Badung (Atnews) - Universitas Dhyana Pura (Undhira) pada Rabu, 26 November, menyelenggarakan webinar bertema “Inclusive Wellness Tourism: Empowering People with Disabilities through Art and Cultural Experiences”.
Kegiatan yang berlangsung di Aula E Undhira serta melalui platform Zoom ini terselenggara berkat dukungan Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek melalui Program Kampanye Tematik Sains dan Teknologi (Resona Saintek).
Tiga narasumber hadir membawakan materi, yakni I Nengah Rata Artana, S.Sn., M.Sn., Ni Komang Anggita Chandra Wilasita, dan dr. I Gusti Ngurah Putera Eka Santhosa, M.Fis, AIFO-K, dengan Dr. Eka Putri Suryantari, S.E., M.Si., Ak. bertindak sebagai moderator.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Dhyana Pura, Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA., menegaskan komitmen Undhira untuk terus memajukan pengembangan pariwisata wellness yang inklusif dan berpihak pada kelompok penyandang disabilitas.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi multidisiplin untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan secara nyata di masyarakat, sekaligus mendorong Bali menjadi pusat wellness tourism yang berkelanjutan, humanis, serta berlandaskan kearifan lokal.
Narasumber pertama, I Nengah Rata Artana, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bagaimana perpaduan seni, kreativitas, dan wellness menjadi elemen penting dalam transformasi diri. Melalui pendekatan holistik tersebut, aktivitas seni tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi estetis, tetapi juga sebagai sarana penyembuhan emosional, peningkatan suasana hati, dan penguatan identitas diri. Ia juga menyoroti peran wellness tourism sebagai bagian dari budaya yang menghubungkan praktik kesehatan dengan tradisi lokal dan seni.
Sementara itu, dr. I Gusti Ngurah Putera Eka Santhosa, M.Fis, AIFO-K, memaparkan hasil penelitiannya mengenai Meditasi Sidhakarya dalam sesi berjudul “Aluh di Likade”. Riset ini menunjukkan efektivitas meditasi berbasis budaya tersebut dalam menurunkan stres oksidatif serta memodulasi sel punca hematopoietik CD34+. Selain memaparkan perkembangan ilmiah terapi ego dan dasar metodologi yang telah dipatenkan, ia menegaskan potensi Meditasi Sidhakarya sebagai jalur peningkatan kesehatan holistik yang memadukan tradisi Bali dengan temuan sains modern.
Narasumber ketiga, Ni Komang Anggita Chandra Wilasita, membagikan kisah inspiratif melalui materi “I’M POSSIBLE: Meraih Mimpi Menggapai Cita”. Sebagai penyandang disabilitas fisik (OI), Anggita menunjukkan bahwa keterbatasan tidak membatasi ruang berkarya. Selain menempuh pendidikan di semester lima Ilmu Komunikasi, ia bekerja sebagai KOL Specialist secara remote dan mengabdi di SLB D YPAC Bali. Prestasinya di bidang musik dan teknologi menjadi bukti bahwa keberanian mencoba, disiplin, serta penerimaan diri merupakan kunci meraih mimpi.
Melalui berbagai perspektif dan pengalaman yang dibagikan, webinar ini menjadi ruang dialog penting untuk mendorong pariwisata wellness yang lebih ramah, inklusif, dan berdampak luas. Undhira berharap kegiatan ini dapat memicu kolaborasi berkelanjutan dan menginspirasi berbagai pihak dalam menciptakan inovasi yang memberi kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. (GAB/001)