Perang Israel Iran, Perkuat Pertahanan RI Berkemampuan NCW, hingga Dampak Jangka Panjang Harga Tiket Pesawat Naik
Admin - atnews
2025-06-24
Bagikan :
Perang Israel Iran (ist/Atnews)
Jakarta (Atnews) - Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Pertahanan RI Prof. Drs. Anak Agung Banyu Perwita, M.A., Ph.D. merespon perang Israel Iran.
Menurutnya, perang tersebut bagi Indonesia dalam jangka pendek, belum bisa dilihat dampak negatifnya terhadap sector pariwisata.
"Wisman kita terutama dari Jepang, Australia dan beberapa negara Asia seperti India, China dan Jepang," kata Prof Banyu di Jakarta, Selasa (24/6).
Sedangkan turis dari Eropa juga masih akan berdatangan. Tetapi dalam jangka panjang bisa saja ini berdampak karena naiknya harga tiket pesawat penerbangan.
Mengingat kawasan teluk adalah penghasil utama migas, khususnya Avtur sehingga tentu akan berdampak pada kenaikan harga avtur yang menjadi komponen utama harga tiket pesawat penerbangan internasional.
Begitu juga untuk jangka panjang, RI memang harus melakukan modernisasi alutsista pertahanannya, khususnya untuk pertahanan Udara.
Hal ini memang akan memakan investasi yang sangat besar karena luasnya wilayah udara nasional (luas wilayah Udara adalah penjumlahan wilayah maritim dan wilayah darat).
Selain itu peningkatan kekuatan udara ini juga tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat.
Penyusunan rencana strategi pertahanan Indonesia harus dilakukan secara menyeluruh, terpadu dan terintegrasi dalam Kemampuan Network Centric Warfare (NCW).
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan terbatas bersama jajaran Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Polkam) di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 23 Juni 2025.
Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan, beserta para menteri serta pejabat tinggi yang berada di bawah koordinasi Kemenko Polkam. Pertemuan berlangsung secara produktif, dengan fokus utama pada dinamika kondisi global dan dampaknya terhadap kepentingan nasional Indonesia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo secara khusus ingin memastikan kesiapan pemerintahannya dalam menghadapi situasi global yang semakin kompleks dan penuh tantangan.
“Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Bapak Budi Gunawan, beserta para menteri dan pejabat di bawah koordinasi Menko Polkam, di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 23 Juni 2025,” ujar Seskab Teddy.
Lebih lanjut, Seskab Teddy menegaskan bahwa pertemuan ini digelar untuk merumuskan arah kebijakan strategis guna menjaga stabilitas nasional. “Pertemuan tersebut membahas terkait perkembangan kondisi global dan dampaknya terhadap Indonesia, berserta langkah strategis yang harus dipersiapkan,” lanjut Seskab Teddy.
Presiden Prabowo, dalam berbagai kesempatan, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan soliditas antar-lembaga dalam menghadapi gejolak internasional yang berpotensi memengaruhi situasi politik, keamanan, dan ekonomi nasional. Pertemuan di Hambalang ini menjadi bagian dari upaya Presiden Prabowo dalam memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya dalam bidang strategis pertahanan dan keamanan negara. (GAB/001)