Ashwini Guruji, Dhyan Ashram
Kata Rama tidak terbatas hanya pada anak benua India. Di negara-negara Skandinavia, ada merek air minum terlaris bernama Rama-Loosa.
Bulan suci bagi umat Muslim disebut Rama-dhan. Dalam sejarah, ada seorang leluhur Raja Daud yang merupakan putra Hezron, yang bernama Rama.
Selain itu, kerajaan Israel juga pernah memiliki seorang raja bernama Jai-ho-Rama. Di dalam Alkitab, setidaknya terdapat 3 hingga 4 tempat yang disebut dengan nama Rama.
Salah satunya terletak di wilayah Benjamin, dekat dengan Betel, sementara yang lain berada di Asyer dan Naftali.
Hingga kini, masih ada sebuah kota di Yerusalem yang bernama Rama-nagar. Dalam bahasa Ibrani, Rama berarti "tinggi" atau "mulia", yang melambangkan kekuatan dan kekuasaan. Kata ini sering digunakan untuk orang yang berkuasa—seorang pemimpin atau kepala.
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa nama 'Rama' dipandang sebagai nama yang membawa keberuntungan di berbagai budaya di seluruh dunia, apa pun alasannya.
Rama Navami, yang jatuh pada hari kesembilan bulan sabit di bulan Chaitra, sekaligus hari terakhir Chaitra Navratri, menandai hari turunnya energi Rama ke bumi.
Rama adalah representasi simbolis dari energi positif dalam penciptaan, dan ia lahir untuk memulihkan keseimbangan di alam semesta. Ia tidak lahir untuk membentuk suatu agama atau memihak satu kelompok tertentu.
Di hari kelahirannya, yaitu di hari Rama Navami, susunan konstelasi astral berada sedemikian rupa sehingga sebuah kekuatan luar biasa dapat menjelma dalam tubuh. Susunan serupa kembali terjadi setiap tahun pada tanggal ini, menjadikannya momen terbentuknya pusaran energi yang sangat kuat bagi siapa pun yang ingin merasakan manfaatnya.
Salah satu praktik sederhana yang saya sarankan untuk dilakukan di hari tersebut adalah melantunkan mantra Rama.
Untuk melakukannya, setelah memberikan penghormatan kepada Guru Anda, duduklah dalam posisi vajrasana. Pejamkan mata Anda dan pusatkan perhatian pada napas Anda di ujung lubang hidung. Amati irama napas Anda, lalu buatlah setiap tarikan napas menjadi lebih panjang dan dalam. Dengan satu tarikan napas yang dalam, perlahan arahkan kesadaran Anda ke pusat pusar—chakra manipoorak.
Di titik ini, mulailah melantunkan mantra ‘Rama’. Pertahankan lantunan mantra yang lembut dan dalam, dengan kekuatan yang bersumber dari perut Anda. Terus lantunkan mantranya dengan bersuara selama beberapa saat. Lalu, mulai kecilkan suara Anda hingga nyaris menjadi gumaman di bibir.
Lanjutkan melantunkan mantra secara perlahan di bibir selama beberapa saat. Kemudian, perlahan-lahan lantunkan mantranya tanpa suara dan teruskan dalam hati. Pertahankan kesadaran akan Guru Anda selama melakukan praktik ini.
Mantra ‘Rama’ memiliki kekuatan yang besar dan bisa menghasilkan sensasi panas yang kuat dalam tubuh. Setelah selesai melantunkan mantra, sebarkan sensasi panas tersebut ke seluruh tubuh dengan kekuatan dari kesadaran Anda.
Rasakan setiap sel, setiap organ, dan berikan perhatian lebih pada bagian-bagian tubuh yang terasa lemah. Setelah energi tersebar merata dalam tubuh Anda, bukalah mata secara perlahan, dimulai dengan melihat bagian tengah telapak tangan Anda.
*) Ashwini Guruji adalah cahaya penuntun di Dhyan Ashram. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.dhyanfoundation.com