Banner Bawah

Waktu: Perdaban Veda dan Peradaban Sumeria

Admin - atnews

2025-04-11
Bagikan :
Dokumentasi dari - Waktu: Perdaban Veda dan Peradaban Sumeria
JMA Dr. Ir. I Ketut Puspa Adnyana, MTP (ist/Atnews)

Oleh JMA Dr. Ir. I Ketut Puspa Adnyana, MTP
Ajaran Veda dengan sangat terang menjelaskan tentang WAKTU. Karena pertanyaannya menyangkut mana yang tua, maka jawabannya umur. Umur terkait dengan WAKTU. 

Mahapurana yang jumlahnya 18 semua menjelaskan tentang waktu (secara rinci akan dijelaskan pada bagian lain). Satu Kalpa, terdiri atas 14 Manwantara, 1 Manwantara terdiri atas 71 Mahayuga dan 1 Mahayuga terdiri atas 4 masa yang jumlahnya 4.320.000 tahun manusia.

Pada saat ini adalah Manwantara ke-7, enam manwantara sudah berlalu sehingga umur alam semesta yang sudah berlalu = 6 X 71 X 4.320.000 = 1.840.320.000 tahun. Andaikata Kaliyuga sekarang ini adalah Mahayuga pertama dari Manwantara ke tujuh, maka waktu yang sudah berlalu pada Manwantara ke tujuh adalah 4.320.000 – 5000 = 4.315.000 tahun. 

Berdasarkan perhitungan ini maka umur alam semesta saat ini adalah 1.840.320.000 4.315.000 = 1.844.635.000 tahun. Satu Kalpa = 14 x 71 x 4.320.000 = 4.294.080.000 tahun. 

Alam semesta sebelum mencapai 1 kalpa (dan pralaya) masih harus melewati waktu sejumlah 4.294.080.000 - 1.844.635.000 = 2.449.445.000 tahun. Masih sangat lama baru pralaya, dunia di restart  agar lebih murni.

Kitab Veda diwahyukan kepada Sapta Rsi pada Masa Satya/Kertha Yuga dari Mahayuga pertama dari manwantara pertama, dan berulang setiap Satya/Kertha Yuga. Jadi pada saat ini Weda diwahyukan sudah sebanyak (6 x 71) 1 = 427 kali.

Kemudian wahyu itu DITULIS setiap awal Kaliyuga oleh Veda Viyasa = 427 kali. Mengapa ditulis pada zaman Kaliyuga, karena kecerdasan manusia sudah berkurang 75 persen. 

Kalau tidak ditulis tambah lupa. Namun dari 1018 Sakta pustaka Veda sekarang tinggal 11 Sakta, dan dari 11 Sakta itu hanya dapat dipahami 28% oleh manusia pada masa Kaliyuga (Narada Brahmasutra). 

Kemana ajaran Veda, abadi ada di perpustakaan alam semesta, dan hanya orang suci yang dapat menjangkau yang disebut wahyu (misalnya Sadguru, Dhang Acarya, Pandita Suci).

Setiap manwantara terdapat Manu, Sapta Resi, Veda Wiyasa, dan Indra. Jadi Jabatan itu ditempat oleh “personal" yang berbeda. Jabatan manu ditempati Sradadewa. Jabatan Veda Viyasa diduduki oleh Rsi Krishna Dwipayana putra Rsi Parasara dan Durgandini (Satyawati, permaisuri Raja Sentanu). Sapta Rsi: Bharadwaja, Atri, Wasista, Wiswamitra, Kasyapa, Gotama, dan Jamadagni. Jabatan Indra sekarang dijabat oleh Purandara.

Mudahan dengan penjelasan ini, dapat disimpulkan bahwa ajaran Veda sangat Tua dan Abadi (Sumber: 18 Mahapurana, khususnya Markandeya Mahapurana dan Bhagawatam Mahapurana, dan Itihasa).

*) Penulis: JMA Dr. Ir. I Ketut Puspa Adnyana, MTP menetap di Desa Pujungan, Pupuan, Tabanan. Mantan Dosen: PPS UHO, PPS STIE 66, Unsultra, STAH Bhatara Guru. Mantan pengurus PHDI Pusat dan Daerah. Pensiunan PNS-Pejabat Utama Provinsi, jabatan fungsional terakhir Widyaiswara Ahli Utama (IV/e). Mantan Bappeda (tiga jabatan), Karo (dua jabatan), Asisten (dua jabatan) dan berulangkali menjadi Plh. Sekda Provinsi. Alumi Faperta Unram (1984), Alumni S2-MPKD dan S3-Geografi Fisik UGM (1995, 2003). Mendalami Urban Planning di Roterdam, Belanda. Delegasi Indonesia di bidang Desentralisasi Fiskal di New Delhi dan Philipines, dibiayai WB.


Baca Artikel Menarik Lainnya : Gubernur Koster Berharap Lembaga Spiritual Perkuat Tatwa

Terpopuler

Keutamaan Makna Brata Shivaratri dan Aktualisasinya Dewasa Ini

Keutamaan Makna Brata Shivaratri dan Aktualisasinya Dewasa Ini

Menatap Fajar Mentari Bali 2026, Gagal Kelola Sampah di Tengah Wacana Bali 100 Tahun

Menatap Fajar Mentari Bali 2026, Gagal Kelola Sampah di Tengah Wacana Bali 100 Tahun

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Bali Tuan Rumah Dharma Santi Nasional 2026, Vasudhaiva Kutumbakam: Nusantara Harmoni, Indonesia Maju

Bali Tuan Rumah Dharma Santi Nasional 2026, Vasudhaiva Kutumbakam: Nusantara Harmoni, Indonesia Maju

Landasan Historis dan Sastra Parisada

Landasan Historis dan Sastra Parisada

Bali Dinobatkan sebagai World’s Best Destination 2026, Tapi Evaluasi Besar - Besaran Tetap Wajib

Bali Dinobatkan sebagai World’s Best Destination 2026, Tapi Evaluasi Besar - Besaran Tetap Wajib