Bali Dinobatkan Jadi Destinasi Terbaik Dunia, Ketua DPRD Dewa Jack Respon Soal Sampah
Admin 2 - atnews
2026-01-19
Bagikan :
Dewa Made Mahayadnya (ist/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Pulau Dewata dinobatkan sebagai World’s Best Destination 2026 versi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor, mengungguli sejumlah destinasi kelas dunia seperti London, Dubai, Paris, Roma, Hanoi, hingga New York.
Nomisasi itu diperoleh di tengah isu sampah, banjir, macet hingga alih fungsi lahan.
Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack, menyebut capaian tersebut patut disyukuri sekaligus dijadikan refleksi bersama.
Menurutnya, pengakuan internasional itu menunjukkan Bali tetap istimewa di mata dunia, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak ringan.
“Kita harus bersyukur dengan begitu banyak percobaan, Bali masih dinobatkan sebagai destinasi terbaik dunia. Ini tidak terlepas dari kerja sama pemerintah dan masyarakat yang selama ini bergotong royong menjaga kualitas pariwisata Bali,” ujar Dewa Jack saat ditemui di Kantor Gubernur Bali, Senin (19/1).
Namun demikian, Politisi dari Partai PDI Perjuangan ini menegaskan, predikat tersebut tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Justru, tantangan terbesarnya adalah menjaga konsistensi agar Bali mampu mempertahankan reputasi sebagai destinasi terbaik dunia pada tahun-tahun mendatang.
“Penghargaan ini bukan hanya prestasi, tetapi juga tantangan besar. Menjaga konsistensi jauh lebih berat dibandingkan meraih penghargaan,” kata Bendahara DPD PDIP Bali ini.
Ia menekankan, persoalan klasik seperti sampah, kemacetan, dan banjir harus diselesaikan secara serius dan berkelanjutan. Menurut Dewa Jack, DPRD bersama pemerintah daerah terus bekerja agar persoalan tersebut tidak menjadi beban jangka panjang bagi pariwisata Bali.
“Sebagai Ketua DPRD Bali perlu saya sampaikan bahwa kami berpikir dan bekerja. Yakinlah, persoalan sampah akhir tahun ini selesai,” ungkapnya.
Dewa Jack juga mengingatkan pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan masyarakat dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan keharmonisan Bali sebagai pulau budaya dan pariwisata dunia.
“Intinya kami tidak bisa berjalan sendiri. Seratus persen kami butuhkan dukungan masyarakat. Mari kita sama-sama menjadikan Bali ini berjati diri, agar keistimewaan Bali bisa kita wariskan kepada anak cucu,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, berdasarkan penilaian TripAdvisor, Bali menempati peringkat pertama Top 10 World’s Best Destinations 2026, disusul London, Dubai, Hanoi, Paris, Roma, Marrakesh, Bangkok, Kreta, dan New York. Selain itu, Bali juga meraih peringkat pertama sebagai Honeymoon Destination, masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, serta Top 20 Trending Cities dunia.
Pengakuan global tersebut juga disambut Gubernur Bali, Wayan Koster, yang menilai capaian ini sebagai bukti kuatnya fondasi pariwisata Bali yang berbasis budaya, tradisi, seni, dan alam. Menurutnya, berbagai isu yang selama ini menerpa Bali terbukti tidak menggoyahkan daya tarik Pulau Dewata di mata wisatawan dunia.
“Bali berada di posisi nomor satu dari 10 top destinasi pariwisata dunia. Sepanjang sejarah, ini posisi tertinggi Bali. Digoyang isu sampah, macet, sepi, dan lain-lain, ternyata tidak bisa menggoyahkan posisi Bali,” ujar Koster, Jumat (16/1).
Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan, penghargaan Best of the Best hanya diberikan kepada kurang dari satu persen destinasi di dunia, berdasarkan jutaan ulasan objektif wisatawan selama satu tahun terakhir.
“Penghargaan ini adalah representasi dari jutaan ulasan objektif wisatawan. Ini merupakan level tertinggi yang pernah diraih Bali sepanjang sejarah penilaian TripAdvisor,” tegas Widiyanti.
Ia menjelaskan, sebelumnya Bali secara konsisten berada di jajaran 10 besar destinasi dunia, namun pada 2026 berhasil melesat ke posisi puncak, mengungguli London yang menjadi pemenang pada 2024 serta destinasi unggulan lainnya.
“Kami ingin memastikan Bali terus tumbuh sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang berkualitas, memberi manfaat bagi masyarakat lokal, menjaga kelestarian lingkungan, dan menginspirasi dunia,” tandasnya. (Z002)