Banner Bawah

UNHI Siap Lakukan Transformasi, Resmi Dipimpin Rektor Muda Dr. Cok Bayu Putra

Admin 2 - atnews

2026-01-11
Bagikan :
Dokumentasi dari - UNHI Siap Lakukan Transformasi, Resmi Dipimpin Rektor Muda Dr. Cok Bayu Putra
Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E, M.Si menggantikan Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (ist/Atnews

Denpasar (Atnews)–YAYASAN Pendidikan Widya Kerthi secara resmi melantik Rektor Universitas Hindu Indonesia Masa Bhakti 2026-2030, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E, M.Si pada Sabtu 10 Januari 2026. Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E, M.Si menggantikan Rektor sebelumnya yang telah menjabat dua periode dari 2018-2026 yakni Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S.

Acara pelantikan dilakukan di Aula Taman Asoka UNHI. Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Para Rektor Perguruan Tinggi se Bali, jajaran Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Dharma Adyaksa PHDI Pusat, Dharma Upapati PHDI Bali, Para Panglingsir Puri, Prajuru Desa Adat Tembawu dan undangan para tokoh masyarakat baik dari dalam maupun luar negeri, Sabtu (10/1/2026). 

Pelantikan ini menjadi sejarah bagi UNHI karena dipimpin oleh Rektor muda. Dosen Prodi Akutansi Fakultas Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata UNHI ini menjadi Rektor di usia 37 tahun. Kendati demikian, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E, M.Si memiliki rekam jejak yang kuat di bidang tata kelola dan manajemen organisasi. Ia juga memiliki jaringan dan networking yang luas sebagai modal untuk memajukan UNHI.

Dalam pidatonya pertamanya, Rektor UNHI menyampaikan bahwa terpilih menjadi Rektor UNHI bukan sekadar capaian jabatan, namun sebagai “panggilan sejarah” bagi generasi muda Hindu untuk senantiasa terlibat aktif dalam mengawal dan menjaga keberlangsungan hidup lembaga pendidikan.

UNHI, bagi tokoh muda Puri Anyar Ubud yang akrab disapa Cok Bayu, adalah ladang pengabdian, ruang membumikan nilai-nilai dharma yang menjadi core value dari lembaga ini.

Ia juga menyebut bahwa akan membangun UNHI sesuai dengan nilai-nilai yang selama ini melekat dalam civitas akademika UNHI yakni ipil-ipil dan briuk sapanggul. Ipil-ipil berarti dengan penuh ketekunan dan fokus memungut hal-hal yang kecil untuk dikumpulkan. Briuk sapanggul bermakna gotong royong, solidaritas, dan kesetiaan.

“Dua hal ini mengingatkan saya pada satu karya sastra berjudul Yajnya Ring Kuruksetra karya Rakawi dr. Ida Bagus Rai asal Mangosrami Usadhi Desa yang juga peletak tonggak pertama sebagai rektor pertama UNHI kala masih Bernama IHD di Tahun 1963. Ipil-ipil adalah sebentuk laku asketis yang juga disebut dengan istilah Ucchawreti Brata atau Brata Wija Kasawur,” paparnya.

Menurutnya, setelah 33 tahun tranformasi dari IHD ke UNHI, ternyata tantangan bagi lembaga ini belum berakhir. Di tengah semakin ketatnya persaingan perguruan tinggi swasta dan negeri, baik lokal maupun nasional, UNHI harus terus berbenah dan melakukan tindakan nyata demi membuat dirinya tetap relevan dan berdaya saing lokal, nasional, bahkan sampai internasional.

“Setidaknya ada dua pendekatan yang bisa digunakan untuk menyikapi kondisi tersebut yakni market driven dan market driving. Pendekatan pertama menjadikan UNHI sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa saat ini, atau paling tidak merawat dan manjaga mahasiswa eksisting, sementara yang kedua menjadikan UNHI sebagai perguruan tinggi yang proaktif menciptakan kebutuhan pasar melalui inovasi dan menciptakan program yang dibutuhkan di masa yang akan datang,” paparnya.

Tak hanya itu, Dr. Cok Bayu Putra, tuntutan profesionalisasi manajemen juga menjadi hal penting yang menentukan keberlangsungan hidup lembaga. Apalagi, visi baru yang tertuang dalam Statuta UNHI yakni menjadi universitas unggulan berkelas dunia.

Visi ini wajib ditopang dengan tata kelola kelembagaan yang kuat. Prinsip-prinsip transparansi, keterbukaan, akuntabilitas, responsibilitas, efektivitas, efisiensi dan partisipatif dari proses perencanaan sampai pada pelaporan mesti menjadi praktik nyata dalam tata kelola kampus UNHI.

“Karena sejatinya prinsip-prinsip Good University Governance tersebut merupakan perwujudan nilai dharma yang paling nyata di kampus yang berlandaskan dharma. Hanya dengan cara mewujudkan prinsip tersebut dengan kesungguhan hati, nilai dharma benar benar berdampak pada kehidupan kampus.

Dharmo rakshati rakshitah: Jika kita berada di jalan dharma, maka dharma akan melindungi UNHI. Sebagai dosen di kampus berlandaskan dharma, saya sangat meyakini hal tersebut,” jelasnya.

Dr. Cok Bayu Putra menjelaskan bahwa visi pertamanya ke depan yakni merajut solidaritas. UNHI mesti dibangun dengan semangat kolaborasi, semangat kolektivitas, budaya guyub, dan sareng-sareng. Kolaborasi sangat diperlukan untuk menopang eksistensi UNHI.

“Dalam sudut pandang kosmologi Hindu, UNHI mesti “ngider bhuwana”- mengambil posisi “dik-widik” “Gunung-Lebah”- hadir di segala penjuru dan membuka diri untuk berkolaborasi dengan pihak manapun (kanan-kiri dan atas-bawah) selama masih dalam koridor dharma. Kedepan kita semua patut berkomitmen untuk menjadikan UNHI tidak boleh berada di menara gading, ia harus hadir menjadi kampus pengabdi dharma,” paparnya.

Dr. Cok Bayu juga memaparkan bahwa Visi merajut solidaritas adalah pondasi untuk bisa mewujudkan komitmen kepemimpinan yang ia rangkum dalam Asta Murthi Dharmaning Bhawana yang terdiri dari:

1)Dharma Sangga: memperkuat soliditas dan tata kelola kelembagaan yang transparan dan akuntabel. 

2) Dharma Sahakarya; membangun seluas-luasnya komunikasi, kemitraan dan kolaborasi. 

3)Dharma Sastra: meingkatkan mutu akademik yang berlandaskan nilai agama dan budaya,
4)Dharma Guna: mengembangkan kualitas riset unggulan dan publikasi yang berkontribusi pada penguatan nilai agama, budaya dan kearifan lokal. 

5)Dharma Sewaka: mengoptimalkan peran pengabdian kepada masyarakat yang berkarakter pada peningkatan kualitas keberdayaan masyarakat. 

6)Dharma Sadhana: Transformasi digital, penataan infrastruktur sarana dan prasarana serta pengembangan unit usaha. 

7)Dharma Adyaya: Meningkatkan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, dan terakhir. 

8)Dharma Sisya: memajukan kepribadian, keterampilan dan kreativitas mahasiswa yang berlandaskan nilai agama dan kearifan lokal.

Adapun base line capaian yang menjadi target serta komitmen kepemimpinannya untuk diwujudkan yakni pada tahun pertama (2026) melakukan tertib administrasi, setting dokumen perencanaan, dan keterbukaan tata kelola keuangan, di tahun kedua (2027) target peningkatan akreditasi institusi dan peningkatan jumlah mahasiswa, pada tahun ketiga (2028) pengadopsian nilai-nilai dharma dalam aktivitas akademik, dan di tahun keempat (2029) peningkatan kualitas aset dan menyiapkan untuk akreditasi internasional, dan tahun kelima (2030) UNHI mencapai Good University Governance. (Z/002)
Banner Bawah

Baca Artikel Menarik Lainnya : LPD Sibetan Luncurkan Biaya Pengobatan dan Suka Dua

Terpopuler

Menatap Fajar Mentari Bali 2026, Gagal Kelola Sampah di Tengah Wacana Bali 100 Tahun

Menatap Fajar Mentari Bali 2026, Gagal Kelola Sampah di Tengah Wacana Bali 100 Tahun

Dari Kearifan Lokal ke Etika Global: Menata Kehadiran Hindu Indonesia di Dunia

Dari Kearifan Lokal ke Etika Global: Menata Kehadiran Hindu Indonesia di Dunia

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Penny, Kita dan Sang Waktu

Penny, Kita dan Sang Waktu

Peran Strategis Media Mengawal Pembangunan Bali Berkelanjutan

Peran Strategis Media Mengawal Pembangunan Bali Berkelanjutan

Birkenstock Bawa Perspektif Baru Tentang Kenyamanan Urban Lewat Kampanye Footbe Ecosystem

Birkenstock Bawa Perspektif Baru Tentang Kenyamanan Urban Lewat Kampanye Footbe Ecosystem