Pasar Kreneng Kumuh, Denpasar Akan Revitalisasi Kawasan Pasar Bersejarah
Admin - atnews
2025-05-23
Bagikan :
Perbaikan Pasar Bersejarah Kumuh (Artaya/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Pasar Kreneng yang kumuh akan direvitalisasi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Sewakadarma dan Pemerintah Kota Denpasar.
Pasar bersejarah yang kumuh tersebut telah mendapatkan sorotan publik agar segera dibenahi oleh Pemkot Denpasar. Apalagi Denpasar sebagai pusat ibukota Provinsi Bali.
Saat ini, Pasar Kreneng yang kumuh telah mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan baik dari Warga Denpasar Putu Suasta yang juga Alumni UGM dan Cornell University, Ekonom Jro Gde Sudibya, Rektor Universitas Dhyana Pura Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.MA., M.A., Pengamat Kebijakan Publik yang juga Direktur Politeknik El Bajo Commodus, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, Akademisi Guru Besar Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Udayana (Unud) Prof Dr Ir I Gusti Ngurah Nitya Shantiarsa MT, Senior KITA Indonesia, Guru Besar Unud Prof. Dewa Palguna, Pengamat Kebijakan Publik Agung Wirapramana yang dikenal Agung Pram yang juga Pengamat Ecosystem yang juga Managing Director Satonda Reserve dan Anggota DPRD Denpasar Yonathan Andre Baskoro, Founder Agro Learning Center dan Ketua Yayasan Tamiang Bali Mandiri I Nyoman Baskara.
Untuk itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Sewakadarma, Ida Bagus Kompyang Wiranata mengakui Pasar Kreneng yang berdiri pada 1974 memang kumuh yang perlu di tata kembali menjadi lebih baik.
Bahkan Walikota Denpasar Jaya Negara sudah meminta agar Terminal Kreneng juga di tata, karena keberadaannya kurang tertata, bahkan ada pedagang yang dikelola oknum tertentu.
Pasar di Jalan Kamboja Nomor 24, Banjar Kreneng Kaja, Desa Dangin Puri Kangin sudah sangat tua sehingga perlu direvitalisasi.
Pihaknya akan melakukan perbaikan jangka pendek dengan menambal dak yang bocor, perbaiki kios dan los yang kumuh. Serta melalukan pengecatan tembok. Diperkirakan akan habis sekitar Rp1 Miliar.
"Jangka pendek lakukan koordinasi desa dan Terminal Kreneng yang dijadikan pasar oleh oknum," kata Kompyang Wiranata di Denpasar, Kamis (22/5).
Setelah melakukan koordinasi dengan Walikota Denpasar, diminta Terminal Kreneng dibersihkan dalam waktu sebulan.
Kios-kios yang kosong akan diberikan kepada pedang yang jualan pelataran terminal maupun depan pasar.
Diharapkan kawasan Pasar Kreneng tidak ada lagi pedagang liar. Pedagang pada pagi hari, diharapkan naik ke pelataran.
Sedangkan Pasar Asoka Kreneng sore hari hingga malam, sementara waktu tetap berjualan busana dan kuliner. Namun ke depan akan ditata sehingga tetap ada tempat parkir dan tidak menganggu kerapian.
Dikatakan pula, pihaknya dalam jangka panjang tengah berencana melakukan studi kelayakan gedung Pasar Kreneng bersama PUPR dan Konsultan Perencanaan.
"Apakah bisa renovasi atau tindakan bangun ulang. Kami akan rapat Minggu depan," ungkapnya.
Sementara itu, Pedagang Batu Akik Tu Gundul mengharapkan pemerintah agar menertibkan Pasar Kreneng serta mengembalikan lagi fungsi Terminal Kreneng, bukan digunakan untuk berjualan.
Begitu juga, pedagang tidak dijadikan "sapi perahan" dalam ekonomi yang tidak baik-baik saja.
Diharapkan Pemkot Denpasar melakukan kreativitas dan inovasi agar masyarakat senang ke Pasar Tradisional, bangga dengan pasar bersejarah serta menghidupkan petani dan UMKM.