Jelang Tutup TPA Suwung, Puspa Negara; Gagal Kelola Sampah di Bali, Warga dan Pelaku Usaha Komplain Bayar Retribusi Sampah Tiap Bulan
Admin - atnews
2025-08-02
Bagikan :
Truk Sampah di Bali (kiri), Sampah berserakan di Kuta (kanan) (Artaya/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Pasca terbitnya Surat Gubernur Bali No 9 Tahun 2025 tentang penghentian pembuangan sampah organik ke TPA Suwung per tanggal 1 Agustus 2025.
Selanjutnya, TPA seluas 32,4 hektare ini akan ditutup secara permanen pada akhir Desember 2025.
Dengan kebijakan itu, sampah di daerah Samigita berceceran tidak diangkut sebab TPA Suwung ditutup bertahap, Jumat, (1/08/2025).
Selain itu, antraian truk sampah juga mencapai lima km ke TPA Suwung karena tidak diberikan masuk dengan sampah yanag tidak dipilah. Namun siang harinya, nampak truk diberikan masuk ke TPA Suwung.
"Kondisi ini mencerminkan kita gagal dalam pengelolaan sampah di Bali. Sepanjang jalan protokol pariwisata Kuta terlihat tumpukan sampah dimana - mana karena hari ini tidak bisa diangkut oleh DLHK," kata Wayan Puspa Negara yang kini menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung.
Ada banyak warga dan pelaku usaha yang komplain karena mereka membayar retribusi sampah setiap bulannya hingga wisatawan pun berguman memberi kesan tidak elok karena tumpukan sampah dimana - mana.
Untuk jangka pendek pihaknya meminta diskresi dari Gubernur Bali Koster agar bisa ditoleransi open dumping untuk kawasan Samigita sambil menunggu percepatan kesadaran masyarakat & maksimalisasi fungsi TPS3R.
Hal ini tidak sepatutnya terjadi di destinasi Pariwisata oleh karena itu, pihaknya mendorong percepatan TPA Mandiri Badung dan percepatan pengelolaan sampah berbasis sumber, dan percepatan maksimalisasi TPS3R di masing masing Desa/Kelurahan hingga perkuatan program sumber daya manusia tentang bijaksana terhadap sampah secara berkelanjutan.
Solusi terdekat khususnya untuk kabupaten Badung adalah Badung harus punya TPA Mandiri untuk tampungan Residu TPS3R dan tampungan sampah Organik.
"Saran saya Badung harus berani bekerjasama dengan pulau seperti pulau NTB untuk bisa memanfaatkan satu pulau yg dibarrier khusus menjadi tempat buangan residu seperti pulau buatan pulau sampah yang ada di Semakau Singapura. Pulau semakau sangat indah dengan rainforest-nya meskipun pulau tersebut adalah tumpukan dari residu sampah," tambah Wayan Puspa Negara.(GAB/001)