota Denpasar, serta kabupaten/kota yang lain di Bali.

Sebuah ironi, ketika geliat ekonomi pariwisata tampak menggeliat setelah dunia dilanda Covid-19,  justru di Bali terjadi  kebocoran besar di dalamnya.

Ini pasti bukan  sekadar data dan pencatatan kedatangan turis. Ada dunia hitam yang bekerja yang sejatinya gampang untuk dijadikan terang benderang. 

Jika vila-vila ini bodong, tidak berizin, maka mereka tak melapor. Jika tak melapor, maka pajak pun tak dibayar. 

Uang yang seharusnya menjadi pemasukan daerah, yang seharusnya dinikmati rakyat, yang seharus untuk membangun daerah,  ternyata  menguap, entah ke mana, entah memenuhi kantong siapa.

Bayangkan Bali yang dulu damai kini menjadi padat, bising dan masyarakat  banyak yang mulai terusik. Wisatawan berdatangan, masyarakat justru hanya menerima sampahnya—macet, polusi, dan kriminalitas yang merangkak naik.

Tak hanya itu, perampokan, begal, dan jambret hampir menjadi berita harian. Ini karena siapa? Tak lain, tak bukan, ini pasti akibat banyak turis yang datang membuang duitnya di Bali. Ibarat pepatah, di mana ada gula di sana ada semut. Banyak yang berdatangan ke Bali mengais duit yang dibuang turis itu.

Menjadi ironis jika uang yang dibuang hanya menjadi keuntungan pemilik vila bodong yang bisa jadi bukan milik warga Bali, bahkan bisa jadi juga milik warga negara asing.

Dunia paradoks telah menggenggam Bali. Jika pemungutan pajak diintensifkan, jika pemerintah kabupaten/kota lebih jeli menutup kebocoran-kebocoran pajaknya itu dengan mencatatkan jumlah vila yang sesungguhnya, bukan tak mungkin anggaran pendapatan daerah sebagaimana kabupaten Badung yang menetapkan  Rp 10,6 triliun, angkanya bisa melonjak dua kali lipat di tahun-tahun mendatang. 

Di kabupaten Badung, APBD daerah itu untuk  tahun 2015 sebesar Rp 10, 7 triliun. Dari jumlah itu, Rp 10, 6 triliun berasal dari pendapatan asli daerah itu.

Begitu juga daerah lainnya seperti kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar serta kabupaten yang lain, angka pendapatan PHR-nya bisa terkoreksi berlipat-lipat, jika tidak bocor, jika vila-vila yang ada di daerahnya tercatat dengan baik.

Tapi pertanyaannya, siapa yang berani menutup celah ini? Siapa yang cukup jujur dan bernas untuk memastikan bahwa Bali tak hanya menjadi tempat wisatawan menikmati eksotismenya, tetapi juga rumah bagi masyarakatnya untuk hidup lebih sejahtera?

Paradoks ini menanti jawaban. Atau, barangkali ia akan tetap menjadi misteri yang tak terpecahkan, seperti gelombang laut yang terus datang, tetapi tak pernah membawa perubahan nyata. (*)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Dampak Gempa Berkekuatan 6 SR dan 52 Kali Gempa Susulan di Mentawai

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius