Ketua Fraksi Gerindra–PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa
Denpasar (Atnews) — Menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, Ketua Fraksi Gerindra–PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Hindu di Bali maupun di manapun berada. Melalui pesan penuh makna, ia mengajak masyarakat menjadikan hari suci ini sebagai momentum memperkuat dharma, menjaga keharmonisan, serta merawat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Om Swastiastu, Saya Gede Harja Astawa, Ketua Fraksi Partai Gerindra–PSI DPRD Provinsi Bali, mengucapkan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh saudara-saudara se-dharma. Semoga kita semua dianugerahi keselamatan, kesejahteraan, dan kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Om Santih, Santih, Santih Om,” ujarnya.
Makna Galungan: Kemenangan Dharma Mengalahkan Adharma
Dalam kesempatan tersebut, Gede Harja Astawa juga menguraikan makna filosofis perayaan Galungan yang setiap 210 hari dirayakan oleh umat Hindu. Galungan dipahami sebagai saat di mana kemenangan dharma (kebenaran) mengalahkan adharma (kejahatan).
Menurutnya, nilai kemenangan ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi harus diwujudkan dalam sikap hidup sehari-hari. “Galungan mengajarkan kita untuk meneguhkan hati, berpikir bening, dan menjaga laku hidup yang benar. Itulah bentuk dharma yang sesungguhnya,” kata Gede Harja.
Ia menambahkan bahwa rangkaian Galungan menjadi pengingat agar masyarakat senantiasa eling terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa, mensucikan diri, lingkungan, dan pikiran, serta menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Sementara itu, Hari Raya Kuningan dipandang sebagai puncak penyempurna rangkaian suci Galungan, di mana umat diminta menjaga keseimbangan batin serta memperteguh rasa syukur.
“Kuningan adalah simbol penyempurnaan, saat kita memantapkan ketulusan hati, memohon cahaya kebijaksanaan, dan menguatkan komitmen menjaga kerukunan antar umat manusia,” jelasnya.
Gede Harja menekankan bahwa nilai Kuningan juga mengajarkan umat Hindu untuk selalu rendah hati, tidak terjebak dalam kesombongan, dan menjadikan kebajikan sebagai kemewahan yang sejati.
Di tengah dinamika pembangunan Bali, Gede Harja berharap perayaan Galungan dan Kuningan tahun ini menjadi momentum memperkokoh solidaritas sosial dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa tantangan zaman, baik dalam formasi sosial, ekonomi, maupun lingkungan, hanya dapat dihadapi dengan kebersamaan.
“Semoga Galungan dan Kuningan membuat kita semakin kuat menjaga Bali, menjaga adat dan budaya, serta merawat rasa saling menghormati antar sesama,” ujarnya.
Ia juga mengajak umat Hindu meningkatkan sradha dan bhakti, serta melakukan yadnya sesuai kemampuan tanpa melupakan esensi kesucian dalam setiap persembahan.
Mengakhiri pesannya, Gede Harja Astawa kembali menegaskan harapannya agar perayaan suci ini membawa damai bagi seluruh masyarakat Bali.
“Semoga kemenangan dharma benar-benar hadir dalam hati kita. Galungan dan Kuningan bukan hanya ritual, tetapi perjalanan spiritual yang mengingatkan kita untuk hidup jujur, tulus, dan penuh kasih,” tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga ketertiban, keamanan, serta kebersihan lingkungan selama pelaksanaan hari raya agar Bali tetap ajeg dan lestari. (Z/002)