Banner Bawah

Upacara Baligia; Prosesi Sakral Manah Toya Ning di Pura Pesucian Ulun Gangga, Taman Tirta Gangga

Admin - atnews

2025-07-18
Bagikan :
Dokumentasi dari - Upacara Baligia; Prosesi Sakral Manah Toya Ning di Pura Pesucian Ulun Gangga, Taman Tirta Gangga
Prosesi Sakral Manah Toya Ning di Pura Pesucian Ulun Gangga (ist/Atnews)

Karangasem (Atnews) – Prosesi sakral Manah Toya Ning atau Mendak Toya Ning dalam rangkaian Upacara Baligia dilaksanakan di Pura Pesucian Ulun Gangga, Taman Tirta Gangga, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, Kamis (17/7/2025).

Prosesi ini dilakukan dengan cara “memanah” air suci oleh Ida Pedanda dengan panah berwarna keemasan sebagai simbol penyucian dan permohonan restu dari Ida Bathara, dimana air suci ini nantinya dipergunakan untuk muput seluruh tahapan upacara Baligia.

Air suci yang digunakan dalam prosesi Manah Toya Ning terlebih dahulu dilungsur, lalu dibawa dengan cara yang istimewa. Air tersebut dipapah oleh keluarga keturunan raja Puri Agung Karangasem yang duduk di atas singgasana, kemudian digendong dan diarak menuju Pura Pesucian Tirta Gangga melalui prosesi mepeed. Tradisi ini menjadi simbol kehormatan dan spiritualitas tinggi, karena hanya keturunan keluarga puri yang berhak memangku air suci tersebut sebagai lambang warisan suci dan agung dari leluhur. Prawartaka karya, Anak Agung Made Kosalya, menjelaskan bahwa air suci yang ditunas dalam prosesi ini merupakan inti dari keseluruhan upacara Baligia.

“Toya ning ini nantinya dipergunakan untuk muput seluruh tahapan upacara. Tradisinya, harus ada keturunan keluarga puri yang memangku toya tersebut sebagai simbol keagungan dan warisan spiritual dari Ida Bathara,” jelasnya.

Air suci sebelumnya diambil oleh Manggala Karya A. A. Bagus Partha Wijaya bersama Prawartaka Karya A. A. Made Kosalia. Keduanya merupakan cucu Raja Karangasem ke XIV. Kemudian Air Suci diusung dan dihaturkan kepada Ida Pedanda Yadjamana Ida Pedanda Gede Putra Tamu dari Geria Jungutan Bungaya selanjutnya dipergunakan sebagai Air Suci pemuput Upacara Karya Baligia Utama Puri Agung Karangasem.

Mengingat situasi lalu lintas padat akibat peralihan jalur dari Denpasar imbas jembatan rusak di Bajra, panitia upacara memilih rute yang aman selama prosesi mepeed dilaksanakan, agar tidak menambah kemacetan, terutama karena banyaknya truk besar di jalur utama.

“Pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas melibatkan personel dari Polres Karangasem, Dinas Perhubungan, pecalang Karangasem hingga pecalang Desa Adat Ababi, Percalang Desa Adat Ababi,” terang Prawartaka karya, Anak Agung Made Kosalya.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan prosesi berjalan tertib hingga ke lokasi utama upacara di Pura Pesucian Tirta Gangga. (Z/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : KPU Bali Ajak Masyarakat Tak Golput

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Beri Taklimat Kepada  Komandan Satuan TNI, Presiden Prabowo Kobarkan Semangat Juang dan Soliditas

Beri Taklimat Kepada  Komandan Satuan TNI, Presiden Prabowo Kobarkan Semangat Juang dan Soliditas

Gubernur Wayan Koster Ajak Semua Pihak Cintai Produk Lokal

Gubernur Wayan Koster Ajak Semua Pihak Cintai Produk Lokal

Hadiri HUT ke-54 STT Dharma Prawerti, Wabub Badung Bagus Alit Sucipta Dorong Generasi Muda Jaga Harmoni Banjar

Hadiri HUT ke-54 STT Dharma Prawerti, Wabub Badung Bagus Alit Sucipta Dorong Generasi Muda Jaga Harmoni Banjar