Oleh dr. Ni Putu Sri Indrani Remitha, S.Ked
Hipoglikemia dikenal oleh masyarakat sebagai kondisi di mana kadar gula darah rendah (< 70 mg/dL) yang dapat membahayakan pasien.
Hal ini umum terjadi pada penderita diabetes tipe 1 dengan angka kejadian hipoglikemia berat mencapai 3,3% hingga 13,5%. Tidak hanya pada pasien yang diobati dengan insulin, pasien yang diobati dengan obat oral, seperti golongan sulfonilurea yang merangsang pengeluaran insulin, umumnya juga berisiko tinggi mengalami hipoglikemia. Hipoglikemia berat dilaporkan lebih jarang terjadi pada pasien diabetes tipe 2 (Nakhleh and Shehadeh, 2021).
Gejala klinis hipoglikemia perlu dikenali untuk dapat memberikan penanganan awal pada pasien. Gejala tersebut dapat dikenal dengan singkatan GAMELAN BESI:
1. Gemetar
2. Merasa cemas dan kebingungan
3. Lapar dan kesemutan
4. Berkeringat berlebihan
5. Sulit berkonsentrasi
Tanda dan gejala lain juga dapat muncul akibat kekurangan glukosa langsung pada sistem saraf pusat (SSP). Gejala tersebut meliputi perubahan perilaku, kebingungan, kelelahan, kejang, koma, dan potensi kematian jika tidak segera diatasi (Nakhleh and Shehadeh, 2021).
Pasien dengan faktor risiko diabetes melitus yang mengalami gejala yang terdapat pada GAMELAN BESI tersebut dapat melakukan pengecekan kadar gula darah mandiri bila tersedia sarana pemeriksaan di rumah atau menuju ke fasilitas kesehatan terdekat. Kategori hipoglikemia pada diabetes dibagi menjadi berajat ringan-sedang dan berat yang sesuai dengan tingkat keparahan hipoglikemia sebagai berikut.
1. Hipoglikemia derajat ringan-sedang
Pasien dengan hipoglikemia ringan-sedang masih mengenali tanda dan gejala hipoglikemia dan dapat menolong dirinya sendiri. Pada derajat ini, penderita masih sadar dan dapat menelan. Hipoglikemia derajat ringan-sedang dapat diatasi dengan konsumsi glukosa 15-20 g (2-3 sendok makan gula pasir) yang dilarutkan dalam air. Selain itu, diperlukan untuk melakukan pengecekan gula darah kembali setelah 15 menit pemberian terapi (Perkeni, 2021).
2. Hipoglikemia derajat berat
Pasien dengan hipoglikemia berat didapatkan gangguan kesadaran sampai penurunan kesadaran atau koma. Pasien memerlukan bantuan orang lain dan petugas kesehatan untuk terapinya. Umumnya, tatalaksana yang dilakukan di fasilitas kesehatan adalah pemberian gula secara intravena dan menghentikan oba-obat antidiabetes (Perkeni, 2021).
Hipoglikemia adalah kondisi yang membahayakan kesehatan bila tidak mendapatkan penanganan segera. Kenali gejala dengan GAMELAN BESI dan atasi sedari dini sesuai keparahan derajat hipoglikemia pasien dapat membantu mencegah perburukan kondisi. Pasien dengan kondisi penurunan kesadaran agar segera dibawa ke fasilitas ksehatan terdekat. (*)