Banner Bawah

Belajar Pertanian ke Israel?, Rencana Jalan Tol Gilimanuk - Mengwi Terjang Pertanian Subur

Admin - atnews

2025-04-21
Bagikan :
Dokumentasi dari - Belajar Pertanian ke Israel?, Rencana Jalan Tol Gilimanuk - Mengwi Terjang Pertanian Subur
Sawah di Bali (ist/Atnews)

Denpasar (Atnews) - Ekonom Jro Gde Sudibya yang juga Pengamat Ekonomi dan Kecenderungan Masa Depan menyoroti pernyataan Gubernur Bali soal belajar pertanian ke Israel.

Bagi Sudibya, belajar pertanian ke Israel, sudah tentu tidak mudah, karena Indonesia tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel. 

Sebagai wacana, Gubernur Koster akan membenahi lebih serius sektor pertanian patut diapresiasi. Untuk lima tahun ke depan, karena lima tahun sebelumnya, pertanian relatif ditinggalkan, dibandingkan proyek mercu suar, yang menyerap dana publik begitu besar.

Tantangan Gubernur Koster untuk lebih memuliakan petani yakni a) Proyek besar yang "menerjang" pertanian subur, seperti rencana Jalan tol Gilimanuk - Mengwi, sebesar 420 ha, seharusnya dikaji ulang. Proyek yang akan menutup permukaan tanah Bali seluas 1,600 ha.

b) RTRW Bali 2023 - 2043 yang punya kecenderungan liberal kapitalistik, semestinya dikaji ulang. Kalau tidak, konversi lahan pertanian 2,000 ha, sulit dihindari, sehingga pasca 10 tahun, Subak di Bali tinggal nama.

c) Pembangunan pertanian semestinya lebih fokus untuk menaikkan NTP (Nilai Tukar Petani), yang selama ini, indeks NTP tidak pernah lebih dari 105. Ke depan, NTP, ditargetkan di atas 110.

Untuk pencapaian target NTP di atas 110, tidak sekadar "omon-omon", alokasi anggaran untuk pertanian ditingkatkan maksimal, didukung program inovasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas petani, termasuk kelompok petani muda.

Diharapkan, bisa meniru ethos kerja Petani Israel, tentang kekuatan keimanan yang berkontribusi terhadap ethos kerja. Petani Bali dalam perjalanan sejarahnya punya ethos kerja yang dimaksud. 

Tantangannya, negara hadir di garda terdepan dalam inovasi pertanian, dengan teknologi maju, dan pengembangan SDM pertanian, yang setara dengan tuntutan dan kriteria global.

Denpasar (Atnews) - Gubernur Bali, Wayan Koster membuka secara resmi pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2025, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (15/4).

Gubernur Koster menyampaikan pembangunan Bali dalam lima tahun ke depan akan dijalankan dengan konsep satu pulau, satu pola dan satu tata kelola. 

Meskipun ada kewenangan dari kabupaten/kota untuk mengelola daerahnya masing masing, namun tidak boleh mengabaikan kepentingan bersama. Gubernur Koster menegaskan, untuk mewujudkan visi besar itu mesti ditopang dengan strategi pembangunan yang terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam satu kesatuan wilayah sehingga kita harus bersatu dan bersama-sama mewujudkannya. 

Dalam sektor pertanian, Gubernur Bali Koster meminta agar sistem pertanian di Bali belajar dari negara Israel.

Menurutnya, Israel adalah salah satu negara yang sangat bagus dalam pengolahan pertanian dengan teknologi sangat canggih. 

Bali memerlukan pertanian berbasis teknologi bukan pertanian yang konvensional.

"Kalau perlu belajar ke Israel, luar biasa gak punya lahan subur, tak ada air tapi pertaniannya sangat maju karena teknologinya sangat maju," kata Koster.

Pangan di Bali, Kata Wayan Koster tidak kalah jauh dengan Israel apabila dikelola dengan benar berbasis teknologi. 

Bahkan embun pun bisa dimanfaatkan sebagai sumber air untuk tanaman. "Di Bali Satu hektar sawahan yang tadinya hanya bisa dua kali panen, itu bisa ditingkatkan menjadi dua kali panen. Dan harus ada inovasi menjadi pertanian modern," katanya.

Ia mengatakan, pangan di Bali ini sembilan kebutuhan dasar itu cukup untuk hidup. Bahkan produktifitasnya masih bisa ditingkatkan.

Koster menambahkan sejumlah program prioritas akan menjadi hal fundamental yang akan di akselerasi dalam pencapaiannya, tidak hanya untuk pembangunan Bali dalam 5 tahun kedepan tetapi juga menjadi landasan bagi Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125. 

”Hal fundamental telah dirancang sehingga agenda pembangunan menjadi terarah, kita akselerasi pelaksanaan semua program, kita harus bekerja lebih cepat dan lebih keras lagi sehingga pondasi kita menjadi kuat,” imbuhnya. 

Ia menyampaikan sejumlah program prioritas yang telah dicanangkan seperti penggunaan energi bersih terbarukan, swasembada dan diversifikasi pangan, pengendalian alih fungsi lahan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur strategis penunjang pariwisata, seperti underpass untuk memecah kemacetan di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung serta pembangunan subway. 

Orang nomor satu di Bali ini juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia Bali melalui program satu keluarga satu sarjana yang diprioritaskan bagi keluarga miskin yang belum memiliki sarjana di tengah keluarganya. Tidak hanya itu, Gubernur juga ingin mengupayakan sekolah gratis sampai ke tingkat SMA/SMK. Dengan demikian, akan tumbuh SDM Bali yang unggul, profesional dan mampu berkompetensi.

”Untuk itu kita harus gerak cepat, akhir 2029 semua pondasi sudah terbentuk sehingga pergerakan kita kedepannya akan lebih terarah dan tertata,” tuturnya. 

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Irjen. Pol. Purn. Sang Made Mahendra Jaya yang hadir secara daring, dalam arahannya menyampaikan beberapa penekanan dalam pelaksanaan Musrenbang diantaranya mendorong inovasi dan akselerasi program unggulan daerah serta fokuskan alokasi anggaran pada target kinerja pelayanan publik, tidak berdasarkan pemerataan perangkat daerah atau alokasi anggaran sebelumnya. Irjen Kemendagri juga menekankan sebagai daerah pariwisata, Bali selain masalah kemacetan juga harus menyelesaikan persoalan kebersihan, tidak hanya tentang sampah tetapi lebih luas lagi terkait dengan keasrian dan keindahan lingkungan. 

Hal senada juga direkomendasikan oleh Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris dimana terdapat beberapa isu strategis terkait Bali yang perlu mendapat perhatian seperti Pembangunan manusia dan ekonomi wilayah non metropolitan, tingginya pencemaran air dan konversi lahan serta menurunnya kualitas ekosistem pesisir serta masih kurangnya pengembangan sektor pertanian dan ekonomi kreatif dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. 

Pembukaan Musrenbang pada hari ini juga turut dihadiri oleh Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, Ketua MDA Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Bupati/walikota se Bali, Kepala Perangkat Daerah Provinsi Bali, Tim Percepatan Pembangunan serta instansi vertikal, BUMD/BUMN dan lembaga / asosiasi kemasyarakatan. (GAB/001)
           



Baca Artikel Menarik Lainnya : Koster Inginkan Data  Statistik Akurat 

Terpopuler

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

Sorotan Restaurant Dharma Uluwatu, PHK Sepihak hingga Dugaan Pelecehan Simbol Agama

Sorotan Restaurant Dharma Uluwatu, PHK Sepihak hingga Dugaan Pelecehan Simbol Agama