Perkembangan terkini “Super Flu” di kita, Amerika dan Inggris
Admin 2 - atnews
2026-01-10
Bagikan :
Prof Tjandra Yoga Aditama (ist/Atnews)
Oleh: Prof Tjandra Yoga Aditama
Pada 9 Januari 2026 hari ini media massa menurunkan berita berjudul “Pasien Komorbid Terjangkit 'Super Flu' Meninggal di RS Hasan Sadikin Bandung”. Di beritakan pernyataan Ketua Pinere RS itu yang menyebutkan "Kalau kita lihat dari data yang ada, itu ada dua yang berat. Satu masuk ke ruang high cap dan satu masuk ke ruang intensif.
Dan satu yang masuk ke ruang intensif memang terus dinyatakan meninggal karena disebabkan ada komorbid yang lain". "Ada stroke, ada gagal jantung dan terakhir karena ada infeksi dan ada gagal ginjal juga. Jadi apakah itu langsung disebabkan oleh virus? Kita tidak bisa menyatakan karena memang dia mungkin komorbid yang banyak,"
Kalau kita lihat data negara lain, maka berdasar data Januari 2026 maka Center of Disease Control dan Prevention (CDC) Amerika Serikat menyatakan bahwa 45 negara bagian negara itu masuk dalam klasifikasi iaktifitas influenza "high" atau "very high". Bahkan disampaikan bahwa kunjungan pasien dengan gejala flu (“flu-like symptoms”) ke dokter-dokter negara itu adalah yang tertinggi dalam 25 tahun terakhir.
CDC juga memperkirakan bahwa pada musim flu 2025 – 2026 ini maka di Amerika Serikat terdapat lebih dari 11 Juta kasis, 120.00 perawatan di rumah sakit dan sekitar 5000 kematian, termasuk kematian pada 9 anak.
Untuk negara Inggris, antara minggu ke 40-2025 (yang berakhir 5 Oktober 2025) sampai minggu pertama 2026 (yang berakhir 4 Januari 2026) maka otoritas setempat UKHSA- RVU (United Kingdom Health Security Agency – Respiratory Virus Unit) menganalisa virus influenza negara itu secara genetik dan mendapatkan sebagian besar adalah influenza A(H3N2) (86,6%), sisanya adalah influenza A(H1N1)pandemi09 dan virus influenza B. Ada tiga hal dari informasi Inggris ini.
Pertama, yang mendominasi influenza saat ini memang adalah H3N32, ke dua ternyata masih ada beredar virus Influenza H1N1 yang menyebabkan pandemi tahun 2009 dan ke tiga adalah bahwa di Inggris memang ada badan khusus yang menangani virus infeksi pernapasan yaitu UKHSA- RVU, sesuatu yang baiknya juga ada di negara kita.
*) Prof Tjandra Yoga Aditama Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia