Oleh Jro Gde Sudibya
Selat Hormuz bisa ditutup cukup lama, pasokan minyak mentah ke Asia dan Eropa terganggu, harga BBM naik, inflasi naik, di tengah daya beli masyarakat tertekan.
Pengurangan wisatawan dari Eropa signifikan, sehingga penghasilan industri pariwisata dengan pasar Eropa tergerus tajam.
Angka kemiskinan di Bali bisa naik, sehingga anggaran penanggulangan kemiskinan dan bantuan sosial bagi masyarakat rentan mesti dinaikkan.
Jangan terulang kasus tahun 2020, di masa pandemi, ekonomi tumbuh negatif 9,3 persen, tetapi anggaran penanggulangan kemiskinan tidak bertambah.
Pemda Bali mesti mengoreksi ulang komposisi anggarannya, anggaran pencitraan tahun 2026 Rp.225 M mesti dipangkas habis, bantuan sosial untuk tujuan elektabilitas, mesti dipotong untuk mendorong kesempatan kerja produktif, terutama di perdesaan. Jangan derita rakyat dikorbankan untuk pencitraan politik.
*)Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi dan kebijakan publik.