Media massa kita mengabarkan kasus Super Flu di Bali. Dengan perkembangan kasus di banyak negara maka kita memang dapat memperkirakan bahwa ada juga kasus-kasus Super Flu, atau nama tepatnya Influenza A H3N2 Sub Clade K di negara kita.
Saya hari ini sedang di Provinsi Hainan - Tiongkok. Data dari Center of Diseases Control (CDC) China pada 14 Januari 2026 melaporkan bahwa situasi influenza di China adalah "moderate".
Dilaporkan juga ada penurunan aktifitas influenza di China dalam 4 minggu terakhir ini. China juga melaporkan kluster Influenza di sekolah, sesuatu yang patut kita pantau dan waspadai di berbagai sekolah kita.
Angka kepositifan ("positivity rate") untuk kasus gejala flu ("influenza-like illness") pada rumah sakit di China adalah 27.4 %, sesuatu data yang baiknya kita punyai juga dan disampaikan ke publik pula, seperti yang dilakukan oleh CDC China dalam jumpa persnya beberapa hari yang lalu. China juga merinci bahwa 97.3% kasus Influenza mereka adalah H3N2, jadi memang mendominasi.
Di sisi lain, otoritas kesehatan Taiwan memperkirakan kasus influenza mereka mulai meningkat dan diperkirakan masuk fase epidemi dalam dua minggu mendatang. Puncaknya mereka perkirakan akan terjadi sekitar waktu Tahun Baru Imlek, sesuatu yang perlu kita waspadai pula di Indonesia.
Taiwan punya badan khusus "CDC Epidemic Intelligence Center", yang pimpinannya melaporkan bahwa di periode 4-10 Januari ada 91.842 pasien dengan gejala Flu yang berobat di negara itu, naik 9,6% dari minggu sebelumnya.
Pada periode 6-12 Januari ada 3 kematian akibat influenza di Taiwan. Akan baik kalau kita di Indonesia juga punya data mingguan yang disampaikan ke publik, sehingga masyarakat mendapat informasi yang jelas dan tepat.
*) Prof Tjandra Yoga Aditama, di kota pelabuhan kota Sanya, Pulau Hainan. Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)