Banner Bawah

Tak Lulus Seleksi PPPK, Aliansi Guru Honorer Diterima Ketua DPRD Buleleng

Admin - atnews

2025-07-03
Bagikan :
Dokumentasi dari - Tak Lulus Seleksi PPPK, Aliansi Guru Honorer Diterima Ketua DPRD Buleleng
Ketua DPRD Buleleng Ngurah Arya (Wan/Atnews)

Buleleng (Atnews) - Setelah Aliansi perwakilan pegawai kontrak yang tidak lulus dalam seleksi PPPK yang dikategorikan sebagai R4, awal Juli lalu mendatangi wakil rakyat di DPRD Buleleng, kini giliran Aliansi Guru Honorer mengadu ke dewan, diterima Ketua DPRD Buleleng Ngurah Arya, di ruang gabungan Komisi, Kamis (3/7/2025).

Kedatangan puluhan guru honorer lingkup Pemerintah Kabupaten Buleleng ke gedung dewan adalah untuk melakulan audiensi guna mendapatkan informasi, petunjuk serta arahan dari DPRD. Perwakilan guru honorer ini berharap kelanjutan dari status mereka saat ini agar mendapat perhatian, terkIt guru hinorer yang sudah masuk dalam dapodik dengan masa kerja 1 hingga 2 tahun serta tenaga pendidik pada sekolah swasta dengan masa kerja lebih dari 10 tahun, ketika pindah kesekolah negeri masa kerjanya tidak dihitung, sehingga sampai saat ini belum bisa mengikuti seleksi dalam penerimaan PPPK.

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya, A.Md.Kom., menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Pusat khususnya Kementrian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB) untuk mencarikan formulasi guna menjawab kebutuhan guru di Kabupaten Buleleng dapat diatasi.

Ketua DPRD Ngurah Arya menyampaikan terkait dengan permasalahan yang dihadapi puluhan tenaga pendidik di Kabupaten Buleleleng dengan status Guru Honorer kedepan Pemerintah Daerah akan terus mengupayakan agar adanya kebijakan dari kementrian untuk membuat sekema prioritas yang bisa mengakomodir kebutuhan tenaga pendidik di Kabupaten Buleleng dan sekaligus dapat meningkatakan pendapatan bagi para pendidik yang telah mendedikasikan dirinya demi kemajuan pendidikan khususnya di Kabupaten Buleleng.

Terkait hal tersebut pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah koordinasi baik dengan instansi terkait maupun dengan pemerintah pusat melaui kementrian terkait, sehingga apa yang diharapkan oleh semua pihak dapat segera diakomodir dengan baik.

Permasalahan lain juga mengemuka, terkait dengan adanya beberapa tenaga guru honorer yang sudah lulus PPG dan yang sudah mempunyai sertifikat pendidik, tunjangan sertifikasinya belum dapat dibayarkan karena terkendala regulasi. Begitu juga terkait dengan adanya efisiensi anggran hingga 20% untuk pendapatan guru honorer melaui dana BOSP yang akan diberlakukan pada bulan ini, dirasa akan sangat berdampak bagi pendapatan mereka.

”Kami hanya berharap ada kejelasan atas status kami, itu poin utama kami, dan kami berharap pemerintah dapat memperhatikan permasalahan kami” ucap Ketut Ardika sebagai perwakilan guru honorer yang datang ke gedung dewan.

Turut hadir dalam diskusi tersebut, Pimpinan dan anggota DPRD, Dinas Pendidikan, BKPSDM Kabupaten Buleleng, Tim Ahli serta undangan lainnya. (WAN)
Banner Bawah

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pangdam :  Fakultas Kedokteran Unud agar Kedepankan Misi Sosial

Terpopuler

Menatap Fajar Mentari Bali 2026, Gagal Kelola Sampah di Tengah Wacana Bali 100 Tahun

Menatap Fajar Mentari Bali 2026, Gagal Kelola Sampah di Tengah Wacana Bali 100 Tahun

Anak Muda Bali Antusias Nikmati Kopi dan Be Guling Traktiran Gubernur Koster saat Rahina Tumpek Klurut

Anak Muda Bali Antusias Nikmati Kopi dan Be Guling Traktiran Gubernur Koster saat Rahina Tumpek Klurut

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Peran Strategis Media Mengawal Pembangunan Bali Berkelanjutan

Peran Strategis Media Mengawal Pembangunan Bali Berkelanjutan

Birkenstock Bawa Perspektif Baru Tentang Kenyamanan Urban Lewat Kampanye Footbe Ecosystem

Birkenstock Bawa Perspektif Baru Tentang Kenyamanan Urban Lewat Kampanye Footbe Ecosystem

Ekonomi Vietnam Mampu Bertumbuh 8,02% Tahun 2025, Tantangan Bagi Indonesia untuk Benahi Perekonomian Secara Struktural

Ekonomi Vietnam Mampu Bertumbuh 8,02% Tahun 2025, Tantangan Bagi Indonesia untuk Benahi Perekonomian Secara Struktural