Banner Bawah

Dharma Putra Ikuti World Ocean Week 2025 di Xiamen China

Admin - atnews

2025-11-11
Bagikan :
Dokumentasi dari - Dharma Putra Ikuti World Ocean Week 2025 di Xiamen China
Dr. Ketut Gede Dharma Putra (ist/Atnews)

China (Atnews) - Ajang “World Ocean Week 2025” yang diselenggarakan di Xiamen China merupakan pertemuan ke 20 negara-negara di seluruh dunia yang memiliki kesamaan visi dan misi untuk memanfaatkan sumber daya alam kelautan untuk kemakmuran Masyarakat dunia. 

Dr. Ketut Gede Dharma Putra, Pemerhati Lingkungan Bali yang  juga Ketua Yayasan Pembangunan Bali Berkelanjutan berkesempatan mengikuti acara tersebut atas undangan “ Coastal and Ocean Management Institute (COMI)” Xiamen China mulai tanggal 5 s.d. 9 Nopember 2025.

Ia mengikuti acara pembukaan  dan secara khusus mengikuti acara  “Joint Workshop on Sustainable Coastal Development” yang pesertanya merupakan anggota jaringan  Kerjasama pemerintah daerah dan  pusat  pelatihan di Asia Timur yang  bernaung dalam organisasi “ Partnership in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA).

Pada kesempatan tersebut, Dharma Putra menyampaikan  beberapa aktivitas Pembangunan   sudah dilaksanakan di Kawasan Teluk Benoa Bali sebagai  Lokasi  proyek demonstrasi PEMSEA sejak tahun 2000, yang kebetulan dalam pengerjaan program tersebut Dharma Putra ikut terlibat sebagai  tim pengawas atau peneliti. 

Beberapa kegiatan Pembangunan yang telah memberikan pengaruh positif terhadap kondisi lingkungan pesisir dan laut di Kawasan Teluk Benoa Bali dan sekitarnya seperti Penataan Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) dalam kegiatan pemanfaatan hutan bakau (mangrove), Pembangunan  Fasilitas Pengolahan Air Limbah Terpadu  yang dulu dikenal dengan “Denpasar Sewerage Development Project” (DSDP), Pengembangan Pelabuhan Benoa menjadi Marine Tourism Hub, Pembangunan Jalan Tol Bali Mandara, Pemanfaatan Gas untuk bahan energi di Pembangkit Listrik Pesanggaran untuk mengurangi  penggunaan Solar/Diesel, serta program Bali Beach Conservation Project (BBCP) yang walaupun lokasinya di Pantai Sanur, Nusa Dua dan Kuta namun menjadi program yang memiliki pengaruh terhadap abrasi Pantai di Bali.

Seperti diketahui, sejak tahun 2000 Bali, khususnya wilayah Bali Tenggara  terutama Kawasan Teluk Benoa, dipilih sebagai Lokasi Demonstrasi  oleh PEMSEA bersamaan dengan  Xiamen China dan beberapa Kawasan lainnya didalam jaringan PEMSEA. 

Dalam ajang pertemuan “World Ocean Week 2025 di Xiamen China” ini, terlihat sekali betapa kemajuan yang telah dicapai oleh Xiamen China  dalam mengimplementasikan Program Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu ( Integrated Coastal Management/ICM)” yang menjadi program pembelajaran PEMSEA  untuk Kawasan pesisir dan laut di dunia. 

Paparan yang disampaikan oleh  Walikota Xiamen dalam menjelaskan Pembangunan di Kawasan pesisir dan laut Xiamen sangat lengkap dan memiliki kontribusi langsung terhadap keberlanjutan  lingkungan dan Masyarakat di Kawasan pesisir dan lautnya. 
.
Perubahan yang terjadi pada periode setiap lima tahun  sejak tahun 2000 s.d. 2025 ditampilkan dengan baik dan mudah dicerna yang menunjukan terjadinya progress yang sangat positif  seperti  pada peningkatan pertumbuhan ekonomi Masyarakat, perbaikan sanitasi lingkungan, kenyamanan dan keindahan, termasuk pengelolaan  persampahan yang sangat efektif. Agak berbeda dengan progress yang terjadi di Kawasan Teluk Benoa Bali yang kalau ditampilkan sejak tahun 2000 s.d. 2025 walaupun terdapat beberapa Pembangunan seperti yang dijelaskan  di atas, namun kondisi kualitas lingkungan di Kawasan pesisir dan laut Kawasan Teluk Benoa Bali  mengalami kondisi yang stagnan.

Salah satu  penyebab dari buruknya kondisi lingkungan di Kawasan Teluk Benoa Bali adalah  sumbangan pencemaran yang datang dari melubernya  tumpukan sampah di TPA Sarbagita Suwung yang bisa  dilihat mengalami over kapasitas sejak tahun 2000 hingga 2025, serta aliran polutan  yang dibawa aliran Sungai yang bermuara di Kawasan Teluk Benoa yang seolah tidak mengalami perbaikan yang berarti sejak tahun 2000 hingga 2025.

Sangat disayangkan juga, Pemerintah Daerah di Bali yang sejak tahun 2000 relatif sangat aktif  mengikuti  setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh PEMSEA, seperti pelatihan dan workshop tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu, maupun pertemuan tahunan sebagai ajang tukar informasi dan pembelajaran dengan anggota PEMSEA  dari negara lain, sejak lima tahun belakangan sepertinya  menarik diri dari setiap kegiatan PEMSEA. 

Berbagai undangan yang dikirimkan tidak mendapatkan respon yang baik, sehingga informasi terkait keberhasilan pengelolaan pembangunan  Bali yang sebenarnya  memiliki beberapa progress yang baik  tidak tersampaikan  dalam forum yang dihadiri oleh perwakilan pemerintahan daerah  dari berbagai negara anggota PEMSEA.Padahal, dalam pertemuan  seperti “World Ocean Week”, maupun PEMSEA Congress, selain pimpinan pemerintahan  dari seluruh dunia, hadir pula berbagai organisasi donor yang memiliki program pendanaan untuk Pembangunan wilayah pesisir dan laut yang berkelanjutan. (Z/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Kemendes PDTT Resmikan BUMDes Mart di Bengkulu Utara

Terpopuler

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

Sorotan Restaurant Dharma Uluwatu, PHK Sepihak hingga Dugaan Pelecehan Simbol Agama

Sorotan Restaurant Dharma Uluwatu, PHK Sepihak hingga Dugaan Pelecehan Simbol Agama