Banner Bawah

Atasi Cemas dan Stres, dengan metode-metode Weda

Admin - atnews

2025-11-30
Bagikan :
Dokumentasi dari - Atasi Cemas dan Stres, dengan metode-metode Weda
Ashwini Guruji (its/Atnews)


Oleh Ashwini Guruji dari Dhyan Ashram India
 
Apakah Anda pernah bertanya-tanya mengapa kita senang berada di dekat orang-orang tertentu, sementara ingin menjauh dari yang lainnya? Alasannya sederhana: siapa pun yang tenang dan damai (shant) akan memancarkan ketenangan di sekitarnya sehingga orang lain merasa nyaman berada di dekatnya. Sebaliknya, mereka yang gelisah, tertekan, cemas (ashant) akan menularkan kegelisahan yang sama, seolah memberi sinyal kepada orang lain untuk menjaga jarak. Perbedaan itu terletak pada frekuensi atau getaran positif dan negatif yang mereka pancarkan.
 
Frekuensi gelombang yang dipancarkan seseorang secara langsung memengaruhi lingkungan sekitarnya, bahkan juga alam semesta pada umumnya, begitu pun sebaliknya, sebagai reaksi yang setara dan berlawanan, kondisi batin seseorang pun turut dipengaruhi oleh lingkungan terdekatnya. Oleh karena itu, seseorang yang gelisah, tertekan, dan cemas akan menebarkan kegelisahan ke sekelilingnya, dan akibatnya ia sendiri akan semakin merasa gelisah—sebuah lingkaran yang tidak ada habisnya. Semua ini pada akhirnya menimbulkan efek kekacauan yang bersifat berkelanjutan bagi seluruh lingkungan.
 
Hal di atas dengan jelas menunjukkan mengapa dunia berada dalam keadaan seperti sekarang. Kita, sebagai makhluk yang egois di masa kini, hanya memikirkan diri sendiri dan menginginkan kedamaian untuk diri sendiri, tanpa menyadari bahwa selama masih ada kekacauan di sekitar kita, bagaimana mungkin kita bisa benar-benar hidup dalam kedamaian!
 
Namun para resi Weda telah menyadari bahwa kedamaian sejati hanya dapat tercapai jika ada kedamaian di sekitar kita. Mereka menunjukkan jalan menuju kedamaian yang utuh, shanti yang menyeluruh—bukan hanya berdamai dengan diri sendiri, melainkan berdamai dengan segala sesuatu di sekitar kita. Mereka memberikan kepada kita doa indah yang disebut shanti path. Saat melafalkan mantra ini, kita memanjatkan doa agar: pertama, semoga tercipta kedamaian di alam semesta; kemudian semoga bumi kita dipenuhi kedamaian; semoga seluruh tumbuhan, termasuk tumbuhan obat dan herbal, berada dalam kedamaian; semoga para dewa di sekeliling kita dan Dewa Brahma berada dalam kedamaian. Dan semoga kita sendiri bisa merasakan kedamaian, sama seperti mereka semua. Kedamaian harus ada di mana-mana.
 
Anda juga dapat merasakan kekuatan shanti atau kedamaian, bahkan di zaman sekarang ini, melalui Sanatan Kriya dan Homa Weda.
 
Di sini saya membagikan sebuah teknik sederhana dari Sanatan Kriya.
Duduklah dengan posisi yang nyaman, sebaiknya bersila di lantai. Pejamkan mata Anda, lalu berikan penghormatan kepada Guru Anda. Tarik dan hembuskan napas secara perlahan sehingga pernapasan menjadi berirama lembut. Kemudian arahkan kesadaran Anda ke chakra anahad (daerah dada). Sadarilah seluruh ciptaan yang ada di hadapan Anda. Rasakan diri menyatu dengan seluruh ciptaan, lalu lantunkan Shanti Path. (Untuk pelafalan mantra yang benar, silakan kunjungi https://www.dhyanfoundation.com )
 
Anda dapat mengulang mantra ini sebanyak tujuh kali. Saat bangun tidur (pastikan Anda bangun pelan-pelan setelah memberikan penghormatan kepada Guru Anda), Anda akan membawa getaran kedamaian bukan hanya di dalam diri, tetapi juga memancarkannya ke sekeliling Anda.
 
Homa Weda, yang secara rutin dilakukan oleh para sadhak di Dhyan Ashram, juga merupakan sarana yang sangat kuat untuk merasakan kedamaian yang sesungguhnya.
 
Untuk melakukan homa, cukup ambil sebuah mangkuk tembaga atau wadah api suci (kund), masukkan beberapa kepingan kotoran sapi kering bersama biji wijen dan getah pohon guggul. Nyalakan api dengan kapur barus, lalu lakukan persembahan ghee dari sapi local India sambil melantunkan mantra. Anda juga bisa mendapatkan perlengkapan homa siap pakai dari Dhyan Ashram. Tulis dan bagikan pengalaman Anda kepada saya melalui email di info@dhyanfoundation.com
 
*) Yogi Ashwini adalah Cahaya Penuntun Dhyan Foundation dan pakar ilmu-ilmu Weda. Bukunya, 'Sanatan Kriya, The Ageless Dimension' adalah tesis tentang anti-penuaan yang telah diakui. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.dhyanfoundation.com
Banner Bawah

Baca Artikel Menarik Lainnya : Sertijab, Kabasarnas Launching Buku  "Bekerja dengan Hati"

Terpopuler

KJPP Bungkam, Tanah Seluas 1,8 Hektar Seharga Rp 13,4 M Dinilai Rp 4,7 M di Tanah Proyek PKB Klungkung

KJPP Bungkam, Tanah Seluas 1,8 Hektar Seharga Rp 13,4 M Dinilai Rp 4,7 M di Tanah Proyek PKB Klungkung

BNPB Selesaikan Talud Darurat untuk Perlindungan Warga Ketitang Wetan, Kabupaten Pati

BNPB Selesaikan Talud Darurat untuk Perlindungan Warga Ketitang Wetan, Kabupaten Pati

Pimpinan DPRD Bali; Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Pimpinan DPRD Bali; Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

GTI se-Bali akan Temui Kajati Bali, Harap Masyarakat Sipil dan Aparat Penegak Hukum Menuju Bali Bersih Bebas dari  Korupsi

GTI se-Bali akan Temui Kajati Bali, Harap Masyarakat Sipil dan Aparat Penegak Hukum Menuju Bali Bersih Bebas dari  Korupsi

Kemenpar–Kemenkes Perkuat Sinergi Kembangkan Wisata Kesehatan Indonesia

Kemenpar–Kemenkes Perkuat Sinergi Kembangkan Wisata Kesehatan Indonesia

Tahun 2026 APBD Badung Ditetapkan Rp 12,1 Triliyun lebih

Tahun 2026 APBD Badung Ditetapkan Rp 12,1 Triliyun lebih