Trafik Meningkat, Bandara I Gusti Ngurah Rai Catat 24,1 Juta Penumpang di 2025
Admin 2 - atnews
2026-01-12
Bagikan :
Bandara I Gusti Ngurah Rai (ist/Atnews)
Mangupura (Atnews)— Bandara I Gusti Ngurah Rai melayani sebanyak 24.125.161 penumpang sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, 15.177.283 penumpang merupakan pelaku perjalanan internasional atau sekitar 63 persen, sementara 8.947.878 penumpang berasal dari penerbangan domestik atau 37 persen, mencerminkan kuatnya peran bandara sebagai gerbang utama pariwisata nasional sekaligus konektivitas internasional, Senin (12/1/2026)
Secara rata-rata, pergerakan penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai mencapai sekitar 2 juta penumpang per bulan, atau setara dengan sekitar 66.000 pergerakan penumpang per hari, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan.
Berdasarkan sebaran rute, Cengkareng menjadi tujuan dengan jumlah penumpang tertinggi, yakni 4,23 juta penumpang, disusul Singapura sebanyak 2,69 juta, Kuala Lumpur 1,76 juta, Surabaya 1,31 juta, dan Melbourne 1,15 juta penumpang.
Dilihat dari distribusi pergerakan penumpang, puncak trafik di tahun 2025 terjadi pada bulan Juli dengan total mencapai 2,3 juta penumpang atau rata-rata 76.005 pergerakan penumpang per hari. Pada periode yang sama (Juli 2025), jumlah kedatangan penumpang juga mencatatkan angka tertinggi, yakni 1.181.942 penumpang, yang terdiri atas 741.213 penumpang internasional (63 persen) dan 440.729 penumpang domestik (37 persen).
Tingginya trafik pada bulan Juli sejalan dengan periode musim puncak libur musim panas dan libur sekolah, yang mendorong peningkatan mobilitas wisatawan dan masyarakat menuju Bali.
Seiring dengan tingginya pergerakan penumpang, trafik pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai sepanjang 2025 tercatat mencapai 143.312 pergerakan. Jumlah tersebut terdiri atas 78.222 penerbangan internasional atau 55 persen, serta 65.090 penerbangan domestik atau 45 persen.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati mengungkapkan komposisi trafik penumpang dan pesawat yang didominasi penerbangan internasional didorong oleh peningkatan konektivitas udara yang cukup tinggi.
"Tahun 2025 lalu tercatat ada 13 aktivasi rute internasional baru, beberapa di antaranya merupakan rute perdana yang sebelumnya belum pernah ada, seperti Newcastle (Australia), Cheongju (Korea Selatan), Saigon (Vietnam), dan Sichuan (China). Ini menunjukkan demand perjalanan ke Bali sangat positif," ujar Nugroho Jati.
Di samping itu, berdasarkan yang diperoleh dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai pada periode Januari - Desember 2025, tercatat 7,1 juta warga nergara asing (WNA) datang ke Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Penumpang pemegang passpor Australia masih menempati urutan pertama yaitu 1,67 juta orang atau 23 persen dari total kedatangan WNA, di posisi kedua India mendekati 584 ribu orang, dan ketiga WNA asal Republik Rakyat Cina, sebanyak 560 ribu orang.
Berbanding lurus dengan trafik penumpang dan pesawat, proporsi layanan kargo tahun 2025 juga dominasi kargo internasional, yakni 78,5 ribu ton (72 persen) dan sekitar 30 ribu ton kargo domestik, sehingga total produksi cargo mencapai 108 ribu ton setahun.
“Kami memastikan peningkatan trafik akan tetap diimbangi dengan kualitas pelayanan yang konsisten. Fokus kami adalah menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh penumpang,” ujar Nugroho Jati, pungkas Jati.(Z/002)