Oleh Gede Pasek Suardika
Dibalik peperangan Iran vs AS, Israel dan sekutunya, sebenarnya di internal Iran juga ada pertarungan dengan simbol dua bendera yang sama warna tetapi berbeda simbolnya. Yang satu menggunakan simbol huruf Allah dan yang satu singa dan matahari.
Dengan meninggal nya Ayatollah Ali Khamenei ada dua reaksi yang berbeda dari pengusung bendera tersebut. Yang sedih adalah yang bendera Iran dengan huruf Allah dan yang bersorak sorai adalah yang bergambar Singa dan matahari.
Dua entitas berbeda satu bangsa tersebut akibat sejarah panjang kekuasaan. Dimana tahun 1979 Raja Syah Pahlevi yang berkuasa dengan sistem Monarki digulingkan oleh Ayatollah Khomeini yang mengubahnya menjadi Teokrasi di tahun 1980 an. Dari Kerajaan menjadi negara agama. Kedua pendukung inilah yang kini berhadapan di luar urusan perang saat ini.
Secara detail dari dua bendera tersebut yaitu:
Bendera Republik Islam Iran (1980-Sekarang):
Desain: Triwarna horizontal hijau (atas), putih (tengah), dan merah (bawah).
Simbol: Terdapat lambang nasional merah di tengah (bentuk tulip/tulisan Arab "Allah") dan tulisan takbir "Allahu Akbar" dalam aksara Kufi di tepi garis hijau dan merah sebanyak 22 kali.
Makna: Hijau melambangkan Islam, putih melambangkan perdamaian, dan merah melambangkan keberanian dan martir.
Bendera Singa dan (Era Monarki/Pahlavi):
Desain: Triwarna horizontal hijau, putih, dan merah yang sama.
Simbol: Lambang Singa (Shir) memegang pedang dengan Matahari (Khorshid) di belakangnya, diletakkan di tengah.
Makna: Simbol kuno yang mewakili monarki dan sejarah Persia, sering digunakan oleh kelompok oposisi dan diaspora untuk menentang rezim saat ini.
Perbedaan utama terletak pada lambang tengah: lambang Islam bergaya (tulip) vs. lambang tradisional (singa dan matahari). Penggunaan bendera Singa dan Matahari dilarang keras di dalam negeri Iran saat ini.
Secara geopolitik, tetap saja Iran menjadi negara yang strategis untuk diperebutkan dua kutub besar yaitu AS dengan sekutunya melawan Russia Cina dengan sekutunya.
Ketika Kerajaan, pengaruh AS begitu besar dan ketika Teokrasi malah Russia dan Cina yang memberikan pengaruh besar. Bertahannya Iran dari embargo AS dan sekutunya tersebut tidak terlepas dari eratnya hubungan Russia dan Cina.
Strategisnya Iran karena memegang jalur logistik minyak dunia lewat selat Hormuz yang menyumbangkan hampir 30 Persen minyak dunia.
Perang saat ini adalah perang rebutan kekuasaan sumber daya alam. Jika kubu monarki nanti menang dan berkuasa kembali maka AS dan sekutunya akan kuasai Iran, tetapi jika yang sekarang tetap berkuasa maka Russia dan Cina yang memegang kendali.
Jadi kalau dunia medsos membingungkan informasinya, dimana ada yang klaim rakyat Iran berpesta maka lihat benderanya, dan jika melihat rakyat Iran bersedih marah dan ingin terus berperang maka lihat juga benderanya. Serupa tapi tidak sama. (*)