Banner Bawah

Jaga Kelestarian Hutan, Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng Bersama Perumda se-Bali, Tanam 250 Pohon

Admin 2 - atnews

2025-11-30
Bagikan :
Dokumentasi dari - Jaga Kelestarian Hutan, Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng Bersama Perumda se-Bali, Tanam 250 Pohon
dirut Air Minum Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana, Direktur Teknik, Nyoman Suwirta dan Direktur U

Buleleng (Atnews) - Tanaman/pohon dikawasan hutan, memiliki fungsi diantaranya, mencegah banjir, erosi, menyimpan air hujan, menjaga cadangan tanah serta memberi oksigen bagi kita semua. Demikian pentingnya pepohonan dalam kehidupan, Perumda se-Bali, termasuk Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng dipimpin Made Lestariana melakukan aksi peduli lingkungan, Sabtu(22/11/2025) dengan menanam pohon dikawasan Hutan Desa Wana Giri Kecamatan Sukasada, Buleleng, Provinsi Bali.

Hal itu itu disampaikan Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng Made Lestariana, saat ditanya Atnews, terkait kepeduliannya dalam menjaga lingkungan, air, alam sekitar, pada "Temu Jurnalis", di Smart Room Perumda Tirta Hita Buleleng, Kamis(27/11), siang. Lestariana menuturkan, pihaknya bersama Perumda se-Bali rutin melaksanakan kegiatan menanam pohon, yang dirangkai dengan Hari Menanam Pohon Indonesia(HMPI) yang diperingati setiap tanggal 28 November. Bagi jajaran Perumda di Bali, tempat maupun lokasi kegiatan, dipilih, bergantian di masing-masing Kabupaten, Kota di Bali, berdasarkan kesepakatan.

Dia menjelaskan, dalam kegiatan aksi peduli lingkungan dikawasan Hutan Wanagiri itu, menamam 250 pohon, jenis pohon beringin, pinang, pala, kayu manis, coklat, alpukat, nangka, dan sawo.

Menurut Made Lestariana, kawasan hutan di Desa Wanagiri, telah mendapat apresiasi dunia, atas terpeliharanya kawasan hutan yang hingga kini cukup asri dan lestari. "Masih lestarinya hutan Wanagiri ini, dampaknya sangat berfungsi sebagai penahan air, mencegah banjir maupun tanah longsor. Kedepan gerakan peduli menanam pohon tampaknya perlu terus digaungkan, ditumbuhkembangkan," ujar Lestariana. 

Diapun mengakui, hingga saat ini pihaknya belum mampu memberikan pelayanan kepada pelanggan air minum secara maksimal. Dibeberapa daerah, terutama di Buleleng tengah, pelanggan belum mendapatkan pelayanan maksimal, dari segi kontinuitas mendapatkan air minum. Seperti terjadi di wilayah Banyuning, Sambangan, Penarukan, dan Baktiseraga.

Terjadinya gangguan layanan, kata Dirut Perumda Tirta Hita, dikarenakan bertumbuhnya perumahan-perumahan baru maupun pelanggan baru. Salah satu perusahaan plat merah milik Pemkab Buleleng ini, tentu tidak akan diam dengan kondisi pelayanan belum maksimal di sejumlah pelanggan.

"Kendati kondisi keuangan untuk membangun infrastruktur akan menjadi kendala, dengan tidak akan diberikannya lagi penyertaan modal mulai tahun 2026, seperti tahun-tahun debelumnya dari Pemkab Buleleng, namun pihaknya optimis, permasalah akan mampu diatasi yaitu telah dirintisnya kerjasama dengan pihak swasta bahkan dua perusahaan sudah melakukan M.Oyu," tandas Lestariana.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air disejumlah lokasi di kawasan perumahan baru, yakni Banyuning, Penarukan, pihaknya akan memanfaatkan SPAM Desa Pegadungan Kecamatan Sukasada dengan Investasi hampir Rp.20 milyar. Kemudian, untuk menenuhi kebutuhan air bersih di Desa Sambangan, Sangket, Baktiseraga, Panji dilakukan melalui pengembangan SPAM Desa Ambengan Kecamatan Sukasada. "Mudah-mudahan dengan pengembangan dari dua SPAM itu, tahun 2026 nanti pelayanan untuk warga pelanggan akan terpenuhi, baik dari segi kualitas maupun kontinuitas saluran air ke pelanggan.

Sedangkan, untuk memenuhi kebutuhan air minum di Buleleng Timur, Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, juga tahun depan akan melakukan pengembangan SPAM dari Waduk Desa Tamblang yang kapasitasnya 500 liter/detik. Sementara untuk Buleleng Barat, pelayanan kebutuhan air bersih, akan dilakukan melalui pengembangan Waduk Titab Ularan, dari kapasitas 300 liter/detik, baru terpakai 60 liter/detik.

"Kami Perumda Air minum Tirta Hita Buleleng, memberikan kontribusi untuk PAD Buleleng yang tahun ini ditarget Rp.9 milyar, tahun sebelumnya Rp. 8,5 milyar serta pada tahun 2026 dinaikkan targetnya menjadi Rp.9,5 milyar," jelas Dirut Tirta Hita.

"Mengantisipasi di musim hujan ini yang rawan akan terjadi longsor didaerah bagian atas, pegunungan, terkait keberadaan jaringan perpipaan air minum, pihak Perumda Tirta Hita selalu siaga memantau situasi cuaca, bahkan jaringan perpipaan yang berada di tempat rawan seperti perpipaan yang mengambil air dari pegunungan, tebing, rawan akan terjadi longsor dipindahkan ketempat yang aman," tutupnya. (WAN/002)
Banner Bawah

Baca Artikel Menarik Lainnya : Kawasan Pedesaan Pilar Utama Pendukung Ekonomi

Terpopuler

KJPP Bungkam, Tanah Seluas 1,8 Hektar Seharga Rp 13,4 M Dinilai Rp 4,7 M di Tanah Proyek PKB Klungkung

KJPP Bungkam, Tanah Seluas 1,8 Hektar Seharga Rp 13,4 M Dinilai Rp 4,7 M di Tanah Proyek PKB Klungkung

BNPB Selesaikan Talud Darurat untuk Perlindungan Warga Ketitang Wetan, Kabupaten Pati

BNPB Selesaikan Talud Darurat untuk Perlindungan Warga Ketitang Wetan, Kabupaten Pati

Pimpinan DPRD Badung; Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Pimpinan DPRD Badung; Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

GTI se-Bali akan Temui Kajati Bali, Harap Masyarakat Sipil dan Aparat Penegak Hukum Menuju Bali Bersih Bebas dari  Korupsi

GTI se-Bali akan Temui Kajati Bali, Harap Masyarakat Sipil dan Aparat Penegak Hukum Menuju Bali Bersih Bebas dari  Korupsi

Kemenpar–Kemenkes Perkuat Sinergi Kembangkan Wisata Kesehatan Indonesia

Kemenpar–Kemenkes Perkuat Sinergi Kembangkan Wisata Kesehatan Indonesia

Tahun 2026 APBD Badung Ditetapkan Rp 12,1 Triliyun lebih

Tahun 2026 APBD Badung Ditetapkan Rp 12,1 Triliyun lebih