Pembagian Stand INACRAFT 2026, ASEPHI Bali Sayangkan Partisipasi Pemda Minim
Admin - atnews
2025-11-16
Bagikan :
Ketua ASEHPI Bali, Ketut Dharma Siadja (Artaya/Atnews)
Denpasar (Atnews) – Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Bali menyayangkan minimnya dukungan pemerintah daerah Bali untuk mengirim UMKM ke pameran kerajinan terbesar INACRAFT 2026 di Jakarta, pada tanggal 4–8 Februari 2026.
“Hari ini ASEPHI Bali mengadakan pembagian stand untuk INACRAFT 2026 yang akan diadakan di Jakarta pada tanggal 4 sampai 8 Februari. INACRAFT itu merupakan pameran yang paling besar se-Indonesia. Dan yang paling ramai juga, paling banyak peminatnya,” kata Ketua ASEHPI Bali, Ketut Dharma Siadja ketika pembagian stand untuk pameran INACRAFT 2026 di Denpasar, Sabtu (15/11).
Dharma Siadja didampingi Wakil Ketua Bidang Promosi dan Pemasaran Asephi Bali, Nyoman Satyawibawa Upadhana dan Pengurus Bidang Pemasaran Asephi Bali, Kadek Mustika Romo.
INACRAFT lahir dari pemikiran untuk mempromosikan kerajinan tangan Indonesia dan pertama kali diadakan pada April 1999. Nama "INACRAFT" adalah singkatan dari Indonesian Craft.
Pameran ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi pengrajin untuk menampilkan produk mereka, mendukung industri kreatif, serta mengenalkan seni dan budaya Indonesia ke pasar domestik maupun internasional.
Pada gelaran tahun depan, tersedia 964 stan, dengan Bali mengirim 32 UMKM, sebagian besar peserta individual. Ia menyebut hanya Kabupaten Badung yang telah mengonfirmasi keikutsertaan melalui dinas terkait.
“Dari dinas itu hanya ada empat ya? Dari Kabupaten Badung saja. Itu saja yang dari Badung. Ini sebagian besar adalah individu yang ikut,” katanya.
Padahal sebelum pandemi, hampir seluruh kabupaten/kota secara rutin memfasilitasi UMKM mereka untuk tampil di pameran nasional tersebut. Namun setelah pandemi, jumlahnya terus menurun.
“Sebenarnya ini merupakan fasilitas dari dinas-dinas kabupaten/kota untuk memfasilitasi para UKM-nya untuk bisa keluar kandang. Ini pameran yang besar di Indonesia. Jadi sebenarnya ini peluang besar bagi para dinas-dinas Kabupaten/Kota untuk mengajak para UKM-nya ke Jakarta,” ujarnya.
Dharma Siadja menegaskan bahwa pameran berskala nasional seperti INACRAFT adalah ruang penting bagi pelaku UMKM Bali untuk memamerkan produk serta memperluas pasar.
“Kalau kita mempunyai barang bagus, kita tidak mungkin dong mendiamkan di dalam kamar. Kita harus pamerkan agar semua banyak orang tahu,” katanya.
Ia berharap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota kembali aktif mendukung para pengrajin, termasuk melalui Dekranasda yang selama ini menjadi pendorong utama partisipasi UMKM Bali di Inacraft.
“Sekarang ini sejak pandemi itu ini sangat berkurang sekali. Kita akan segera melakukan koordinasi dengan Dekranasda Bali dan juga Dekranasda Kabupaten/Kota yang potensial,” ujarnya.
Sebelum pameran itu, ASEPHI Bali akan menggelar Road to INACRAFT 2026 di ICON Mall Sanur, pada tanggal 5-7 Desember mendatang.
Acara itu bersama Bank Mandiri, ASEPHI Bali memfasilitasi 15 UMKM secara gratis. (GAB/001)