Banner Bawah

Holi – Malam Penyucian

Admin 2 - atnews

2026-03-01
Bagikan :
Dokumentasi dari - Holi – Malam Penyucian
Ashwini Guruji (ist/atnews)

oleh Ashwini Guruji
 
Penciptaan fisik merupakan manifestasi dari lima unsur dalam berbagai susunan dan kombinasinya. Unsur-unsur ini bersatu membentuk tubuh karena adanya suatu ketidakseimbangan atau dosha. Menurut Ayurveda, dosha tersebut adalah vata (unsur udara dan eter), pita (unsur api dan air), dan kapha (unsur air dan tanah). Sementara menurut Weda lainnya, penyebabnya adalah pikiran yang egois atau negatif.
 
Dosha beserta kecenderungan tindakannya menentukan prakriti atau sifat dasar seseorang. Tingkat ketidakmurnian tercermin dalam proses berpikir seseorang. Semakin murni unsur-unsurnya, semakin tinggi kualitas pikirannya; dan semakin banyak ketidakmurniannya, semakin rendah kualitas pikiran yang ia tangkap dari lingkungannya. Api atau agni patut mendapat perhatian khusus di antara kelima unsur tersebut karena ia adalah satu-satunya unsur yang tidak dapat tercemar. Ia juga merupakan satu-satunya unsur yang selalu bergerak naik, meskipun berada di bawah tarikan gravitasi.
 
Dampak dari hal ini ialah agni menyucikan segala sesuatu yang bersentuhan dengannya dan memiliki kapasitas untuk membuat Anda bangkit atau naik ke tingkat yang lebih tinggi. Tidak heran jika ia menjadi kata pertama dalam Weda pertama, yaitu Rigweda. Pada hari-hari tertentu, pola energi secara khusus mendukung proses penyucian dalam tubuh, dan hari Holi adalah salah satunya.
 
Di hari itu, Holika memasuki api bersama keponakannya, Prahlad. Holika adalah seorang sadhika dan saat itu adalah waktu penyuciannya; karena itulah api menerimanya. Prahlad, di sisi lain, telah suci, sehingga ia tidak terbakar. Dengan demikian, tubuh yang suci tidak terpengaruh oleh api. Api di sini melambangkan bukan hanya api secara fisik, tetapi juga berbagai kenegatifan atau gangguan dalam kehidupan kita.
 
Tubuh yang suci akan layak menuju lokas (alam-alam) yang lebih tinggi, berbicara dengan para dewa, dan berada dalam keadaan ananda (kebahagiaan sejati) sepanjang waktu. Sebaliknya, tubuh yang tidak suci akan tenggelam dalam kenikmatan duniawi (bhog) yang tentu saja bersifat sementara. Ia merasa sedang bersenang-senang dan mengisi waktu, padahal sesungguhnya waktulah yang sedang melewatinya dan membawanya menuju rog (penyakit), karena rog adalah kebalikan dari bhog  — penciptaan ini bersifat dualistik dan merupakan perpaduan dari dua hal yang berlawanan.

Sanatan Kriya menjabarkan teknik-teknik penyucian diri melalui api yang dilakukan saat Holi, di mana seseorang membuat lingkaran api di sekeliling dirinya dan sang Guru memberikan mantra-mantra tertentu untuk segera memicu proses penyucian. Praktik ini membuat Anda merasa lebih ringan, dan latihan rutin Ashtang Yoga akan menjadikan Anda seperti Prahlad.
 
Pada mahurat (momen suci) yang penuh keberkahan di hari Holi, Guruji akan menjelaskan makna mendalam serta mantra-mantra Holi pada 2 Maret pukul 17.30. Acara ini akan dilanjutkan dengan Yagya Veda dan praktik mantra di Dhyan Ashram dan seluruh pusatnya di berbagai penjuru dunia.
 
Ashwini Guruji adalah Cahaya Penuntun Dhyan Foundation dan pakar ilmu-ilmu Weda. Bukunya, 'Sanatan Kriya, The Ageless Dimension' adalah sebuah karya tentang anti-penuaan yang telah diakui secara luas. Kunjungi www.dhyanfoundation.com atau kirim email ke dhyan@dhyanfoundation.com untuk informasi lebih lanjut.

*) Ashwini Guruji dari Dhyan ashram adalah Cahaya Penuntun Dhyan Foundation dan pakar ilmu-ilmu Weda. 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Koster Inginkan Data  Statistik Akurat 

Terpopuler

Krisis dan Perang Timur Tengah 

Krisis dan Perang Timur Tengah 

Perang Eksplosif AS, Israel - Iran, Risikonya untuk Industri Pariwisata Bali

Perang Eksplosif AS, Israel - Iran, Risikonya untuk Industri Pariwisata Bali

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Pimpinan baru BPJS Kesehatan

Pimpinan baru BPJS Kesehatan

Holi – Malam Penyucian

Holi – Malam Penyucian

Gubernur Koster Pimpin Gerakan Bersih Sampah, Total 27.500 Warga se-Bali Turun ke Lokasi

Gubernur Koster Pimpin Gerakan Bersih Sampah, Total 27.500 Warga se-Bali Turun ke Lokasi