Banner Bawah

Dharmayatra ke Asia Tenggara

Admin 2 - atnews

2026-01-14
Bagikan :
Dokumentasi dari - Dharmayatra ke Asia Tenggara
Dharmayatra bagi umat Hindu (ist/Atnews)

Denpasar (Atnews)–Dharmayatra bagi umat Hindu biasanya dilakukan ke India, Nepal, dan Bali, karena ketiga tempat itu merupakan pusat dari komunitas Hindu. Padahal, di luar tempat itu, banyak tempat dharmayatra yang merupakan jejak-jejak keagungan Hindu. Asia Tenggara misalnya memiliki banyak tempat untuk melakukan dharmayatra pada berbagai negara.

“Ada banyak tempat dari Kamboja, Laos dan Malaysia yang menjadi tempat dharmayatra menarik,” demikian Wartawan Senior Malaysia, Himanshu Batt dalam kuliah umum di Fakultas Dharma Duta, UHN IGB Sugriwa Denpasar (9/1).

Kuliah umum ini dihadiri juga Pimpinan Tara Foundation, Dato Pardip Kumar Kukreja bersama rombongan. Mereka melakukan penandatangan MoU dengan Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

Menurutnya, Kamboja memiliki Angkor Watt yang merupakan candi untuk pemujaan Dewa Wisnu yang terbesar. Candi ini didukung berbagai candi-candi lainnya yang merupakan sebuah kawasan suci yang luas. Kawasan ini membentang dari gunung yang disebut Indra Parwata, Sungai Seribu Lingga dan hamparan ribuan candi. Semua itu merupakan peninggalan Kerajaan Kmer.

Thailand, katanya, juga memiliki peninggalan candi-candi serupa. Peninggalan ini juga menyebar ke Vietnam selatan. Di tempat ini, komunitas Hindu masih ada dengan peninggalan-peninggalan candi dan lingga. Suku Champa adalah suku yang sebagian penduduknya beragama Hindu.

Persebaran ini juga sampai ke Laos yang memiliki gunung dengan lingga di puncaknya. Gunung tersebut bernama Linggaparwata. Lingga tersebut kelihatan berada di puncak gunung dari danau di bawahnya. Hal itu, katanya, merupakan pemandangan yang sangat menakjubkan.

“Saya pernah ke sana,”katanya. Jejak-jejak ini, lanjutnya, menyebar ke Malaysia, sebab Malaysia memiliki banyak peninggalan Hindu.

Peninggalan ini misalnya berada di Lembah Bujang, Kedah. Peninggalan-peninggalan itu masih banyak, yang menunggu untuk digali. “Peninggalan di Malaysia berhubungan dengan peninggalan-peninggalan di Indonesia,”katanya.

Di Indonesia, katanya, dharmayatra bisa dilakukan ke Candi Prambanan dan banyak lagi candi-candi Hindu. Indonesia memiliki peninggalan Hindu yang kaya. Peninggalan tertua terdapat di Kutai, Kalimantan kemudian Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatra. “Indonesia memiliki banyak peninggalan Hindu, tersebar luas,”katanya.

Peninggalan-peninggalan ini, lanjutnya, menunjukkan Asia Tenggara adalah tujuan Dharmayatra yang bagus. Ia mengajak umat Hindu seluruh dunia untuk berkunjung ke Asia Tenggara untuk menikmati kebesaran dharma di masa lalu. “Sebuah tempat yang menarik dan memiliki makna yang luas,”katanya. (Z/002) 
Banner Bawah

Baca Artikel Menarik Lainnya : Mencari Pewaris Rindik

Terpopuler

Menatap Fajar Mentari Bali 2026, Gagal Kelola Sampah di Tengah Wacana Bali 100 Tahun

Menatap Fajar Mentari Bali 2026, Gagal Kelola Sampah di Tengah Wacana Bali 100 Tahun

Dari Kearifan Lokal ke Etika Global: Menata Kehadiran Hindu Indonesia di Dunia

Dari Kearifan Lokal ke Etika Global: Menata Kehadiran Hindu Indonesia di Dunia

Selamat Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2026

Selamat Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2026

Penny, Kita dan Sang Waktu

Penny, Kita dan Sang Waktu

Peran Strategis Media Mengawal Pembangunan Bali Berkelanjutan

Peran Strategis Media Mengawal Pembangunan Bali Berkelanjutan

Birkenstock Bawa Perspektif Baru Tentang Kenyamanan Urban Lewat Kampanye Footbe Ecosystem

Birkenstock Bawa Perspektif Baru Tentang Kenyamanan Urban Lewat Kampanye Footbe Ecosystem