Buleleng (Atnews) - Memperingati Hari Pers Nasional(HPN) dan HUT Persatuan Wartawan Indonesia(PWI) ke-80, digelar diskusi, mengambil tema "Viralitas dan Etika Pemberitaan", di Aula Lantai IV Rektorat Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Jumat, (27/2).
Peringatan HPN yang dilaksanakan oleh PWI Kabupaten Buleleng dihadiri Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, I Nyoman Surattini mewakili Bupati, anggota DPRD Buleleng Nyoman Susila Umbara mewakili Ketua DPRD, Dandim 1609 Buleleng, Letkol Ahmad Setyawan Syah, Rektor Institut Mpu Kuturan(IMK) Singaraja Prof.Dr.I Gede Suwindia,M.A, utusan Pengurus PWI Bali.
Dirut Air Minum Tirta Hita Buleleng Made Lestariana, serta utusan dari sejumlah lembaga dan OPD terkait. Dalam diskusi yang melibatkan mahasiswa Institut Mpu Kuturan(IMK) Negeri Singaraja, juga hadir penggiat Media Sosial Wayan Setiawan.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan harapan agar forum diskusi ini mampu mendorong terwujudnya kehidupan pers nasional yang merdeka, profesional, bermartabat, dan berintegritas.
Pihaknya menekankan pentingnya pemenuhan hak publik atas informasi yang tepat, akurat, dan benar, sekaligus kemampuan bersama dalam menangkal hoaks yang kian masif di ruang digital. Menurutnya, perkembangan teknologi telah mempercepat arus informasi, namun prinsip kebenaran dan etika harus tetap menjadi pijakan utama.
“Kita hidup di era digital dengan arus informasi yang begitu cepat. Sebuah peristiwa dapat menjadi viral dalam hitungan menit. Namun kecepatan tidak boleh mengalahkan kebenaran, dan viralitas tidak boleh mengesampingkan etika,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, pers memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi. Pers tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi publik, pengawas kebijakan, serta jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Profesionalisme, independensi, serta kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik, ditegaskannya, harus senantiasa dijunjung tinggi.
Lebih jauh, pihaknya menyadari pentingnya membangun relasi yang harmonis dengan insan pers. Kritik yang konstruktif dan pemberitaan yang berimbang dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik serta tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
“Kami terbuka terhadap masukan dan terus berkomitmen membangun komunikasi yang sehat bersama insan pers,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PWI Buleleng, Made Winingsih, menyampaikan bahwa peringatan HPN menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap praktik jurnalisme yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.
“Di sinilah pentingnya etika jurnalisme. Pers memiliki tanggung jawab moral dan sosial,” ujarnya. Melalui peringatan ini, diharapkan insan pers di Buleleng semakin solid dalam menjaga marwah profesi serta terus menghadirkan informasi yang berkualitas bagi masyarakat. Dalam kegiatan diskusi ini, menghadirkan 2 narasumber yakni I Gusti Putu Arth, seorang jurnalis senior dan I Gusti Ngr. Aan Dharmawan dari akademisi IMK. (WAN/002)