Buleleng (Atnews) - Pengerjaan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Buleleng terus dipacu untuk memenuhi target peresmian dijadwalkan pada 31 Januari 2026. Komandan Kodim (Dandim) 1609/Buleleng, Letkol Inf Achmad Setyawan Syah, menyampaikan bahwa hingga awal Januari ini, TNI fokus menggenjot pembangunan di lima desa yang dinilai paling siap.
Kelima desa tersebut yakni Desa Sumberklampok dan Desa Celukan Bawang di Kecamatan Gerokgak, Desa Banjarasem dan Desa Kalianget di Kecamatan Seririt, serta Desa Giri Emas di Kecamatan Sawan.
Menurut Dandim Achmad Setyawan Syah, progres pembangunan di masing-masing lokasi masih bervariasi. “Progres paling tinggi mencapai kisaran 20 persen, sedangkan yang paling rendah baru sekitar 0,7 hingga 0,8 persen karena baru dimulai satu minggu ini. Pembangunan efektif dimulai pada bulan Desember,” tandasnya Senin (5/1/2026).
Ia mengakui, meski target dari pemerintah pusat mengharuskan penyelesaian dalam waktu tiga bulan, pelaksanaan di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Salah satu tantangan utama adalah ketersediaan lahan. Dari target 148 desa di Buleleng, baru sebagian kecil yang dapat direalisasikan.
“Target di Buleleng sebanyak 148 titik. Sementara yang terbangun baru 5, perizinan masuk ada 6, dan tambah satu lagi baru masuk. Sisanya kami masih terus mencari lahan,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Koperasi, sebanyak 79 desa tercatat memiliki lahan, sementara sekitar 70 desa lainnya belum memiliki lahan yang siap digunakan. Namun, Dandim menyoroti adanya persepsi keliru di tingkat desa terkait status kepemilikan bangunan koperasi.
“Ada sebagian Kepala Desa atau Perbekel yang menganggap bahwa setelah lahan ini dibangun oleh koperasi, nantinya akan menjadi milik TNI. Padahal tidak demikian,” tegasnya.
Menurutnya, keterlibatan TNI dalam program Koperasi Merah Putih murni sebatas fasilitator pembangunan. “Kami sebagai TNI hanya memfasilitasi untuk membangunkan. Setelah bangunan jadi, koperasi ini akan menjadi milik desa tersebut. Silakan nanti dikelola untuk kesejahteraan desa,” tambahnya.
Guna mengatasi keraguan dan mempercepat penyediaan lahan, Kodim 1609/Buleleng berencana mengintensifkan sosialisasi dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat melalui Koramil-Koramil. Sosialisasi ini sekaligus untuk menegaskan bahwa program yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menjawab keraguan publik terkait kegagalan koperasi di masa lalu, Letkol Achmad Setyawan Syah menekankan bahwa program Koperasi Merah Putih memiliki jaminan kuat dari pemerintah pusat. “Ini program pusat langsung dari Presiden. Jaminannya adalah kesejahteraan masyarakat. Saya yakin apa yang diprogramkan Presiden pasti demi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. (WAN/002)