Banner Bawah

Nilai Tukar Petani (NTP) Menaik: Indikasi Perwujudan Ekonomi Kerthi Bali

Admin 2 - atnews

2026-02-10
Bagikan :
Dokumentasi dari - Nilai Tukar Petani (NTP) Menaik: Indikasi Perwujudan Ekonomi Kerthi Bali
Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.MM (ist/Atnews)

Oleh Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.MMA

Badan Pusat Statistik (BPS) Bali pada tahun 2026 telah merilis bahwa indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Bali pada Desember 2025 tercatat sebesar 103,45 atau naik 1,45 persen dibanding kondisi bulan sebelumnya. Kenaikan indeks NTP disebabkan oleh Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang tercatat naik setinggi 2,70 persen dan Indeks yang Dibayar Petani (Ib) naik setinggi 1,24 persen.

NTP merupakan suatu merupakan salah satu indikator yang berguna untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani karena mengukur kemampuan produk (komoditas) yang dihasilkan/dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani baik untuk proses produksi (usaha) maupun untuk konsumsi rumah tangga petani. Angka NTP yang besarnya melebihi 100 menandakan surplus, sedangkan < 100 menandakan defisit. 

Indeks NTP yang disampaikan oleh BPS Bali tersebut memberikan indikasi bahwa program pembangunan pertanian di Bali telah memiliki kinerja yang meningkat dalam satu tahun terakhir.

NTP yang besarnya 103,45 tersebut menunjukan suatu bukti bahwa kebijakan pemerintah di Bali yang dilandasi oleh Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru yang dijalankan sudah berada di jalur yang tepat (on the track).

Intervensi pemerintah provinsi Bali melalui program percepatan penyelenggaraan transformasi perekonomian Bali dengan Ekonomi Kerthi Bali yang bertemakan mewujudkan Bali berdaulat di bidang pangan dapat semakin diperkuat di seluruh kabupaten dan kota di Bali.

Penghitungan NTP ini sangat penting dilakukan secara periodik oleh BPS karena dapat digunakan untuk mengukur daya beli petani, dimana NTP tersebut menunjukkan apakah hasil panen petani masih "berharga" saat ditukar dengan kebutuhan pokok lainnya di pasar.

Selain itu, NTP juga dapat menjadi suatu alarm kebijakan, yaitu sebagai sinyal bagi pemerintah terhadap kebijakan dan program pertanian yang telah dijalankan apakah sudah sesuai dengan capaian indikator yang telah direncanakan. 

Ke depan, mempertahankan dan bahkan meningkatkan NTP harus dilakukan oleh pemerintah bersama-sama dengan stakeholder lainnya serta masyarakat petani di dalam peningkatan produktivitas dan kualitas produk-produk pertanian, peningkatan nilai tambah melalui pembentukan sentra-sentra produksi dan hilirisasi pertanian serta modernisasi pertanian.

Menjaga stabilitas harga jual produk pertanian (sisi pendapatan) juga penting untuk dilakukan agar indeks yang diterima petani tetap tinggi, terutama pada saat panen raya, misalnya melalui penguatan subak, kelompok-kelompok petani, peternak, nelayan, pembudidaya ikan, termasuk membangun peran BUMD Pangan.

Dari sisi pengeluaran, para petani didorong untuk melakukan efisiensi biaya produksi selain adanya insentif dan subsisdi sarana produksi tertentu dari pemerintah, seperti penyediaan benih, bibit dan pupuk organik.

Kebiajakan lainnya yang dibutuhkan untuk menjaga dan meningkatkan NTP tersebut adalah pengembangan infrastruktur, di antaranya infrastruktur irigasi. Kebijakan-kebijakan dan program pertanian dikemas dalam bentuk pembangunan pertanian inklusif.

NTP yang merupakan prediktor kesejahteraan tidaklah semata-mata angka statistik, melainkan cermin dari pendapatan riil rumah tangga petani. Saat NTP melebihi 100, para petani memiliki surplus pendapatan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan non-pangan (kesehatan, pendidikan) dan investasi tani.

Di samping itu, NTP yang tinggi memiliki efek ganda (multiplier effect) di perdesaan dan pertanian menjadi penggerak ekonomi desa. Pada saat NTP tinggi, maka daya beli petani meningkat untuk dibelanjakan guna memenuhi kebutuhan keluarga , seperti produk-produk yang dihasilkan oleh sektor industri. 

*) Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.MMA Rektor, Dwijendra University Ketua DPD HKTI Bali

Baca Artikel Menarik Lainnya : Koster Inginkan Data  Statistik Akurat 

Terpopuler

BPOLBF Gandeng Investor Kembangkan Wellness dan Agrowisata Berkelanjutan di Parapuar Labuan Bajo

BPOLBF Gandeng Investor Kembangkan Wellness dan Agrowisata Berkelanjutan di Parapuar Labuan Bajo

GPS Minta Cabut Status Tersangka Kepala BPN Bali, Tim Hukum Soroti Asas Legalitas

GPS Minta Cabut Status Tersangka Kepala BPN Bali, Tim Hukum Soroti Asas Legalitas

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Nilai Tukar Petani (NTP) Menaik: Indikasi Perwujudan Ekonomi Kerthi Bali

Nilai Tukar Petani (NTP) Menaik: Indikasi Perwujudan Ekonomi Kerthi Bali

Belajar dari India: Kerapian di Balik Keramaian Pelajaran Global dari Negeri Vrindavana

Belajar dari India: Kerapian di Balik Keramaian Pelajaran Global dari Negeri Vrindavana

Presiden Prabowo dan PM Albanese Tegaskan Kedekatan Indonesia–Australia

Presiden Prabowo dan PM Albanese Tegaskan Kedekatan Indonesia–Australia