Oleh Drs Nengah Sukartha , SU Dalam menghadapi berbagai permasalahan yang kompleks yang dihadapi bangsa Indonesia akhir akhir ini, kita memerlukan nilai-nilai yang kuat dan teguh untuk memandu kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai Kejuangan 45 telah terbukti membawa bangsa Indonesia meraih kemerdekaan, dan kini saatnya kita membudayakan jiwa, semangat, dan nilai-nilai tersebut.
Jiwa, Semangat, dan Nilai-nilai Kejuangan 45 JSN '45 adalah semangat dan nilai-nilai yang dimiliki oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia. Mereka memiliki:
- Jiwa '45 ; Rela berkorban untuk bangsa dan negara - Semangat '45; Berani dan pantang menyerah, meskipun menghadapi tantangan besar - Nilai Juang '45: Kebersamaan, kejujuran, dan cinta tanah air
Nilai-nilai inilah yang membuat Indonesia bisa merdeka. Sekarang, tugas kita adalah menjaga dan mewariskan semangat ini ke generasi selanjutnya.
Menghadapi Tantangan Zaman yang Makin Berat
Di era digital sekarang, kita dihadapkan dengan banyak tantangan baru. JSN '45 bisa menjadi kompas bagi kita untuk tetap memiliki karakter yang kuat. Dengan memahami dan mengamalkan JSN '45, kita dapat menjadi generasi yang kuat, cinta bangsa, dan memiliki karakter yang baik.
Tergerusnya Semangat Nasionalisme di Kalangan Anak Muda
Sayangnya, semangat nasionalisme di kalangan para elite dan anak muda Indonesia menjadi perhatian serius. Berdasarkan survei Populix pada Oktober 2023, sekitar 65% anak muda di Indonesia tidak lagi memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. Faktor penyebabnya antara lain:
- Pengaruh Media Sosial: Media sosial dapat membentuk opini dan membangun diskursus yang berpotensi melemahkan semangat kebangsaan. - Pendidikan Kenegaraan yang Minim: Kurangnya pendidikan kenegaraan di sekolah-sekolah tingkat dasar hingga menengah atas juga menjadi faktor penyebab. - Intervensi Pemerintah yang Kurang: Pemerintah dinilai kurang efektif dalam menggelorakan semangat nasionalisme di kalangan anak muda.
Dampak dari tergerusnya semangat nasionalisme ini cukup serius, antara lain:
- Pragmatisme dan Transaksionalisme: Anak muda menjadi lebih pragmatis dan transaksional, sehingga ajakan membela negara tidak lagi dianggap penting. - Hilangnya Identitas Nasional: Identitas nasional tergerus oleh pengaruh asing, sehingga anak muda lebih mudah terpengaruh oleh ideologi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Membangun Masa Depan Bangsa yang Lebih Cerah
Untuk mengatasi hal ini, perlu dilakukan upaya untuk membangkitkan kembali semangat nasionalisme di kalangan anak muda, seperti:
- Meningkatkan Pendidikan Kenegaraan: Pendidikan kenegaraan harus ditingkatkan di sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang nasionalisme dan kebangsaan. - Menggunakan Media Sosial secara Positif: Media sosial dapat digunakan untuk mempromosikan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan. - Meningkatkan Keterlibatan Anak Muda dalam Kegiatan Sosial dan Politik: Anak muda perlu dilibatkan dalam kegiatan sosial dan politik untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi mereka dalam membangun bangsa.
Kita juga perlu mengingat semangat puputan Margarana dan gerakan bawah tanah yang menjadi contoh keberanian dan pengorbanan para pejuang kemerdekaan Indonesia. TMB Margarana dan Monumen Perjuangan Bangsal diantaranya menjadi simbol semangat dan nilai-nilai kejuangan 45 yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.
Dengan membudayakan jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan 45, kita dapat membangun masa depan bangsa yang lebih cerah dan sejahtera. Mari kita bangkitkan semangat kejuangan 45 untuk memandu kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan 45, kita dapat menghadapi berbagai tantangan dan mencapai cita-cita bangsa. Merdeka!!!.
*) Wakil Ketua DHD Angkatan 45 Prov. Bali Drs Nengah Sukartha , SU, yang juga PD 1 Fak. Sastra Univ Udayana 2 periode.(1990-1993 /1993-1996)