Pedagang Tak Kehujanan, Relokasi ke Lantai II Pasar Kreneng
Admin - atnews
2025-07-31
Bagikan :
Pedagang Terminal Kreneng ke Lantai II Pasar Kreneng (Artaya/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Relokasi pedagang Terminal Kreneng ke Lantai II Pasar Kreneng berjalan 100 persen dan berbuah manis.
Pedagang mengaku senang dan tidak kehujanan serta omsetnya pun stabil. Apalagi pada Hari Sabtu Minggu, pembelinya padat.
"Omset lumaian enak dan terhindar dari hujan," kata Jualan OB, Juragan Muda. Pada kesempatan itu juga, pihaknya mengajak warga datang ke lantai II Pasar Kreneng.
Sementara itu, Kepala Pasar Kreneng I Gusti Ngurah Arya Kusuma mengatakan relokasi sudah berjalan 100 persen.
Sebanyak 77 pedagang terminal Kreneng dan delapan pedagang perbatasan sudah diatampung. "Pungutan juga sudah berjalan mulai tanggal 23 Juni 2025. Itu sudah sebagaimana mestinya," ungkap Arya Kusuma di Denpasar, Kamis (31/7).
Begitu juga, kunjungan sudah normal. Semua masyarakat kota sudah mengetahui pedagang terminal sudah pindah ke Lantai II Pasar Kreneng.
Ia mengakui awalnya ada penurunan omset sebesar 30-40 persen. Sekarang sudah kembali normal.
Relokasi itu untuk penataan pasar agar lebih tertib dan bersih. Hal itu dalam menghilangkan kesan-kesan kumuh dan semrawut.
Sebelumnya, Warga Denpasar Putu Suasta yang juga Alumni UGM dan Cornell University mengagumi usaha Pemerintah Kota Denpasar menata Pasar Kreneng, menghapus kesan kumuh dan semrawut.
Keputusan penataan itu, dinilai sebagai kebijakan yang hebat bagi kepentingan publik di tengah bulan Bung Karno.
Penataan itu membuat pedagang dan warga belanja senang. Dirinya pun rutin berbelanja ke Pasar Kreneng.
Lampu penerang sudah di tambah, tempat parkir sudah mulai dikembalikan fungsinya, sampah dibersihkan, lantai dibersihkan.
Apalagi pedagang areal Terminal Kreneng sudah dipindahkan ke Lantai II Pasar Kreneng. Pengaturan jarak antar pedagang sudah bagus, tinggal pengecatan tembok dan penambalan pada lantai-lantai yang kumuh.
Pasar, transportasi dan tempat parkir, semestinya ditata dengan baik. Dengan adanya petugas yang menjaga selama 24 jam. Upaya itu dalam memberikan pelayanan kepada publik.
"Semua orang senang. Keputusan yang hebat yang pernah ada di Denpasar. Sudah bagus, mantap," ujar Putu Suasta.
Dirinya memantau petugas pasar dan pejabat Denpasar melakukan pengecekan selama penataan. Bahkan pohon - pohon pengganggu dipotong dan dibersihkan. (GAB/001)