Banner Bawah

Bagus Andi Akademisi IMK Singaraja Raih Presenter Terbai Konferensi Internasional di Delhi University India

Admin 2 - atnews

2026-02-05
Bagikan :
Dokumentasi dari - Bagus Andi Akademisi IMK Singaraja Raih Presenter Terbai Konferensi Internasional di Delhi University India
Dr. I Made Bagus Andi Purnomo, M.Pd (ist/Atnews)

Buleleng (Atnews) - Akademisi Institut Mpu Kuturan (IMK) Singaraja, Bali, Dr. I Made Bagus Andi Purnomo, M.Pd. meraih penghargaan sebagai presenter terbaik pada Konferensi Internasional Pendidikan dan Teknologi (Emerging Trends & Chelenge in Open, Distance, Digital & Blended Learning) di Delhi University, India.

Dikonfirmasi Selasa (3/2/2026), pihaknya menyebutkan bahwa penhargaan tersebut diraih berkat penilaian khusus dari komite konferensi bahwa presentasi ilmiah yang disampaikan sangat mendalam terkait tema dharma dalam konteks lingkungan pembelajaran kontemporer.

Ia menjelaskan, pendalaman penelitiannya terkait persepsi guru pada widyalaya di Bali terkait pembelajaran Hindu yang terintegrasi dengan Ramayana berbantuan Augmented Realty tiga bahasa yakni Inggris, Indonesia dan Thailand. Komite menilai bahwa tulisan tersebut mengandung kontribusi yang sangat bermakna dalam pembelajaran berbasis teknologi inovatif.

"Bukan hanya itu saja, komite juga menilai cara saya mengintegrasikan kisah ramayana dengan teknologi pendidikan dan penerapannya pada widyalaya yang adalah sekolah umum bercirikan agama Hindu di Bali sangat 'integrated'," papar dia.

Lebih jauh, Bagus Purnomo mengklaim bahwa penghargaan tersebut bukanlah akhir dari fokus dan ketekunannya untuk meneliti dan mendalami pendidikan Hindu terkhusus widyalaya dan pasraman.

"Saya kira ini momentum untuk semakin memperkenalkan lembaga pendidikan Hindu kita ke seluruh antero dunia, bukan hanya India. Kita harus percaya bahwa pendidikan Hindu kita punya kualitas," papar dia,

Bukan hanya itu saja, pihaknya mengungkapkan banyak apresiasi muncul dari para peneliti dunia terkhusus India terhadap perkembangan pendidikan Hindu di Indonesia yang cukup pesat. Bahkan, banyak peneliti ingin datang dan berkunjung langsung ke Bali.

Menurutnya, antara Indonesia terkhusus Bali dengan India sebenarnya memiliki hubungan yang sangat erat sejak ribuan tahun. Termasuk dalam bidang pendidikan. India memiliki model pendidikan bernama gurukula.

Sedangkan, Indonesia dalam sejarahnya memiliki sistem pendidikan khas nusantara yakni kedewaguruan, katyagan, padukuhan atau dikenal dengan nama pasraman saat ini. Keduanya memiliki hubungan erat.

Kaitan dengan hal tersebut, widyalaya yang notabene adalah lembaga pendidikan umum bercirikan agama menjadi menarik karena bukan hanya menonjolkan pola pendidikan ala Hindu, tetapi juga terkombinasi dengan pola pendidikan modern.

"Saya kira ini momentum bagus untuk kita bersama-sama berkolaborasi. Kedepan sangat dibutuhkan kerja sama riset untuk membangun pendidikan Hindu bukan hanya di tanah air, tetapi dunia," pungkasnya. (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : IFAD Minta Mendes PDTT Berbagi Pengalaman Program Dana Desa 

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng