Banner Bawah

Respon Gaduh WBD Jatiluwih, Pemerintah Hadirkan Keadilan, Momentum Sejahterakan Petani

Admin 2 - atnews

2025-12-29
Bagikan :
Dokumentasi dari - Respon Gaduh WBD Jatiluwih, Pemerintah Hadirkan Keadilan, Momentum Sejahterakan Petani
Respon Gaduh WBD Jatiluwih (ist/Atnews)

Denpasar (Atnews) - Praktisi Pariwisata Bagus Sudibya merespon kegaduhan Warisan Budaya Dunia (WBD) Jatiluwih yang diakui UNESCO pasca sidak Pansus TRAP DPRD Bali.

Dalam menyelesaikan kegaduhan tersebut, diharapkan pemerintah hadir mewujudkan keadialan bagi petani.

Upaya itu, Jatiluwih sebagai obyek wisata alam atau agrowisata. Petani tidak hanya dijadikan obyek, namun pemilik modal dari obyek wisata tersebut.

Petani dijadikan sebagai pemegang saham mirip dalam dunia usaha yang dikembangkan daerah Jatiluwih, meskipun pembagian hasil disesuaikan dengan luasan lahan maupun letak lahan sawah yang dimiliki.

Disamping itu, petani juga diberikan keringan biaya pajak tanah, kepastian hasil panen maupun pupuk dan bibit.

"Jatiluwih dikelola oleh pemerintah berkeadilan agar pembagian hasil bagi para pemilik lahan sesuai luasannya, sesuaikan dengan geografinya pinggir jalan atau agak tengah" kata Sudibya di Dnepasar, Senin (29/12).

Beragam program kesejahteraan petani dihadirkan, disamping ada paket atraksi program bertani bagi wisatawan.

Wisatawan ke Jatiluwih tidak hanya melihat hamparan sawah semata. Namun wisatawan bisa melihat kehidupan petani subak sebagai warisan budaya Bali yang adi luhung, penerapan filosofi Tri Hita Karana.

Tabanan sebagai lumbung pangan, semestinya dipertahankan sehingga Bali tidak banyak mendatangkan bahan pokok dari luar daerah.

Momentum kegaduhan Jatiluwih, Pemda. Tabanan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk Pemda Bali dalam mensejahterakan petani Pulau Dewata. Sekaligus mencetak petani dari kalangan generasi muda.

Maka dari itu, diharapkan petani, pengusaha dan pemerintah duduk bersama. Upaya itu mencegah muncul informasi negatif seperti pemasangan seng tengah sawah.

Informasi nwgatif itu justru bisa menurunkam citra pariwisata Pulau Dewata di tengah narasi "Bali Sepi" menjelang Nataru 2026.

Seharunya Bali melakukan perbaikan di tengah persaingan industri pariwisata secara global.

Apalagi wisatawan tengah ramai mengunjungi Vietnam, Filipana daerah Bagio maupun Thailand. (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Gunung Ibu Meletus, Status Tetap Waspada

Terpopuler

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif