Diskusi Publik Prajaniti Bali: Vidya Dharma Sevanam, Membangun Masa Depan Generasi Dharma
Admin 2 - atnews
2026-01-12
Bagikan :
DPD Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali (ist/Atnews)
Denpasar (Atnews) - DPD Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali mengadakan Diskusi Publik tentang Pendidikan dan Ekonomi dengan tema Vidya Dharma Sevanam: Membangun Masa Depan Generasi Dharma, Minggu, 11 Januari 2026, bertempat di Kampus Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Prajaniti Bali dengan Yayasan Sadartara dan Tara Foundation, serta didukung penuh oleh Universitas Hindu Indonesia.
Narasumber tunggal dalam diskusi ini adalah Dato’ Pardip Kumar Kukreja, seorang pengusaha Hindu sukses asal Malaysia yang dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan dan penguatan ekonomi masyarakat kurang mampu. Kepedulian tersebut diwujudkannya melalui program bimbingan belajar gratis yang telah berjalan di Malaysia, Afrika Selatan, India, dan Nepal.
Acara dibuka oleh Rektor UNHI yang baru dilantik pada 10 Januari 2026, Dr. Cokorde Gede Bayu Putra, S.E., M.Si. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh Bali, antara lain Ida Sri Bhagawan Sriprada Bhaskara, Prof. A. A. Suryawan Wiranatha, Dr. Gusti Kade Sutawa, Dr. Nyoman Sutedja, I G. N. Rai Suryawijaya, Made Arya Amitaba, serta perwakilan Pandu Nusa Bali, P3I Bali, DPP Peradah Bali, dan APHB Bali. Hadir pula jajaran DPD dan DPC Prajaniti se-Bali, sejumlah dosen UNHI, serta beberapa tokoh dan pengusaha dari Malaysia.
Ketua DPD Prajaniti Bali, dr. Wayan Sayoga, dalam sambutannya menegaskan bahwa dialog publik sejatinya sudah sering dilakukan, namun masih lemah dalam aspek tindak lanjut. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah langkah nyata setelah diskusi, yaitu implementasi dalam bentuk aksi nyata agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor UNHI menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya diskusi tersebut dan mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks. Nilai-nilai luhur dan kearifan lokal Bali, menurutnya, perlu terus dibumikan, namun tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.
Hal ini dapat diwujudkan melalui implementasi tiga pilar utama, yaitu guna, gina, dan gunakaya—pengetahuan, profesi, dan ekonomi. Dalam paparannya, Dato’ Pardip menekankan pentingnya persatuan umat Hindu, tidak hanya pada tataran lokal Bali maupun nasional Indonesia, tetapi juga melalui penguatan jejaring Hindu dunia.
Menurutnya, masa depan pendidikan dan ekonomi generasi Hindu sangat bergantung pada sinergi global tersebut. Ia menegaskan bahwa Hindu Dharma memiliki tiga fondasi utama, yaitu knowledge (pengetahuan), temple (pura), dan values (nilai-nilai luhur) yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Pura, tegasnya, semestinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ritual, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dalam arti yang luas.
Diskusi yang dipandu oleh Diah dari Prajaniti Bali ini berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Namun kegiatan ini tidak berhenti sebatas wacana. Dalam waktu dekat, Ketua DPP Prajaniti Hindu Indonesia, KS Arsana, merencanakan sejumlah aksi nyata yang akan segera direalisasikan.
Langkah awal yang direncanakan adalah pendirian program bimbingan belajar gratis bagi generasi masa depan, khususnya anak-anak, melalui kolaborasi lintas organisasi dan individu yang memiliki komitmen serta visi yang sama.(Z/002)