Banner Bawah

Pariwisata Bali Melemah atau Dilemahkan?, Sampah, Banjir, Tata Ruang Amburadul

Admin 2 - atnews

2025-12-29
Bagikan :
Dokumentasi dari - Pariwisata Bali Melemah atau Dilemahkan?, Sampah, Banjir, Tata Ruang Amburadul
Pariwisata Bali Melemah (ist/Atnews)

Badung (Atnews) - Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung Wayan Puspa Negara mengatakan, perjalanan pariwisata Bali di Tahun 2025 ternyata penuh fatamorgana dan dilema. “Kita semua terlena dengan jargon quality tourism, quality destination, tapi tidak berbuat apa- apa,” kata Puspa Negara di Badung, Minggu (28/12).

Bagaimana Bali bisa bersaing sementara formula untuk menata Bali dari persoalan utama seperti sampah, macet, banjir, tata ruang yang amburadul, jaringan utilitas semrawut, kriminalitas meningkat, hingga lingkungan yg terdegradasi. 

Tidak ada gerakan spektacular atau fundamental dalam melakukan problem solving atas situasi di atas, sepertinya Bali bergerak auto pilot dan ala  Bombom car tidak ada lintasan, tak ada klakson, tidak ada roda, tak ada kendali yang presisi, dan selalu bertubrukan. 

Kehadiran wisatawan domestik dipenghujung tahun yang biasanya hingar bingar mulai pertengahan Desember, kini terasa sepi, padahal musim peak season.

Apa yang salah?, pihaknya mencoba memberi analisa dan tawaran solusi.

Bahwa negara negara yang pariwisatanya tumbuh maju, memperkuat 4 pilar dasar untuk terciptanya sustainable tourism development (pembamgunan pariwisata yg berkelanjutan) 4 pilar dasar itu adalah :1) Facilities, 2) Safety, 3) Service, 4) Environment, 5) Promotion. 

Fasikities, bahasa sederhananya fasilitas yg meliputi ; infrastruktur, sarana prasarana, & utilitas yang harusnya terbangun berskala dunia (world class infrastructure) seperti : Jalan yang mulus dan lancar, pedestrian yang nyaman dan ramah, jaringan utilitas udara yang tertanam kedalam tanah.

Pengelolaan sampah yang mantap, saluran air, listrik, gas, telepon, wifi, hingga limbah & air kotor tertata aman. serta akomodasi, transportasi hingga aksesibilitas yang mudah dan efisien. 

Hal intu di Bali atau Badung nyaris tak ada perkembangan berarti. 

Hal kedua adalah Safety dan Security, keamanan dan kenyamanan wisatawan sangat sering terganggu karena tingginya aksi aksi kriminalitas dan pelanggaran norma dan etika, serta gangguan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat yang sering terjadi. 

Aksi prilaku buruk wisman, sistem transportasi yg buruk memperparah kondisi keamanan dan kenyamanan ini, hal ini harus segera ditangani denga pola pengamanan destinasi yang profesional, penegakan aturan/lawenforcement tegas, stabil, dan berkelanjutan. 

Hal ke-3 adalah service /hospitality atau pelayanan, bahwa muncul sindiran wisatawan tentang perbedaan perlakuan antara wisdom dan wisman, daya ramah yg mulai tereduksi hingga senyum yang tidak iklas, menjadi hal yang melemahkan pelayanan secara umum.

Hal yang ke-4 adalah environment atau lingkungan  yang terjaga kualitas dan keberlanjutanya. 

Lingkungan kita mengalami penurunan performa dengan tingginya alih fungsi lahan, berkurangnya bidang resapan, hingga kacaunya tata ruang menjadikan ketidak teraturan dan kesemrawutan, banjir, bahkan sampah tak terkelola dengan baik. 

Hal ke-5 adalah promosi, pariwisata tanpa promosi adalan nonsense, pariwisata harus terus di kabarkan secara stabil periodik dan berjelanjutan. 

Pariwisata tanpa promosi dipastikan lunglai seperti apa yang terjadi saat ini, bahwa Publik relation/kehumasan pihanya tentang pariwisata/eksistensi Bali tidak menggema alias sangat lemah, tidak bergerak alias diam, unit teknis Dinas Pariwisata, Stake holdersnya seperti BTB, BPPD, seperti kerakap tumbuh dibatu, hidup segan mati tak mau. 

Sepanjang tahun 2025 nyaris tak ada promosi sana sekali,  baik dalam maupun luar negeri, unit teknis Disparda ketakukan dengan Perpres No. 1 Tahun 2025 tentang efisiensi, padahal sebagai destinasi pariwisata promosi wajib dilaksanakan. 

Kenapa dinas pariwisata tidak berani menganggarkan untuk promosi dlm dan luar negeri? 

Padahal itu, tupoksi primium mereka, apakah  mereka tak punya kapasitas dalam berpromosi sehingga menyerah tanpa berinovasi. 

Anggarannya pun mereka hilangkan sendiri, sungguh tidak profesional. 

Harusnya promosi tetap dijalankam secara profesional dan bertanggungjawab. 

Pemprov Bali dan Kabupaten Badung harusnya tetap rajin mengikuti promosi wisata dunia yang terbesar denga selektif, seperti apa yang pernah rutin dilakukan tahun tahun sebelumya. 

Apa sih pentingnya berpromosi di pameran pariwisata dunia yang besar? Bahwa promosi diperkuat dengan touchable & aproachement (sentuhan dan pendekatan) pada negara negara kontributor wisman akan memberi dampak psikologis positif yang tinggi karena akan terjalin kerjasama dlm memberi pelayanan, pengayoman dan perlindungan  bagi warga negaranya ketika  menjadi tourist di Bali. 

Artinya promosi busa memperkuat hubungan kemitraan dan kepercayaan yang memunculkann kenyaman untuk terus berkunjung. 

Oleh karena itu pihaknya, menyarankan Pemerintah Provinsi/Gubernur & Bupati Badung  untuk introspeksi dan berbenah segera disegala sektor termasuk wajib  mengikuti promosi wisata premium dunia seperti: 
Pameran pariwisata internasional di Berlin, yang dikenal sebagai Internationale Tourismus-Börse (ITB) Berlin, biasanya dilaksanakan pada bulan Maret setiap tahunnya. 

ITB Berlin merupakan pameran perdagangan pariwisata terbesar di dunia dan selalu diselenggarakan di Messe Berlin.

Dahulu Bali selalu ikut.  Berikut adalah tanggal pelaksanaan dalam beberapa tahun terakhir. Tahun 2025, 4 hingga 6 Maret.

Selanjutnya Acara World Travel Market (WTM), London biasanya diadakan setiap tahun pada bulan November, seringkali di awal bulan, seperti pada tanggal 4-6 November 2025, sebagai acara utama untuk industri perjalanan global.  

Selanjutnya pasar Australia digenjot via menghadiri Acara travel expo di Sydney yang  bervariasi, untuk tahun 2025, ada Klook Travel Fest 2025 pada 8-9 November di Sydney Showground (tiket gratis). 

Selain itu, ada juga acara seperti Snow Travel Expo Sydney (Mei 2025), FACTS (November 2025, untuk travel korporat), dan The Travel Industry Exhibition (Agustus 2025), hal ini harus dilakukan secara konsisten seperti halnya Thailand, Vietnam, Malaysia & Fhilipina yang rutin hadir di acara ini.(Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Koster: Wujudkan Bali Bebas Sampah Plastik

Terpopuler

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif